Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Jumat, 28 Oktober 2016

Pedagang Terapkan Manajemen Ritel

Quote suaramerdeka.com :
Para pedagang kecil atau pemilik warung binaan Alfamart di Banyumas mulai menerapkan manajemen ritel. Bahkan, mereka mampu memberikan pelayanan untuk kepuasan pelanggan.
Menurut Member Relations Manager Alfamart, Saryadi, banyak kemajuan para pdagang mitra binaannya, di antaranya mereka sudah mampu menata produk agar menarik minat konsumen dan mengelola barang dengan cara first in, first out (pertama masuk, pertama keluar).
”Pelayanan para pedagang kecil mengelola tokonya sudah lebih baik, bahkan mereka makin produktif,” ujar dia. Pembinaan kepada para pedagang kecil yang dilakukan Alfamart, sambung dia, untuk mengubah pola pikir dari cara warung tradisional ke warung modern. ”Ini bentuk perbaikan layanan warung. Para pembeli juga mengambil barang sendiri yang dibeli,” katanya.
Didorong Maju
Meskipun demikian, terdapat satu hal yang terus didorong agar mereka mampu mengelola usahanya dengan baik, yaitu cara melakukan administrasi cash flow, agar mereka bisa memisahkan antara uang untuk usaha dan uang pribadi.
”Kami berupaya mengedukasi supaya mereka mampu menyusun administrasi transaksi usahanya,” ujar Saryadi. Government Relation Sernior Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Faturrahman, mengatakan, Alfamart rutin menggelar sharing ilmu pengetahuan tentang manajemen ritel agar pedagang kecil mampu bersaing.
”Kami memiliki teoretis yang dapat diterapkan oleh para pedagang kecil. Kami ingin mereka maju juga, apalagi sekarang sedang menghadapi persaingan yang makin kompetitif,” katanya. Lebih lanjut dia mengatakan, melalui pembinaan manajemen ritel, Alfamart menjalin kemitraan dengan para pedagang tersebut. Mitra ini diharapkan terus bertambah.
”Seharusnya kantor cabang menjalankan pelatihan manajemen ritel setiap bulan, sehingga jumlah mitra akan terus berkembang,” katanya. Dia menyebutkan, sampai saat ini mitra di Banyumas jumlahnya mencapai 834 pelaku usaha.
Keuntungan menjadi mitra antara lain dapat langsung order barang dagangan ketika persediaan habis dengan harga khusus bagi member pedagang. ”Pada saat barang habis, mereka cukup pesan melalui pesan singkat dan telepon ke Alfamart. Ini sangat memudahkan mitra mendapat pasokan barang,” katanya.
Berita sebelumnya ....

Pedagang Kecil Dilatih Manajemen Ritel


Puluhan pedagang kecil di Purwokerto mengikuti pelatihan manajemen ritel yang digelar Alfamart, di Pendapa Wakil Bupati Banyumas, Kamis (27/10). Materi yang disampaikan dalam pelatihan ritel modern antara lain tentang manajemen penataan barang, pengaturan persediaan barang, manajemen keuangan, serta tips menangani tren pasar terkait produk yang sedang diminati.
Government Relation Sernior Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Faturrahman, mengatakan, pelatihan ini bentuk komitmen Alfamart semenjak ada persepsi bahwa kehadiran toko modern mematikan pedagang kecil.
”Kami menepis dengan program Alfamart Smes. Program ini khusus memberikan pendidikan kepada pelaku UMKM dan IKM. Kami bukan pesaing, tapi menjadikan mereka mitra. Kami ingin sesama mitra untuk maju bersama membangun perekonomian bangsa,” katanya.
Jadikan Harga Stabil
Selain itu, kemitraan yang dibangun Alfamart ini untuk menjadikan harga jual di tingkat pedagang kecil stabil. Antara satu pedagang dan pedagang lain menjual produk dengan harga serupa. ”Dulu antara warung satu dan lain yang jaraknya 200 meter saja harganya sudah berbeda.
Nah kemitraan ini untuk menjaga keseimbangan,” katanya. Branch Manager Alfamart Cilacap, Andy Prastijono, menambahkan, pelatihan yang melibatkan para pelaku UMKM digelar secara rutin setiap bulan secara bergantian di wilayah yang memiliki jaringan toko Alfamart.
Tujuannya, kata dia, mengajak para pelaku UMKM khususnya yang memiliki bisnis ritel, untuk memahami manajemen ritel modern. Ritel tradisional dan ritel modern sudah saatnya tumbuh berdampingan. ”Keduanya harus bersinergi,” tegasnya. Dia mengatakan, bentuk sinergi yang dilakukan Alfamart dengan peritel tradisional melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA).
Program tersebut dijalankan dalam dua bentuk. Pertama, memberi pelatihan menajemen ritel. Kedua, menyediakan layanan pesan antar barang dagangan dengan harga khusus bagi member pedagang OBA. ”Kami juga melakukan bedah warung bagi member terpilih,” katanya.
Hal ini sejalan dengan visi perusahaan, yaitu menjadikan jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pedagang kecil. Pedagang ritel tradisional perlu dibekali dengan ilmu pengetahuan ritel modern, agar memiliki daya saing. Kepala Dinperindagkop Banyumas Yuniyanto mengatakan, para pelaku UMKM diminta untuk mendaftarkan legalitas usahanya ke Dinperindagkop. Hal ini untuk memudahkan pendataan jumlah usaha di Banyumas.
”Dinperindagkop memiliki salah satu fungsi yaitu melakukan pembinaan kepada UMKM. Jadi, ketika usahanya terdaftar, dapat memudahkan pelaku untuk mendapat pembinaan,” katanya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar