Langsung ke konten utama

Gedung Kesenian dilelang April

Gedung Kesenian Belum Siap

18 January 2016 | Radar Purwokerto
 Sudah Satu Tahun

PURWOKERTO – Operasional gedung kesenian yang berada di jalan Pancurawis Kelurahan Purwokerto Kidul, masih belum bisa dilakukan. Pasalnya, sampai saat ini pembangunan fisik bangunan belum sempurna. Rencananya tahun ini pembangunan akan kembali dilanjutkan, khususnya untuk menyelesaikan bangunan sekaligus membangun akses jalan.

Kepala Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) Kabupaten Banyumas Andri Subandrio mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu dokumen pelaksanaan anggaran (DPA), termasuk pembangunan tahap III gedung kesenian.

“Anggarannya masih belum bisa kita sebutkan. Nanti kalau DPA sudah turun, kita baru bisa menyebutkan anggaran. Kemungkinan DPA akan turun dalam waktu dekat,” katanya.
Lebih lanjut Andri mengatakan, untuk kelanjutan pembangunan gedung kesenian tahap II, akan melengkapi bangunan termasuk penyempurnaan bangunan yang sudah ada. Selain itu, rencananya akan ditambah satu bangunan berupa gedung teater kecil.
“Akses jalan masuk menuju gedung kesenian juga akan dilakukan tahun ini,” ujarnya.
Kasi Pembinaan Teknis DCKKTR Kabupaten Banyumas Imam Wibowo mengatakan, sudah mengusulkan pembangunan gedung kesenian khususnya untuk penyelesaian pekerjaan arsitektur, pekerjaan halaman, serta akses jalan masuk gedung kesenian.
“Untuk pekerjaan arsitektur bangunan, akan dilakukan penyelesaian interior dan eksterior bangunan teater yang sudah selesai dibangun pada pembangunan tahap sebelumnya,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, pada pembangunan tahap II tahun 2015 lalu, pembangunan hanya difokuskan pada penyelesaian gedung utama, khususnya pada bagian tembok keliling dan atap. Sedangkan bagian lantai tidak masuk dalam paket pekerjaan tahun lalu.
Nilai kontrak pembangunan gedung kesenian tahap II tersebut mencapai Rp 1,2 miliar. Sedangkan pada tahap satu lalu, pembangunan lebih difokuskan pada pembangunan struktur bangunan, terutama pondasi dan bentuk bangunan, dengan anggaran yang mencapai Rp 1,7 miliar.


Gedung Kesenian Tak Juga Selesai


FOTO APURWOKERTO – Kelanjutan pembangunan gedung kesenian di Jalan Pancurawis Kelurahan Purwokerto Kidul, baru mencapai proses perencanaan. Namun Pemkab Banyumas menargetkan paket pekerjaan dapat dilelang pada April mendatang.
Kepala Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) Kabupaten Banyumas Andri Subandrio mengatakan, proses perencanaan untuk memantapkan desain bangunan yang sudah ada. Selain itu, DCKKTR juga masih menyusun administrasi berkas untuk dimasukkan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP).
Dikatakan, proses perencanaan sempat terganjal karena masih harus menunggu dokumen pelaksanaan anggaran (DPA), termasuk pembangunan tahap III gedung kesenian.
Lebih lanjut Andri mengatakan, untuk kelanjutan pembangunan gedung kesenian tahap III akan melengkapi bangunan yang ada. Termasuk penyempurnaan bangunan. Selain itu, rencananya juga akan ditambah satu bangunan berupa gedung teater kecil di kawasan gedung kesenian.
“Akses jalan masuk menuju gedung kesenian juga akan dilakukan tahun ini,” ujarnya.
Terkait operasional gedung, sebelumnya Andri menjelaskan sampai saat ini belum dapat digunakan. Pasalnya kondisi bangunan masih belum lengkap.
Kasi Pembinaan Teknis DCKKTR Kabupaten Banyumas Imam Wibowo mengatakan, sudah mengusulkan pembangunan gedung kesenian khususnya untuk penyelesaian pekerjaan arsitektur, pekerjaan halaman, serta akses jalan masuk gedung kesenian.
“Untuk pekerjaan arsitektur bangunan, akan dilakukan penyelesaian interior dan eksterior bangunan teater yang sudah selesai dibangun pada pembangunan tahap sebelumnya,” jelasnya.
Pada pembangunan tahap II tahun 2015 lalu, pembangunan hanya fokus pada penyelesaian gedung utama, khususnya bagian tembok keliling dan atap. Sedangkan bagian lantai tidak masuk dalam paket pekerjaan tahun lalu.
Nilai kontrak pembangunan gedung kesenian tahap II mencapai Rp 1,2 miliar. Sedangkan pada tahap I, pembangunan lebih difokuskan pada pembangunan struktur bangunan, terutama pondasi dan bentuk bangunan dengan anggaran yang mencapai Rp 1,7 miliar. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…