Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Selasa, 04 Oktober 2016

1.000 Siswa Mewarnai Batik

Quote suaramerdeka.com :
Dalam rangka memperingati Hari Batik, kemarin SMA 1 Sokaraja menggelar kegiatan mencolet (mewarnai) batik massal di sekolah. Kegiatan itu diikuti sedikitnya 1.000 orang yang terdiri atas siswa, guru dan karyawan.
Guru Batik SMA 1 Sokaraja, Heru Santoso, menjelaskan mencolet merupakan rangkaian dari proses pembuatan batik. Diawali dengan membuat motif batik, kemudian dilanjutkan dengan mencolet untuk memberi warna pada pola batik tersebut.
“Kegiatan mencolet ini dilakukan di kain sepanjang 180 meter yang dibagi menjadi beberapa bagian, masing-masing sepanjang 15 meter. batik yang kami buat ini terdiri dari empat warna, yakni merah, kuning, hijau dan biru,” katanya. Adapun jenis motif batik yang dibuat terdiri atas motif mendoan, pisang setundun, pohon kelapa dan padi.
Menurutnya hampir sebagian besar motif yang dibuat tersebut murni dari hasil kreasi para siswa. “Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreatifitas anakanak. Hasil karya anak-anak ini biasanya akan dibeli para guru.
Guru dan karyawan di sini menggunakan batik karya para siswa,” ujar dia. Dia mengatakan rangkaian kegiatan peringatn Hari Batik telah dimulai sejak Rabu (28/9) pekan lalu. Diawali dengan lomba mural batik, kerajinan tangan dan membuat desain motif batik. Kemudian lomba fashion dan pemilihan duta batik.
Istri Bupati Banyumas, Ny Erna Husein yang hadir dalam acara tersebut mengaku bangga dengan kreativitas anak-anak. Dia berharap ke depan para siswa dapat turut melestarikan dan mengenalkan batik Banyumasan. “Saya bangga sekali dengan batik, khususnya batik banyumasan.
Dengan digelarnya peringatan Hari Batik ini, ke depan harapan saya anak-anak lebih cinta terhadap batik dengan berbagai model yang disuaki anak-anak,” kata dia.
Menurutnya, perekmbangan batik banyumasan saat ini terus tumbuh. Dahulu perajin batik Banyumas hanya segelintir orang, namun sekarang telah tumbuh di beberapa kecamatan.
Selain Kecamatan Sokaraja dan Banyumas, bermunculan pengrajin di Cilongok, Sumpiuh, Karanglewas dan lainnya. “Penghargaan tingkat kabupaten dan nasional yang telah diraih SMA 1 Sokaraja menunjukkan sekolah ini serius untuk mnemgembangkan wirausaha batik,” ujar dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar