Langsung ke konten utama

Asuransi UTP Ditarget 15 Ribu Hektare

Quote suaramerdeka.com :
 PTAsuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo Cabang Purwokerto sampai akhir tahun ini menargetkan asuransi usaha tani padi (UTP) untuk tanaman seluas 15.000 hektare (ha) dan asuransi ternak untuk 1.000 ekor sapi.
Kepala Cabang Jasindo Purwokerto, Adang Nuryadi mengatakan, sampai saat ini asuransi UTPdi wilayah kerjanya mencapai 6.000 ha dan asuransi ternak sapi sekitar 470 ekor, meliputi ternak sapi di Kabupaten Kebumen 300 ekor, Cilacap 150 ekor di Banyumas 24 ekor.
”Respons masyarakat terhadap asuransi sudah bagus. Ketika kami mengedukasi asuransi usaha tani dan ternak, mereka langsung mendaftar,” katanya saat ditemui usai sosialisasi asuransi di Desa Limpakuwus, Sumbang, Selasa (25/10).
Dia mengatakan asuransi UTP dan ternak sapi serta asuransi nelayan merupakan program asuransi bersubsidi dari pemerintah. Premi asuransi UTP sebenarnya Rp 180.000 ha per musim tanam. Namun, petani mendapat subsidi 80 persen, sehingga mereka hanya membayar Rp 36.000 per ha, begitu pula dengan premi ternak sapi yang seharusnya dibayar Rp 200.000, petani menerima subsidi pemerintah 80 persen sehingga hanya membayar Rp 40.000 per tahun.
”Kalau untuk asuransi nelayan malah disubsidi 100 persen,” ujar dia. Adang menjelaskan, asuransi UTPuntuk memproteksi gagal panen akibat kebanjiran, kekeringan dan serangan hama dan penyakit. Sedangkan asuransi ternak sapi untuk menjamin kematian, kehilangan dan sakit. ”Sampai sekarang kami sudah membayar klaim untuk asuransi UTP hampir Rp 100 juta,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua kelompok tani di Desa Limpakuwus, Sugiarto mengatakan potensi di desa yang berada di wilayah selatan lereng Gunung Slamet itu memiliki potensi holtikultura, sehingga perusahaan asuransi seharusnya dapat memproteksi para petani holtikultura. ”Di sini banyak petani cabai, tomat dan lain-lain tapi belum ada asuransi yang melirik kami,” ujar dia.
Menanggapi hal tersebut, Adang mengatakan untuk program asuransi bersubsidi dari pemerintah saat ini baru mengcover asuransi untuk tanaman padi, ternak sapi dan nelayan. ”Saat ini pemerintah baru sebatas padi, tapi asuransi holtikultura ini sebagai masukan kami untuk bisa diusulkan ke pusat,” ujar dia. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…