Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 04 Januari 2016

Duku Jadi Produk Holtikultura Unggulan Karanglewas


Buah duku diwacanakan menjadi produk unggulan holtikultura Kecamatan Karanglewas. Pasalnya tanaman buah ini telah ada tersebar merata di 13 desa yang ada di Kecamatan Karanglewas.
Camat Karanglewas, Mahmudi mengatakan potensi buah duku ini sebenarnya sudah ada sejak dulu. Namun karena kurangnya promosi dan pengenalan, komoditas duku Karanglewas ini kurang begitu dikenal. Makanya di tengah gencarnya tuntutan ekonomi yang semakin meningkat, maka pengangkatan potensi ekonomi produk lokal harus dilaksanakan. “Apalagi saat ini masyarakat Indonesia juga menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia di mana berbagai produk luar negeri termasuk buah-buahan akan bisa dengan bebas masuk ke Indonesia. Makanya kami berharap potensi yang ada di Karanglewas ini dapat benar-benar dipromosikan dan bisa dipasarkan secara luas,” katanya, Jumat (1/1).
Mahmudi mengatakan macam produk unggulan desa di Karanglewas terbagi dari tiga kategori yaitu produk holtikultura, peternakan dan perikanan serta produk mineral logam. Pengembangan dan pemasaran berbagai produk unggulan desa ini kini telah merambah ke pasar nasional. Sebagian besar produk unggulan ini telah menjadi bagian dari akses perekonomian warga Karanglewas. “Sementara itu untuk produk makanan lain Karanglewas juga menyumbang produk gula aren, gula semut, makanan olahan ikan, telur, pepaya, sirup jahe, lele dumbo dan sidat,” katanya.
Warga Karanggude, Karanglewas, Triyanto mengapresiasi langkah yang dilaksanakan oleh pemerintah kecamatan Karanglewas dalam mendorong pemasaran produk unggulan desa. Ia juga berharap agar pelatihan keterampilan kepada warga dan pengangguran di Karanglewas sehingga tercipta peluang penghasilan baru bagi warga. “Kami juga berharap agar program pengentasan kemiskinan sebagaimana telah dilakukan kepada 63 warga dengan dana APBD Rp 50 juta dapat dilaksanakan kembali pada tahun mendatang. Sehingga peluang ekonomi ataupun usaha mandiri warga bisa tumbuh,” katanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar