Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 31 Oktober 2016

Bupati Belum Respon Terhadap Alat Pemusnah Sampah


Quote siagaindonesia.com :
Bupati Belum Respon Terhadap Alat Pemusnah Sampah
Seiring dengan melajunya waktu dan berkembangnya penduduk, naiknya volume sampah jauh melebihi kapasitas sarana dan prasarana Dinas Kebersihan Kota. Akibatnya banyak warga yang mencari jalan keluar sendiri dengan membakarnya, atau malah membuang sendiri kesungai yang tentunya bukanlah jalan keluar yang baik, karena akan lebih memperparah kerusakan lingkungan.
Lebih parahnya lagi, ada warga di sejumlah titik perkotaan yang menjadikan tepian jalan sebagai tempat pembuangan sampah sementara atau TPS. Selain merusak pemandangan keindahan kota, juga menimbulkan masalah bau busuk yang menyengat.
“Penumpukkan sampah penduduk yang menjadikan tepian jalan raya sebagai TPS bisa di lihat di utara Pos Lantas Kecamatan Wangon. Padahal di lokasi ini banyak pertokoan dan pedagang PKL makanan yang tentunya menjadikan kurang sehatnya makanan karena banyak lalat berterbangan,”jelas Untung (52), pemilik ruko yang tidak jauh dari TPS, Sabtu (14/5). Dulunya TPS ini ada di perempatan terminal bis Wangon, tuturnya lebih lanjut, tapi entah kenapa kok sekarang berpindah di lokasi utara Pos Jaga Lalu Lintas Perempatan Wangon. Padahal setiap bulan masyarakat harus membayar retribusi sampah sebesar Rp 25.000 setiap rumah atau toko yang ada di Wangon.
Sementara itu, Camat Wangon, Budi Santoso, mengakui di wilayah Kecamatan Wangon tidak ada TPS, sehingga dirinya juga memohon ke Dinas Cipta Karya agar lebih cepat lagi dalam pengangkutan sampahnya.
“Untuk kedepannya ada dua solusi yang sedang di usulkan pihak kami selaku camat. Yang pertama sesegera mungkin lahan kosong milik pemda Banyumas di Desa Randegan agar bisa di manfaatkan sebagai TPS. Selain itu adanya gagasan ide dari warga Desa Kelapa Gading bernama Guruh Darmawanto yang menciptakan alat Reaktor Pemusnah Sampah atau Gasifikasi yang di usulkan ke Bupati bisa terealisasi. Tapi sampai sekarang belum ada respon dari jajaran instansi terkait mengenai alat ini,”kata Budi Santoso. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar