Langsung ke konten utama

Festival Egrang Kalibagor

Quote suaramerdeka.com :
SM/Dian Aprilianingrum BERJALAN DENGAN EGRANG: Sejumlah warga mengikuti kirab dengan berjalan menggunakan egrang pada acara Festival Egrang di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Sabtu (29/10).
SM/Dian Aprilianingrum
BERJALAN DENGAN EGRANG: Sejumlah warga mengikuti kirab dengan berjalan menggunakan egrang pada acara Festival Egrang di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Sabtu (29/10).
Pemerintah Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor menggelar festival egrang, Sabtu (29/10). Kegiatan tersebut diikuti sedikitnya 542 peserta dari berbagai usia yang berasal dari 54 RT di desa tersebut. Peserta mengambil start di depan Kantor Kecamatan Kalibagor dan finish di lapangan desa dengan jarak tempuh sekitar satu kilometer.
Festival yang dihadiri Bupati Banyumas Achmad Husein ini menarik ribuan pasang mata menyaksikan kegiatan tersebut. Ketua panitia, Tri Hatmadiyanta mengatakan, festival egrang merupakan rangkaian dari peringatan gerebeg Suran. Dalam kegiatan tersebut juga diarak gunungan hasil bumi dan dilanjutkan pagelaran wayang kulit pada malam harinya.
“Festival Egrang ini digelar karena kami ingin menggugah budaya lama yang hampir hilang. Saat ini banyak generasi muda yang tidak mengetahui egrang. Antusiasme masyarakat ternyata sangat luar biasa,” kata dia.
Dia menjelaskan, panitia menerapkan tiga kriteria penilaian terhadap setiap regu, yakni kekompakan, keserasian, dan keutuhan. Juara pertama berhak mendapatkan uang pembinaan Rp 1 juta, kedua Rp 750.000 dan ketiga Rp 500.000 sedangkan juara harapan Rp 250.000.
“Dengan melihat antusiasme masyarakat, kami akan memrogramkan kegiatan ini digelar dua tahun sekali, sehingga nanti persiapannya lebih matang dan lebih meriah. Festival tahun ini direncanakan panitia selama satu bulan,” ujar dia. Sementara itu, Camat Kalibagoro, Siswoyo mengatakan, akan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan ke depan. “Egrang merupakan kegiatan yang sudah lazim dilaksanakan masyarakat dahulu, sekarang kelihatannya mulai ditinggalkan. Ke depan kami berupaya akan terus melestarikannnya, dengan mengembangkan pelaksanaan festival agar lebih menarik,” kata dia.
Menurut rencana kegiatan festival akan dibuat lebih menarik dengan petunjukkan permaian tradisional lainnya. Selain itu tidak menutup kemungkinan akan dibuat atraksi menggunakan egrang yang dibuat sedemikian rupa. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…