Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 25 Januari 2016

Petani Kesulitan Pasarkan Bibit


Petani Kesulitan Pasarkan Bibit

Petani di Banyumas mengeluhkan sulitnya memasarkan bibit tanaman. Kondisi ini membuat para petani di desa sulit mengalami kemajuan. Banyaknya produksi tak sebanding dengan jumlah penjualan.
Ketua Kelompok Tani Tegal Jaya Desa Karangrau Kecamatan Banyumas, Wito mengatakan, banyak warga desa yang membuat pembibitan tanaman seperti durian, manggis, cengkeh, mahoni afrika, pala, maupun tanaman kopi.
Namun karena pemasaran yang masih kurang, petani sulit untuk maju. Sebagian besar masih menjual dalam skala eceran. “Kalau seperti itu terus, petani tidak maju-maju. Padahal ada sekitar 70 petani,” ujarnya.
Menurut Wito, banyak petani yang menjadikan pekerjaan pembibitan sebagai pekerjaan sampingan, mengingat kenyataan sulinya memasarkan produk pertanian itu.
Dia berharap pemerintah semakin memperhatikan para petani yang memproduksi bibit tanaman. “Kami berharap pemerintah sering melibatkan petani dalam proyek-proyek tertentu. Sehingga petani dapat terbantu,” imbuhnya. 


Penjualan Bibit Tanaman Turun 40 Persen



Penjualan Bibit Tanaman Turun 40  PersenBANYUMAS-Penjualan bibit tanaman di Banyumas mulai menurun jika dibanding ketika awal musim hujan. Penurunan  penjualan bibit terutama untuk tanaman kayu-kayuan dan tanaman holtikultura.
Pengusaha tanaman yang berjualan di Desa Kejawar, Kecamatan Banyumas, Wito mengatakan, Kondisi cuaca sangat mempengaruhi. Menurut dia, kondisi tanah saat ini sedang lembab dan panas. “Sekarang mangsa tujuh, Biasanya tanah itu panas. Jadi pada jarang beli bibit buah atau kayu-kayuan,” ujarnya.
Menurut dia, biasanya dalam satu hari bisa mendapat omzet jutaan rupiah, sedangkan kini omzetnya rata-rata sekitar Rp 500 ribu. Proyek yang biasanya ada, juga masih sepi sejak kemarau tahun lalu.
“Proyek sepi, mungkin karena baru awal tahun. Kami harap, Februari ramai lagi karena mangsa delapan,” jelasnya. Saat ini, penjualan bibit paling banyak adalah bibit tanaman hias seperti brokoli hias maupun bunga melati hias yang biasa untuk hiasan taman.
Harga bibit tanaman hias tersebut bervariasi mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 25 ribu. Petani alba Desa Banjaranyar Kecamatan Sokaraja, juga merasakan menurunnya pembeli tanaman albanya.
“Tak seramai waktu awal musim hujan. Sekitar 20,an truk mengantri untuk mengangkut alba. Sekarang hanya beberapa saja. Soalnya yang bagus sudah laku terjual,” imbuhnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar