Langsung ke konten utama

Realisasi Underpass Tunggu MoU

Realisasi Underpass Tunggu MoU


23 Januari 2016 , Suara Banyumas

Belum ada nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Banyumas menjadi ganjalan realisasi pembangunan underpass Jalan Jenderal Soedirman.
Menurut Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Banyumas Akhmad Taufik, sejauh ini belum ada nota kesepahaman antara Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten Banyumas.
Akibatnya, menurut dia, pembagian tanggung jawab Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas belum jelas. “Dengan adanya MoU nanti, bisa diketahui siapa yang harus berbuat apa,” ucapnya, kemarin.
Dia menekankan, akibat belum ada nota kesepahaman itu, Pemerintah Kabupaten Banyumas belum dapat melangkah lebih lanjut untuk merealisasikan underpass. Pantauan Suara Merdeka, kondisi di sekitar persimpangan sebidang Jalan Jenderal Soedirman saat jam sibuk sering sangat padat.
Terlebih ketika, ada kereta yang melintas, kondisi itu membuat kendaraan harus berhenti sehingga menyebabkan antrean panjang. Belum lagi perilaku kurang disiplin dari pengendara yang terkadang berhenti dengan mengambil jalur di sisi kanan, sehingga membuat arus lalu lintas tersendat.
Dan sejak beberapa waktu lalu, untuk mengatasi hal itu Dinhubkominfo Banyumas sudah memasang barrier beton untuk membelah arus kendaraan. Diberitakan sebelumnya, realisasi pembangunan underpass Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto masih butuh waktu.
Sebab, studi kelayakan pembangunan fasilitas tersebut baru akan dilaksanakan tahun ini. “Tahun 2016 akan dilelang untuk studi kelayakannya, karena sebelumnya beberapa kali gagal lelang,” ucap Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Banyumas Irawadi.
Menurut dia, nanti dalam proses studi kelayakan tersebut akan diketahui lokasi mana yang akan dipilih menjadi akses untuk dibangun underpass. Akses tersebut bisa jadi berada di selatan jalan yang sudah ada saat ini, atau ada di utara.
Namun, mungkin juga bisa tetap sesuai dengan jalur yang saat ini sudah ada. “Kami sebagai lokasi yang ketempatan, perlu tahu nanti akan lewat mana,” katanya.
Urai Kesemrawutan
Dia mengemukakan, nanti hasil studi kelayakan itu juga mencakup detail engineering design (DED) underpass itu. Wacana pembangunan underpass Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto sudah mengemuka sejak beberapa tahun lalu.
Kesemerawutan arus lalu lintas di sekitar perlintasan kereta api Jalan Jenderal Soedirman menjadi penyebab pemunculan wacana pembangunan underpass tersebut.
Pembangunan sarana itu diharapkan bisa mengurai kesemerawutan arus lalu lintas yang selama ini banyak dikeluhkan warga. Kesemerawutan di lokasi perlintasan sebidang itu juga menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah yang belum kunjung terselesaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…