Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Senin, 31 Oktober 2016

Festival Egrang Kalibagor

Quote suaramerdeka.com :
SM/Dian Aprilianingrum BERJALAN DENGAN EGRANG: Sejumlah warga mengikuti kirab dengan berjalan menggunakan egrang pada acara Festival Egrang di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Sabtu (29/10).
SM/Dian Aprilianingrum
BERJALAN DENGAN EGRANG: Sejumlah warga mengikuti kirab dengan berjalan menggunakan egrang pada acara Festival Egrang di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Sabtu (29/10).
Pemerintah Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor menggelar festival egrang, Sabtu (29/10). Kegiatan tersebut diikuti sedikitnya 542 peserta dari berbagai usia yang berasal dari 54 RT di desa tersebut. Peserta mengambil start di depan Kantor Kecamatan Kalibagor dan finish di lapangan desa dengan jarak tempuh sekitar satu kilometer.
Festival yang dihadiri Bupati Banyumas Achmad Husein ini menarik ribuan pasang mata menyaksikan kegiatan tersebut. Ketua panitia, Tri Hatmadiyanta mengatakan, festival egrang merupakan rangkaian dari peringatan gerebeg Suran. Dalam kegiatan tersebut juga diarak gunungan hasil bumi dan dilanjutkan pagelaran wayang kulit pada malam harinya.
“Festival Egrang ini digelar karena kami ingin menggugah budaya lama yang hampir hilang. Saat ini banyak generasi muda yang tidak mengetahui egrang. Antusiasme masyarakat ternyata sangat luar biasa,” kata dia.
Dia menjelaskan, panitia menerapkan tiga kriteria penilaian terhadap setiap regu, yakni kekompakan, keserasian, dan keutuhan. Juara pertama berhak mendapatkan uang pembinaan Rp 1 juta, kedua Rp 750.000 dan ketiga Rp 500.000 sedangkan juara harapan Rp 250.000.
“Dengan melihat antusiasme masyarakat, kami akan memrogramkan kegiatan ini digelar dua tahun sekali, sehingga nanti persiapannya lebih matang dan lebih meriah. Festival tahun ini direncanakan panitia selama satu bulan,” ujar dia. Sementara itu, Camat Kalibagoro, Siswoyo mengatakan, akan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan ke depan. “Egrang merupakan kegiatan yang sudah lazim dilaksanakan masyarakat dahulu, sekarang kelihatannya mulai ditinggalkan. Ke depan kami berupaya akan terus melestarikannnya, dengan mengembangkan pelaksanaan festival agar lebih menarik,” kata dia.
Menurut rencana kegiatan festival akan dibuat lebih menarik dengan petunjukkan permaian tradisional lainnya. Selain itu tidak menutup kemungkinan akan dibuat atraksi menggunakan egrang yang dibuat sedemikian rupa. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar