Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 04 Januari 2016

Akses Jalan Tembus Kebun Raya Baturraden

Disiapkan Akses Jalan Tembus ke Kebun Raya Baturraden

7 Januari 2016,suaramerdeka.com -
Pemerintah Provinsi Jateng dan Pemkab Banyumas tengah menjajaki kerjasama pembuatan akses jalan atau jalan tembus dari Lokawisata Baturraden (milik pemkab) menuju Kebun Raya Baturraden (dikelola provinsi). Jika teralisasi, akses jalan lebih dekat, lebih mudah dan bisa menambah referensi wahana wisata dan daya tarik tersendiri bagi pengunjung lokawisata di kompleks kawasan wisata terpadu lereng Gunung Slamet ini.
Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Asekbangkesra) Setda Banyumas, Didi Rudwiyanto mengatakan, penjajakan kerjasama itu dibahas dalam rapat bersama yang melibatkan kedua belah pihak, Kamis (7/1). Rapat melibatkan pihak Bakorwil III, dinas kehutanan provinsi, dinas pariwisata dan pengelola Kebun Raya Baturraden. “Ini baru masuk tahap pembahasan awal rencana pembuatan jalan akses menuju Kebun Raya Baturraden. Ini nanti akan masuk anggaran dari provinsi dan tahap awal pembuatan DED dulu,” katanya.
Akses jalan yang akan disiapkan, kata dia, panjang sekitar 650 meter dan lebar 6-8 meter, yang bisa dilalui kendaraan roda empat dan juga ada akses untuk parkjr. Lahan yang disiapkan dari lokawisata bagian timur komplek Pondok Slamet dan Bukit Bintang, yang masih masuk tanah milik Pemkab. Kemudian tembus ke Kebu Raya, diusahakan tidak membelah taman botani. “Yang masuk lahan kita (pemkab, red) ada sekitar 350 meter dengan lebar 6 meter. Sisanya nanti memakai lahan yang dikelola pihak Kebun Raya, karena masih diperbolehkan ada penebangan pohon untuk membuka akses jalan,” ujarnya.
Dikatakan, rencana pembuatan akses jalan tersebut adalah gagasan dari provinsi, sehingga pihaknya hanya membantu dan memfasilitasi. Rapat tersebut juga menindaklanjuti surat Gubernur ke Bupati terkait hal itu. “Anggarannya pakai provinsi. Tahun ini di APBD induk fokus pada DED-nya, harapannya pada APBD perubahan bisa dibangun,” katanya.
Dia mengatakan, setelah akses tersebut terealisasi, baru akan dilakukan penjajakan kerjasama untuk menajemen paket wisata dengan model tiket terusan. Wisatawan yang berkjunjung ke lokawisata nanti juga akan lebih leluasa untuk menikmati pilihan wahana yang ada. Semula hanya 17 ha di lokawisata bisa bertambah sampai 150 ha di lokasi Kebun Raya.
Kabid Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Banyumas, Deskart Djatmiko, mengatakan, harapannya tidak hanya akses jalan dari lokawisata saja yang dibuka. Namun jalan raya sampai ke Pratin Purbalingga lewat Kebun Raya dan hutan pinus milik Perhutani Banyumas Timur yang rusak parah ikut diperbaiki. “Yang rusak parah ada sekitar 12 km setelah Kebun Raya ke atas sampai ke Pratin. Kalau jalannya halus dari Semarang bisa hemat 24 km lewat Pemalang-Purbalingga, tidak perlu lewat jalur tengah Wonosobo, sehingga minat kunjangan ke Kebunraya dan lokawisata dari wilayah utara akan meningkat,” katanya menggambarkan.

Berita sebelumnya , terkait keluhan akses jalan menuju Kebun Raya Baturaden.....

Wisatawan Keluhkan Akses Kebun Raya Baturraden

 4 January 2016, Radar Banyumas

 Objek wisata Kebun Raya Baturraden menjadi salah satu objek favorit wisatawan saat ini. Sejak dibuka akhir tahun lalu, Kebun Raya Baturraden selalu ramai dipadati pengunjung dari dalam maupun luar daerah.
Namun antusias pegunjung ternyata belum ditunjang dengan akses jalan yang memadai, sehingga masih banyak wisatawan yang mengeluh.
Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Irwan Nugraha (23) mengatakan, akses menuju Kebun Raya Baturraden masih terlalu sempit.
Meskipun sudah dihotmix, menurutnya juga perlu ada pelebaran jalan agar jalan aman untuk dilalui. “Jalannya sempit, padahal kanan kiri jalan cukup curam, sehingga cukup membahayakan, terutama saat ada mobil yang berpapasan atau saat di tikungan,” ujarnya.
Belum adanya akses masuk dan keluar yang terpisah, juga menjadi salah satu penyebab kemacetan di sepanjang akses jalan menuju ke Kebun Raya. “Harusnya jalan masuk sama keluarnya dipisah atau dibuat akses memutar, sehingga kemacetan bisa dihindari,” ungkapnya.
Dari pantauan Radarmas Sabtu (2/1) lalu, antrean kendaraan baik roda empat maupun roda dua sudah nampak terlihat sejak di pintu masuk Bumi Perkemahan Baturraden.
Pengunjung lain, Ryan, justru mengeluhkan kendaraan yang parkir di pinggir jalan. Menurutnya hal itu sangat mengganggu arus lalu-lintas, baik yang baru mau masuk maupun keluar.
“Ditambah lagi banyaknya pedagang yang berjualan di area pintu masuk Kebun Raya Baturraden, sehingga akses jalan yang sudah sempit menjadi semakin sempit,” ungkapnya.
Salah seorang petugas di Kebun Raya Baturraden, Agus mengatakan, sejak dibuka akhir tahun lalu pengunjung Kebun Raya Baturraden memang menunjukkan peningkatan yang signifikan.
“Sejak dua minggu lalu Kebun Raya selalu dipadati pengunjung. Saat libur tahur Natal dan Tahun Baru ini, kebanyakan pengunjung berasal dari luar daerah,” jelasnya.
Dia mengakui, lalu-lintas di sekitar area parkir Kebun Raya Baturraden memang sedikit terganggu akibat banyaknya jumlah kendaraan yang ada. “Akses keluar masuk parkir memang cuma satu dan lebarnya terbatas, jadi harus gantian kalau ada yang mau masuk atau keluar. Apalagi pintu parkirnya pas di tikungan, jadi memang sedikit terganggu,” jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar