Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Jumat, 28 Oktober 2016

Asuransi UTP Ditarget 15 Ribu Hektare

Quote suaramerdeka.com :
 PTAsuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo Cabang Purwokerto sampai akhir tahun ini menargetkan asuransi usaha tani padi (UTP) untuk tanaman seluas 15.000 hektare (ha) dan asuransi ternak untuk 1.000 ekor sapi.
Kepala Cabang Jasindo Purwokerto, Adang Nuryadi mengatakan, sampai saat ini asuransi UTPdi wilayah kerjanya mencapai 6.000 ha dan asuransi ternak sapi sekitar 470 ekor, meliputi ternak sapi di Kabupaten Kebumen 300 ekor, Cilacap 150 ekor di Banyumas 24 ekor.
”Respons masyarakat terhadap asuransi sudah bagus. Ketika kami mengedukasi asuransi usaha tani dan ternak, mereka langsung mendaftar,” katanya saat ditemui usai sosialisasi asuransi di Desa Limpakuwus, Sumbang, Selasa (25/10).
Dia mengatakan asuransi UTP dan ternak sapi serta asuransi nelayan merupakan program asuransi bersubsidi dari pemerintah. Premi asuransi UTP sebenarnya Rp 180.000 ha per musim tanam. Namun, petani mendapat subsidi 80 persen, sehingga mereka hanya membayar Rp 36.000 per ha, begitu pula dengan premi ternak sapi yang seharusnya dibayar Rp 200.000, petani menerima subsidi pemerintah 80 persen sehingga hanya membayar Rp 40.000 per tahun.
”Kalau untuk asuransi nelayan malah disubsidi 100 persen,” ujar dia. Adang menjelaskan, asuransi UTPuntuk memproteksi gagal panen akibat kebanjiran, kekeringan dan serangan hama dan penyakit. Sedangkan asuransi ternak sapi untuk menjamin kematian, kehilangan dan sakit. ”Sampai sekarang kami sudah membayar klaim untuk asuransi UTP hampir Rp 100 juta,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua kelompok tani di Desa Limpakuwus, Sugiarto mengatakan potensi di desa yang berada di wilayah selatan lereng Gunung Slamet itu memiliki potensi holtikultura, sehingga perusahaan asuransi seharusnya dapat memproteksi para petani holtikultura. ”Di sini banyak petani cabai, tomat dan lain-lain tapi belum ada asuransi yang melirik kami,” ujar dia.
Menanggapi hal tersebut, Adang mengatakan untuk program asuransi bersubsidi dari pemerintah saat ini baru mengcover asuransi untuk tanaman padi, ternak sapi dan nelayan. ”Saat ini pemerintah baru sebatas padi, tapi asuransi holtikultura ini sebagai masukan kami untuk bisa diusulkan ke pusat,” ujar dia. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar