Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Kamis, 21 Januari 2016

Durian Kemranjen Terenak Bisa Dinikmati Pada Januari


 Durian Kemranjen Terenak Bisa Dinikmati Pada Januari


Purwokertokita.com  19/11/2015 – Musim durian di Banyumas pada tahun ini datang lebih cepat dari biasanya. Umumnya musim durian di Banyumas tiba pada bulan November hingga bulan Maret, dengan puncak musim panen pada sekitar bulan Januari hingga Februari. Salah satu daerah penghasil durian di Banyumas yang sudah mulai panen adalah Kecamatan Kemranjen.


Di daerah Kemranjen, terdapat tiga desa penghasil durian yang cukup banyak, yaitu Desa Alasmalang, Karangsalam, serta Pageralang. Pada musim ini, ketiga desa tersebut sudah mulai panen durian mulai pertengahan bulan Oktober lalu. Durian yang sudah banyak dipanen pada awal musim ini adalah durian montong orange dan cani. Sementara untuk durian lokal seperti durian susu, kumbokarno, jantung, sunan, serta durian lain masih sangat sedikit.

Awal musim panen yang tiba lebih cepat tahun ini disebabkan oleh kemarau panjang yang sempat menghadang musim bunga durian. Efek dari kemarau yang cukup panjang membuat pohon durian stres, sehingga buah durian lebih cepat matang. Namun masih ada dampak lain dari kemarau panjang tahun ini.
Selain berdampak pada awal musim panen yang lebih cepat, efek musim kemarau juga mempengaruhi buah durian. Beberapa dampak yang cukup mencolok adalah:
1. Buah durian menjadi lebih ringan
Hal ini dikarenakan kurangnya air dan efek cuaca panas, menjadikan daging durian susut. Sehingga buah durian yang panen pada awal musim kali ini lebih ringan dari biasanya, meskipun dengan besar yang sama.
2. Daging durian sedikit lebih keras
Cuaca panas selain membuat susut daging durian, juga menyebabkannya menjadi lebih keras. Meskipun sudah tua dan matang, durian yang panen di awal musim ini kadang memiliki daging yang rasanya seperti durian muda.
3. Rontok karena kekurangan air
Kurangnya suplai air dari tanah dan juga siraman air terhadap daun serta buah membuat banyak durian yang runtuh sebelum matang. Buah-buah muda yang rontok kebanyakan hanya menjadi sampah organik yang didiamkan membusuk begitu saja.
4. Rasa yang kurang mantap
Sebagian dari durian yang panen di awal musim ini, mempunyai rasa yang belum nikmat dan mantap seperti biasanya. Rasa manis, legit, serta pahit khas durian masih dirasa kurang. Hal ini dikarenakan tidak semua durian yang panen pada awal musim ini merupakan durian yang benar-benar matang. Namun juga ada durian yang masih belum siap matang, namun sudah rontok terlebih dahulu.
Selain itu, dampak dari musim panen yang terlalu awal membuat durian di Kemranjen menjadi rebutan para tengkulak. Pada awal musim ini, pengiriman durian ke penadah di kota-kota besar sangat tinggi. Dalam satu minggu, durian yang keluar dari Kemranjen bisa mencapai 4 ton. Dampaknya adalah berkurangnya penjual durian yang menggelar lapaknya di jalur alternatif Wijahan – Somagede. Padahal setiap musim panen durian, banyak pedagang yang berjualan di sepanjang jalur alternatif tersebut.
Meskipun awal panen kali ini hampir “habis” karena diborong oleh para tengkulak, namun musim durian di Kemranjen masih belum berakhir. Masih ada buah durian yang saat ini masih muda dan masih bisa dipanen hingga akhir musim durian. Hal ini dikarenakan pohon durian mampu berbunga 2 hingga 3 kali dalam satu musim.
Jadi bagi para pecinta durian, masih ada kemungkinan bisa menikmati durian dari Desa Alasmalang, Karangsalam serta Pageralang, Kemranjen. Karena puncak musim panen durian berlangsung sekitar bulan Januari hingga Februari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar