Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Rabu, 06 Januari 2016

Potensi di Empat Kecamatan Belum Tergali

Potensi pengembangan aktivitas canyoning di Banyumas baru bisa dilakukan di sekitar Kecamatan Baturraden. Padahal, dari hasil pemetaan pada 2014 lalu, empat kecamatan dinilai memiliki potensi hiburan dan olahraga berbasis penelusuran sungai ini. Koordinator Komunitas Canyoning Indonesia (Canyoning ID) Isro Adi mengemukakan, lima kecamatan itu Pekuncen, Karanglewas, Kedungbanteng, Baturraden, dan Sumbang. Kelimanya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi paket wisata canyoning. Karena terkendala sumber daya pemandu, aktivitas baru bisa dilakukan di sekitar Baturraden. “Pada lima titik di kecamatan itu terdapat aliran mata air dan sungai yang memiliki tebing dan batuan yang cocok untuk aktivitas olahraga alam,” paparnya. Menurut dia, komunitas Canyoning ID baru menjangkau lima sungai besar di kawasan Baturraden. Bahkan, Desa Wisata Karangsalam sudah membuka paket wisata minat khusus ini. Dia mengungkapkan, operator dari swasta, hanya Baturraden Adventure Forest yang membuka jalur canyoning. Sementara itu, Pemkab Banyumas juga sudah membuka aliran Curug Gumawang untuk aktivitas tersebut. Adapun canyoning merupakan aktivitas berbasis penelusuran sungai, ngarai/jurang, air terjun yang memadukan berbagai teknik disiplin alam bebas seperti abseiling/rapelling (turun tebing), scrambling (melipir tebing), berenang, lompat tebing, dan hiking. Aktivitas yang belakangan umum disebut dengan canyoning tersebut pada awalnya merupakan aktivitas yang lebih ditujukan untuk penelitian seperti hidrologi, klimatologi, ekologi, dan berbagai penelitian lain. Adapun beberapa tahun terakhir aktivitas ini telah berkembang menjadi olahraga dan lebih bersifat hiburan. “Sebenarnya sudah beberapa kali kami meminta perhatian pemerintah setempat bahkan hingga Kementerian. Tetapi sampai sejauh ini belum ada realisasi,” ujarnya. Terpisah, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tirta Kamulyan menyatakan siap menjadikan Desa Wisata Karangsalam sebagai jalur unggulan wisata minat khusus canyoning di Pulau Jawa. Pasalnya, desa ini memiliki sebagian besar pemandu wisata adrenalin tersebut. “Jalur ini sudah dibuka sejak 2014. Promosi juga sudah berjalan. Tetapi, belum maksimal,” ujar pegiat Pokdarwis Desa Karangsalam Arifin Menurut dia, peminatnya justru datang dari wisatawan mancanegara. Dia berharap, wisatawan Nusantara juga mau menjajal paket wisata yang memacu adrenalin ini. Adapun desa yang mengandalkan wisata air terjun ini sudah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alternatif. Selain canyoning, para pengunjung juga datang untuk menikmati suasana alam di Curug Telu, Sendang Bidadari, dan Curug Moprok. 
SmCetak »

Tidak ada komentar:

Posting Komentar