Langsung ke konten utama

Pedagang Terapkan Manajemen Ritel

Quote suaramerdeka.com :
Para pedagang kecil atau pemilik warung binaan Alfamart di Banyumas mulai menerapkan manajemen ritel. Bahkan, mereka mampu memberikan pelayanan untuk kepuasan pelanggan.
Menurut Member Relations Manager Alfamart, Saryadi, banyak kemajuan para pdagang mitra binaannya, di antaranya mereka sudah mampu menata produk agar menarik minat konsumen dan mengelola barang dengan cara first in, first out (pertama masuk, pertama keluar).
”Pelayanan para pedagang kecil mengelola tokonya sudah lebih baik, bahkan mereka makin produktif,” ujar dia. Pembinaan kepada para pedagang kecil yang dilakukan Alfamart, sambung dia, untuk mengubah pola pikir dari cara warung tradisional ke warung modern. ”Ini bentuk perbaikan layanan warung. Para pembeli juga mengambil barang sendiri yang dibeli,” katanya.
Didorong Maju
Meskipun demikian, terdapat satu hal yang terus didorong agar mereka mampu mengelola usahanya dengan baik, yaitu cara melakukan administrasi cash flow, agar mereka bisa memisahkan antara uang untuk usaha dan uang pribadi.
”Kami berupaya mengedukasi supaya mereka mampu menyusun administrasi transaksi usahanya,” ujar Saryadi. Government Relation Sernior Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Faturrahman, mengatakan, Alfamart rutin menggelar sharing ilmu pengetahuan tentang manajemen ritel agar pedagang kecil mampu bersaing.
”Kami memiliki teoretis yang dapat diterapkan oleh para pedagang kecil. Kami ingin mereka maju juga, apalagi sekarang sedang menghadapi persaingan yang makin kompetitif,” katanya. Lebih lanjut dia mengatakan, melalui pembinaan manajemen ritel, Alfamart menjalin kemitraan dengan para pedagang tersebut. Mitra ini diharapkan terus bertambah.
”Seharusnya kantor cabang menjalankan pelatihan manajemen ritel setiap bulan, sehingga jumlah mitra akan terus berkembang,” katanya. Dia menyebutkan, sampai saat ini mitra di Banyumas jumlahnya mencapai 834 pelaku usaha.
Keuntungan menjadi mitra antara lain dapat langsung order barang dagangan ketika persediaan habis dengan harga khusus bagi member pedagang. ”Pada saat barang habis, mereka cukup pesan melalui pesan singkat dan telepon ke Alfamart. Ini sangat memudahkan mitra mendapat pasokan barang,” katanya.
Berita sebelumnya ....

Pedagang Kecil Dilatih Manajemen Ritel


Puluhan pedagang kecil di Purwokerto mengikuti pelatihan manajemen ritel yang digelar Alfamart, di Pendapa Wakil Bupati Banyumas, Kamis (27/10). Materi yang disampaikan dalam pelatihan ritel modern antara lain tentang manajemen penataan barang, pengaturan persediaan barang, manajemen keuangan, serta tips menangani tren pasar terkait produk yang sedang diminati.
Government Relation Sernior Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Faturrahman, mengatakan, pelatihan ini bentuk komitmen Alfamart semenjak ada persepsi bahwa kehadiran toko modern mematikan pedagang kecil.
”Kami menepis dengan program Alfamart Smes. Program ini khusus memberikan pendidikan kepada pelaku UMKM dan IKM. Kami bukan pesaing, tapi menjadikan mereka mitra. Kami ingin sesama mitra untuk maju bersama membangun perekonomian bangsa,” katanya.
Jadikan Harga Stabil
Selain itu, kemitraan yang dibangun Alfamart ini untuk menjadikan harga jual di tingkat pedagang kecil stabil. Antara satu pedagang dan pedagang lain menjual produk dengan harga serupa. ”Dulu antara warung satu dan lain yang jaraknya 200 meter saja harganya sudah berbeda.
Nah kemitraan ini untuk menjaga keseimbangan,” katanya. Branch Manager Alfamart Cilacap, Andy Prastijono, menambahkan, pelatihan yang melibatkan para pelaku UMKM digelar secara rutin setiap bulan secara bergantian di wilayah yang memiliki jaringan toko Alfamart.
Tujuannya, kata dia, mengajak para pelaku UMKM khususnya yang memiliki bisnis ritel, untuk memahami manajemen ritel modern. Ritel tradisional dan ritel modern sudah saatnya tumbuh berdampingan. ”Keduanya harus bersinergi,” tegasnya. Dia mengatakan, bentuk sinergi yang dilakukan Alfamart dengan peritel tradisional melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA).
Program tersebut dijalankan dalam dua bentuk. Pertama, memberi pelatihan menajemen ritel. Kedua, menyediakan layanan pesan antar barang dagangan dengan harga khusus bagi member pedagang OBA. ”Kami juga melakukan bedah warung bagi member terpilih,” katanya.
Hal ini sejalan dengan visi perusahaan, yaitu menjadikan jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pedagang kecil. Pedagang ritel tradisional perlu dibekali dengan ilmu pengetahuan ritel modern, agar memiliki daya saing. Kepala Dinperindagkop Banyumas Yuniyanto mengatakan, para pelaku UMKM diminta untuk mendaftarkan legalitas usahanya ke Dinperindagkop. Hal ini untuk memudahkan pendataan jumlah usaha di Banyumas.
”Dinperindagkop memiliki salah satu fungsi yaitu melakukan pembinaan kepada UMKM. Jadi, ketika usahanya terdaftar, dapat memudahkan pelaku untuk mendapat pembinaan,” katanya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…