Langsung ke konten utama

Bupati Belum Respon Terhadap Alat Pemusnah Sampah


Quote siagaindonesia.com :
Bupati Belum Respon Terhadap Alat Pemusnah Sampah
Seiring dengan melajunya waktu dan berkembangnya penduduk, naiknya volume sampah jauh melebihi kapasitas sarana dan prasarana Dinas Kebersihan Kota. Akibatnya banyak warga yang mencari jalan keluar sendiri dengan membakarnya, atau malah membuang sendiri kesungai yang tentunya bukanlah jalan keluar yang baik, karena akan lebih memperparah kerusakan lingkungan.
Lebih parahnya lagi, ada warga di sejumlah titik perkotaan yang menjadikan tepian jalan sebagai tempat pembuangan sampah sementara atau TPS. Selain merusak pemandangan keindahan kota, juga menimbulkan masalah bau busuk yang menyengat.
“Penumpukkan sampah penduduk yang menjadikan tepian jalan raya sebagai TPS bisa di lihat di utara Pos Lantas Kecamatan Wangon. Padahal di lokasi ini banyak pertokoan dan pedagang PKL makanan yang tentunya menjadikan kurang sehatnya makanan karena banyak lalat berterbangan,”jelas Untung (52), pemilik ruko yang tidak jauh dari TPS, Sabtu (14/5). Dulunya TPS ini ada di perempatan terminal bis Wangon, tuturnya lebih lanjut, tapi entah kenapa kok sekarang berpindah di lokasi utara Pos Jaga Lalu Lintas Perempatan Wangon. Padahal setiap bulan masyarakat harus membayar retribusi sampah sebesar Rp 25.000 setiap rumah atau toko yang ada di Wangon.
Sementara itu, Camat Wangon, Budi Santoso, mengakui di wilayah Kecamatan Wangon tidak ada TPS, sehingga dirinya juga memohon ke Dinas Cipta Karya agar lebih cepat lagi dalam pengangkutan sampahnya.
“Untuk kedepannya ada dua solusi yang sedang di usulkan pihak kami selaku camat. Yang pertama sesegera mungkin lahan kosong milik pemda Banyumas di Desa Randegan agar bisa di manfaatkan sebagai TPS. Selain itu adanya gagasan ide dari warga Desa Kelapa Gading bernama Guruh Darmawanto yang menciptakan alat Reaktor Pemusnah Sampah atau Gasifikasi yang di usulkan ke Bupati bisa terealisasi. Tapi sampai sekarang belum ada respon dari jajaran instansi terkait mengenai alat ini,”kata Budi Santoso. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…