Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Rabu, 19 Oktober 2016

Kondisi Sungai Logawa Kritis

Quote suaramerdeka.com :
Sepanjang aliran Sungai Logawa tidak diperbolehkan untuk kegiatan penambangan pasir dan batu, khususnya yang menggunakan alat berat. Pasalnya kondisi sungai saat ini dinilai sudah kritis.
“Kondisi Sungai Logawa saya rasa sudah kritis, apalagi kalau (penambangan pasir dan batu) menggunakan alat berat,” kata Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSSO), Bambang Sumadyo, kemarin. Sungai Logawa berhulu di barat Gunung Slamet tepatnya di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng. Aliran sungai tersebut memiliki panjang sekitar 25 kilometer yang melintasi Kecamatan Kedungbanteng, Cilongok hingga Patikraja.
Seperti diberitakan, tim gabungan dari BBWSSO dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Banyumas, Selasa (11/10) pekan lalu, mengecek dua lokasi penambangan batu dan pasir liar di aliran Sungai Logawa. Masing-masing di Desa Jipang dan Desa Babakan, Kecamatan Karanglewas. Di Desa Jipang, tim tidak mendapati aktivitas penambangan.
Sebuah alat berat yang biasanya digunakan tergeletak di sisi sungai. Sedangkan di Desa Babakan, tim mendapati aktivitas penambangan oleh warga. Terkait dengan hal itu, lanjut dia, pihaknya akan melayangkan surat teguran tertulis pertama. Pemilik juga diminta bertanggungjawab mengembalikan kondisi sungai seperti semula sebelum adanya kegiatan penambangan.
Berdampak Negatif
Menurutnya kegiatan penambangan liar di dua lokasi tersebut akan berdampak negatif. Kerusakan lingkungan akibat kegiatan penambangan tersebut juga sudah mulai terlihat dengan longsornya tebing di sisi sungai. “Pemberian sanksi sedang dalam proses ke atasan, karena kegiatan penambangan yang dilakukan di ruang sungai itu tidak berizin. Mudah-mudahan pemilik mengerti, dan segera menghentikan kegiatan penambangan,” ujar dia.
Apabila surat teguran pertama tidak diindahkan, pihaknya akan melayangkan surat teguran hingga tiga kali. “Nanti kami lihat dulu, setelah teguran tertulis pertama biasanya ada koordinasi dengan pemilik, apakah akan mengurus izin atau menghentikan kegiatan,” kata dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar