Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 18 Januari 2016

Produksi Tapioka Kecamatan Gumelar Terkendala Bahan Baku


Produksi Tapioka Terkendala Bahan Baku

15 January 2016 | Radar Banyumas

GUMELAR-Sejumlah pengusaha pembuatan tepung tapioka di Kecamatan Gumelar mengalami kendala produksi karena kesulitan mencari bahan baku yaitu singkong.Minimnya lahan untuk berkebun singkong dan sejumlah petani baru menanam pohon singkong, menjadi kendala yang saat ini dirasakan pengusaha.
Salah satu pengusaha taipoka, H Darto mengatakan kelangkaan bahan baku ini telah terjadi sejak beberapa bulan ini. Namun puncaknya, dialami sejak dua bulan terakhir ini. Alasannya tak lain karena faktor belum panennya petani yang menenam singkong usai musim kemarau kemarin.
“Petani baru menanam ketela atau singkong usai musim kemarau. Dan kali ini belum musim panen, sehingga ketela masih langka dan kamu sulit mencari bahan baku tersebut. Bahkan harus mencari keluar wilayah untuk memproduksi tepung tapioka tersebut,”jelas Darto, kemarin.
Menurut dia, saat ini harga ketela pohon mencapai Rp 1.750 per kilogram. Harga tersebut bahkan lebih mahal jika harus mencari ke luar wilayah Banyumas seperti ke JAwa BArat. Sementara harga tepung tapioka Rp 6.500 per kilogram.
Menurut Darto, selain petani belum panen, makin sempitnya lahan pertanian untuk pemukiman atau perumahan membuat kelangkaan ketela pohon. Hampir di wilayah yang menjadi sentra penghasil ketela pohon seperti Cilongok, Ajibarang, Pekuncen dan Gumelar makin minim lahan untuk menanam. “Lahan makin sempit, hal itu membuat ketela pohon juga berkurang,”ujarnya.
Kalau kondisi ini dibiarkan, sambungnya, ke depannya sudah dipastikan masyarakat Banyumas akan impor tepung tapioka dari luar. Sebab, para pengusaha tapioka yang bergerak di bidang tapioka sudah jarang ditemui.
Pengusaha lainnya, Susilo Urip asal Gumelar masih berusaha bertahan. Padahal, di era 90-an, cukup banyak warga setempat yang memproduksi tepung tapioka.
Minimnya ladang perkebunan singkong karena sebagian besar lahan dibangun untuk perumahan dan lainnya. Padahal, lahan-lahan ini dahulunya dimanfaatkan warga untuk bercocok taman singkong sebagai bahan dasar pembuatan tepung tapioka. “Sekarang, lahan sudah sedikit, kebanyakan tanah digunakan untuk menanam tanaman selain singkong seperti albasia,”ujarnya.
Kendati minimnya lahan perkebunan singkong, katanya, otomatis bahan bakunya sulit didapat. “Makanya, kadang-kadang kita beli bahan baku singkong dari wilayah Purbalingga,”imbuhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar