Langsung ke konten utama

Kondisi Sungai Logawa Kritis

Quote suaramerdeka.com :
Sepanjang aliran Sungai Logawa tidak diperbolehkan untuk kegiatan penambangan pasir dan batu, khususnya yang menggunakan alat berat. Pasalnya kondisi sungai saat ini dinilai sudah kritis.
“Kondisi Sungai Logawa saya rasa sudah kritis, apalagi kalau (penambangan pasir dan batu) menggunakan alat berat,” kata Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSSO), Bambang Sumadyo, kemarin. Sungai Logawa berhulu di barat Gunung Slamet tepatnya di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng. Aliran sungai tersebut memiliki panjang sekitar 25 kilometer yang melintasi Kecamatan Kedungbanteng, Cilongok hingga Patikraja.
Seperti diberitakan, tim gabungan dari BBWSSO dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Banyumas, Selasa (11/10) pekan lalu, mengecek dua lokasi penambangan batu dan pasir liar di aliran Sungai Logawa. Masing-masing di Desa Jipang dan Desa Babakan, Kecamatan Karanglewas. Di Desa Jipang, tim tidak mendapati aktivitas penambangan.
Sebuah alat berat yang biasanya digunakan tergeletak di sisi sungai. Sedangkan di Desa Babakan, tim mendapati aktivitas penambangan oleh warga. Terkait dengan hal itu, lanjut dia, pihaknya akan melayangkan surat teguran tertulis pertama. Pemilik juga diminta bertanggungjawab mengembalikan kondisi sungai seperti semula sebelum adanya kegiatan penambangan.
Berdampak Negatif
Menurutnya kegiatan penambangan liar di dua lokasi tersebut akan berdampak negatif. Kerusakan lingkungan akibat kegiatan penambangan tersebut juga sudah mulai terlihat dengan longsornya tebing di sisi sungai. “Pemberian sanksi sedang dalam proses ke atasan, karena kegiatan penambangan yang dilakukan di ruang sungai itu tidak berizin. Mudah-mudahan pemilik mengerti, dan segera menghentikan kegiatan penambangan,” ujar dia.
Apabila surat teguran pertama tidak diindahkan, pihaknya akan melayangkan surat teguran hingga tiga kali. “Nanti kami lihat dulu, setelah teguran tertulis pertama biasanya ada koordinasi dengan pemilik, apakah akan mengurus izin atau menghentikan kegiatan,” kata dia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…