Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 18 Januari 2016

Perajin Genting Pancasan Butuh Mesin Cetak

Perajin genting di desa sentra perajin genting Pancasan, Kecamatan Ajibarang, berharap pemerintah bisa membantu pengadaan mesin pencetak genting. Pasalnya, saat ini tenaga kerja untuk produksi genting semakin sedikit. Kepala Desa Pancasan, Ali Syaifurrohman mengatakan, semakin sedikitnya warga bekerja di rumah produksi genting Pancasan disebabkan banyaknya industri lain yang lebih menjanjikan secara ekonomi muncul di Ajibarang. Meningkatnya tingkat pendidikan warga juga menjadikan warga lebih berminat mencari pekerjaan lain yang lebih besar pendapatan dan lebih tinggi status sosialnya. “Mereka yang telah lulus SMA ke atas, sekarang banyak terserap di Semen Bima, Dreamland Park, dan industri lain di wilayah Ajibarang dan kota lain. Sementara yang masih bekerja di genting hanya lulusan sekolah di bawah SMAdan juga warga umum yang umurnya rata-rata lebih dari 40 tahun,” jelasnya. Terkait hal itu, dia tak memungkiri jika saat ini banyak warga yang menggeluti produksi genting mengalami kendala dalam merekrut pekerja di rumah produksinya. Selain pekerja lama, kini sebagian pekerja produksi genting Pancasan merupakan warga di luar desa. Apalagi pekerjaan di produksi genting merupakan pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra. Atasi Masalah “Karena itu, untuk mengatasi permasalahan krisis tenaga kerja sekaligus untuk mendorong kuantitas dan kualitas produksi genting Pancasan yang lebih baik, kami berharap agar pemerintah bisa memfasilitasi pengadaan mesin pencetak genting untuk para perajin,” katanya. Menanggapi permintaan warga Pancasan tersebut, Bupati Banyumas Achmad Husein, tak bisa berjanji untuk bisa sertamerta mengadakan alat mesin hal tersebut. Namun demikian, dia akan berusaha mencarikan jalan keluar untuk menangani permasalahan tersebut. “Jikapun bisa, alat tersebut tentunya akan diberikan kepada desa sehingga bisa dimanfaatkan secara berkelompok,” katanya beberapa waktu lalu. Seperti diketahui jumlah perajin genting di Desa Pancasan berjumlah sekitar 700 rumah tangga produksi. Dari jumlah tersebut ribuan tenaga kerja terserap. Namun demikian, selain faktor cuaca di musim penghujan dan minimnya tenaga kerja, keberlangsungan sektor produksi rakyat ini kerap mengalami kendala terutama bahan baku yang masih berasal dari Purbalingga, serta belum lolosnya uji standarisasi genting di tingkat nasional. Padahal genting ini sudah lama dibuktikan kualitasnya oleh warga lokal Banyumas dan dipasarkan hingga Tegal, Brebes dan kawasan Jawa Barat bagian selatan.

15 Januari 2016 , Suara Banyumas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar