Langsung ke konten utama

Daun Nyangku, Pembungkus Makanan yang Dilestarikan

DAUN NYANGKU : Pegiat KWT Kecamatan Purwojati Sri Aningsih menunjukkan menu nasyek yang dikemas menggunakan daun nyangku

Quote suaramerdeka.com :
PLASTIK saat ini memiliki peranan penting dalam menunjang aktivitas manusia. Sebab hampir setiap aktivitas manusia saat ini, selalu bersinggungan dengan plastik, baik sebagai bahan kemasan makanan, minuman, sampai sebagai bahan bangunan. Namun, seperti diketahui, ternyata plastik juga memiliki dampak buruk terhadap lingkungan, karena sifatnya yang sulit terurai.
Menyadari kondisi itu, Kementerian Lingkungan Hidup mengeluarkan kebijakan kantung plastik berbayar untuk mengurangi penggunaan plastik. Tidak hanya pemerintah, sebagian masyarakat, juga telah memulai upaya mengurangi penggunaan bahan plastik dalam aktivitas sehari-hari.
Satu di antara sekian warga yang telah memulai upaya pengurangan penggunaan bahan plastik adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Kecamatan Purwojati, Banyumas. Menurut salah satu pegiat KWT Kecamatan Purwojati Sri Aningsih, upaya pengurangan penggunaan plastik, diwujudkan dalam penggunaan bahan-bahan alami sebagai pembungkus makanan.
”Di sekitar tempat tinggal kami masih banyak dedaunan yang bisa digunakan sebagai pembungkus makanan, oleh sebab itu, kebiasaan yang telah dilakukan sejak nenek moyang dahulu ini terus kami lestarikan,” jelasnya kepada Suara Merdeka, saat mengikuti lomba kreasi menu nonberas, pekan lalu.
Ia mengatakan, jenis daun yang dapat digunakan sebagai pembungkus makanan menurutnya cukup beragam. Selain daun pisang, dan daun jati, menurutnya ada jenis daun lain yang juga dapat digunakan sebagai pembungkus makanan, salah satunya daun nyangku.
”Daun nyangku ini tumbuh liar di hutan, bentuk tanamannya mirip seperti tanaman ganyong,” jelasnya.
Pembungkus Tempe
Kendati belum sepopuler daun pisang dan daun jati sebagai pembungkus makanan, menurutnya daun nyangku memiliki beberapa kelebihan. Di antaranya yakni bentuknya yang memiliki nilai estetika tersendiri ketika digunakan sebagai pembungkus makanan. Selain itu, ketika digunakan sebagai pembungkus makanan, daun ini juga tidak mempengaruhi rasa makanan.
”Pengaplikasian daun nyangku, biasanya digunakan sebagai pembungkus tempe. Tapi kali ini kami aplikasikan sebagai pembungkus menu nasyek, atau nasi oyek,” ungkapnya. Lebih lanjut ia mengatakan, bentuk tulang daun nyangku yang memanjang, membuat daun itu cukup kuat sebagai pembungkus makanan.
Tak hanya itu, tulang daun itulah yang memberikan sentuhan estetika tersendiri. Dengan segala kelebihannya itu, ia berharap penggunaan daun nyangku dapat ikut andil dalam pengurangan penggunaan kemasan plastik. ”Plastik itu susah terurai, belum lagi ada jenis plastik yang berbahaya jika dipakai membungkus makanan, lebih aman pakai daun ini (nyangku),” imbuhnya. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…