Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Selasa, 11 Oktober 2016

Diversifikasi Madrasah Beri Nilai Tambah

Quote suaramerdeka.com

Kebijakan diversifikasi (penganekaragaman) jenis madrasah sesuai dengan potensi yang dimiliki, dinilai dapat memberikan nilai tambah, sehingga bakal menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke sana. Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purwokerto 2, Muslikh mengatakan, banyak bentuk-bentuk diversifikasi madrasah.
Salah satunya, madrasah yang memiliki kekhususan dengan menyelenggarakan program keterampilan bagi peserta didik. Keberadaan program keterampilan di luar mata pelajaran utama tersebut secara tidak langsung akan memberi nilai positif bagi madrasah, sehingga menjadi daya tarik.
Hal ini juga telah diterapkan di MAN Purwokerto 2 dengan menyelenggarakan program keterampilan bagi peserta didik. Dengan mengikuti program ini, lanjut dia, diharapkan setelah lulus sekolah, mereka memiliki kemampuan keterampilan yang bisa berguna bagi mereka.
”Tidak dipungkiri sebagian dari lulusan ada yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Meski demikian, ada pula yang tidak melanjutkan sekolah, tetapi bekerja atau berwirausaha sendiri. Oleh karena itu, dengan adanya pemberian bekal keterampilan melalui program itu, mereka akan lebih siap untuk kerja atau berwirausaha,” jelas dia.
Ada beberapa program keterampilan yang diselenggarakan, mulai dari tata busana, arsitektur, furnitur, akuntasi, komputer, elektro rumah tangga, dan keterampilan memperbaiki alat pendingin ruangan. Bahkan ke depan rencananya akan menyelenggarakan program keterampilan tata boga. Menurut dia, dukungan pemerintah kepada madrasah yang menyelenggarakan program keterampilan bagi peserta didik cukup besar.
Hal ini dibuktikan dengan adanya pemberian bantuan peralatan untuk mendukung program keterampilan. ”Kendati demikian diakui sejak beberapa tahun lalu pemberian bantuan tersebut telah disetop, sehingga untuk saat ini terpaksa dilakukan secara mandiri,” terangnya.
Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, Bambang Sucipto melalui Kasi Pendidikan Madrasah, Ibnu Asaduddin, mengatakan, sejumlah Madrasah Aliyah di Banyumas sudah melakukan langkah menuju diversifikasi.
Salah satunya MAN Purwokerto 2 yang menggelar program keterampilan. Untuk bisa menyelenggarakan program keterampilan, lanjut dia, madrasah harus mengajukan izin ke Kemenag Pusat. Pemerintah Pusat akan melakukan pengkajian dan verifikasi terkait kesiapan dari madrasah. ”Seluruh madrasah baik negeri maupun swasta dipersilakan membuka program keterampilan.
Kendati demikian, madrasah tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan, mulai dari ketersediaan ruangan, tenaga pengajar hingga peralatan yang dibutuhkan untuk praktik,” tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar