Langsung ke konten utama

Jalur Lingkar Sokaraja

Sokaraja Dibuat Jalur Lingkar
Urai Kemacetan yang Kerap Terjadi


[Radar Banyumas][-Kecamatan Sokaraja yang secara tata ruang sudah masuk dalam kawasan tata ruang Perkotaan Purwokerto sudah menjadi kawasan yang sangat padat. Apalagi, Kecamatan Sokaraja dipastikan terkena dampak langsung bila Bandara Wirasaba beroperasi untuk komersil.
Sebabnya, Kecamatan Sokaraja menjadi akses jalan utama masyarakat di Kabupaten Banyumas menuju ke Bandara Wirasaba atau sebaliknya. Bahkan, bisa dibilang menjadi jalan utama bagi masyarakat di Cilacap yang hendak ke wirasaba atau juga masyarakat di Bumiayu dan sekitarnya.
Nah, dari segi tata ruang, kepadatan lalu lintas di Sokaraja sudah diantisiapasi sejak dini oleh Pemkab Banyumas. Yaitu dengan direncanakannya pembuatan jalur lingkar. Baik jalur lingkar utara maupun lingkar selatan Sokaraja.
"Iya, sudah ada perencanaan jalur lingkar utara maupun jalur lingkar selatan. Yang jelas wadah aturan untuk pembuatan jalur lingkar Sokaraja sudah ada di dalam Perda RTRW Kabupaten Banyumas No 10 tahun 2011. Tahapan pembangunan sendiri dimaksimalkan sampai 2031. Tapi, kalau kapan pelaksanaannya masih dibahas lebih terinci. Mulai harus melakukan studi kelayakan, survey hingga sosialisasi ke masyarakat terlebih dahulu," kata Kabid Penataan Ruang DCKKTR Banyumas Dedy Noerhasan saat ditemui Radarmas di kantornya kemarin (17/9).
Dalam Perda RTRW No 10 Tahun 2011 Pasal 16 diketahui bahwa rencana pengembangan jaringan jalan diwujudkan melalui peningkatan fungsi dan perencanaan jalan-jalan baru yang berfungsi sebagai jalur jalan lingkar untuk mengarahkan kegiatan menerus yang melewati kawasan perkotaan, khususnya kawasan perkotaan yang cenderung berkembang pesat dengan fungsi sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dan Pusat Kegiatan Lokal (PKL).
Nah, Sokaraja sendiri masuk dalam fungsi Pusat Kegiatan Wilayah bersama dengan kawasan perkotaan di Kecamatan Purwokerto Utara, Purwokerto Timur, Purwokerto Selatan dan Purwokerto Barat, sebagian Kecamatan Sumbang, Baturraden, Kedungbanteng, Kembaran, Karanglewas, Sokaraja dan Patikraja.
Dedy menjelaskan, DCKTTR sendiri sudah membuat rancangan peta untuk Jalur Lingkar Utara dan Selatan Sokaraja. Hanya saja, skala pembuatan peta rencana itu masih berskala 1;50.000, sehingga jalur tersebut akan melewati daerah mana saja masih sedang dipetakan.
Selain perencanaan jalan-jalan baru sebagaimana seperti dalam jalur lingkar itu, juga ada beberapa daerah lain yang dikembangkan untuk memfungsikan perkembangan tata ruang perkotaan Purwokerto. (ttg/acd)
Pembangunan Jalan di Banyumas
Rencana pengembangan jaringan jalan dalam sistem jaringan prasarana wilayah di Perda RTRW No 10 Tahun 2011 :
1. Jalan lingkar utara Sokaraja sebagai pengalih arus menerus dari arah timur, Kabupaten Purbalingga dan sekitarnya, ke arah barat menuju Tegal, Jakarta dan sekitarnya;
2. Jalan lingkar selatan Sokaraja sebagai pengalih arus menerus dari arah timur, Yogyakarta dan sekitarnya, ke arah barat menuju Tegal, Jakarta dan sekitarnya;
3. Jalur jalan sejajar rel jalur ganda Tambak - Sumpiuh sepanjang ± 3,5 km (kurang lebih tiga koma lima kilo meter);
4. Peningkatan jalan Pegalongan - GunungTugel - Purwokerto Selatan sehingga dapat berfungsi sebagai jalur jalan kolektor untuk mendukung pergerakan regional.
5. Peningkatan jalan Dukuhwaluh - Kembaran - Purbalingga sehingga berfungsi sebagai jalur jalan kolektor.
6. Pengembangan akses jalan (Sokaraja - Karangduren - Kalisogra Wetan - Kedungbenda - Kemangkon - Tidu - Wirasaba) menuju Bandara Wirasaba Kabupaten Purbalingga.
Sumber : Perda RTRW NO 10 Tahun 2011.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…