Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 18 Januari 2016

agrowisata Kelengkeng Kalibagor

 Kalibagor panen Kelengkeng

 Suara Purwokerto | Jumat, 15 Januari 2016



Panen Kelengkeng jenis Itoh yang ditanam di kalibagor, akan berlangsung besok pagi (16/1) dan dihadiri Bupati Banyumas Ir Ahmad Husein.

Budidaya tanaman buah Kelengkeng merupakan wujud dari Program Sentra Pemberdayaan Tani. Pemerintah Desa Kalibagor menargetkan pada 2016 sebagai desa wisata agro, yaitu Agrowisata Kebun Buah Kelengkeng. Pemerintah desa sudah diawali dengan pembangunan Embung Mini dengan dukungan anggaran dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan APBD Kabupaten tahun 2012 sebesar 570 juta rupiah.Dan hal ini terbukti dengan hasil tanaman Kelengkeng yang kini sudah siap dipanen.Pengelolaan tanaman Buah Kelengkeng mendapat pendampingan Yayasan Obor Tani Semarang, mulai dari penggalian lobang tanam dan penanaman selama tiga tahun. Saat ini sudah dua tahun berjalan. Setelah itu, warga pemilik lahan kelengkeng bisa membudidayakan secara mandiri setelah diserahkan ke masing-masing pemilik lahan.



Data Pemerintah Desa Kalibagor pada 2014 menunjukkan ada 70 Ha berbentuk lahan pekarangan/kebun yang tidak produktif. Desa Kalibagor mempunyai rencana memanfaatkan lahan yang tidak produktif. Selama bertahun-tahun, lahan tersebut tidak membawa peningkatan ekonomi warga.
Lahan itu tersebar di sebagian besar grumbul. Di sebelah utara, ada di Grumbul Bleberan dan Jengkongan yang berbatasan dengan Desa Sokaraja Kidul, Kecamatan Sokaraja. Di sebelah timur ada di Grumbul Songgom yang berbatasan dengan Desa Pajerukan. Sebelah barat ada di Grumbul Asinan dan Kedungbunder yang berbatasan dengan Desa Karangdadap. Sementara, sebelah selatan ada di Grumbul Asinan dan Watu Gede yang berbatasan dengan Desa Kaliori.
Warga belum mengelola lahan pertanian maupun perkebunan secara produktif. Melihat kondisi itu, Pemerintahan Desa Kalibagor membuat program yang mendorong warga untuk memanfaatkan lahan itu. Menurut Kepala Desa Kalibagor, Tjiptadi (65), pembuatan sentra tanaman buah Kelengkeng akan mengubah tata kelola lahan di wilayahnya.
“Desa Kalibagor akan menjadi sentra pemberdayaan tanaman buah Kelengkeng. Tanaman Kelengkeng akan dibudidayakan di lahan-lahan tandus yang kurang produktif,” ujarnya.
Pemerintah Desa Kalibagor mendapat dukungan pengetahuan dan teknologi pertanian dari Yayasan Obor Tani, sebuah lembaga swadaya masyarakat di Semarang. Selain itu, ada juga dukungan pemasaran produk yang akan membuka lapangan kerja baru yang akan meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat.
Program Sentra Pemberdayaan Tani
Budidaya tanaman buah Kelengkeng merupakan wujud dari Program Sentra Pemberdayaan Tani. Pemerintah Desa Kalibagor menargetkan pada 2016 sebagai desa wisata agro, yaitu Agrowisata Kebun Buah Kelengkeng. Pemerintah desa sudah diawali dengan pembangunan Embung Mini dengan dukungan anggaran dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan APBD Kabupaten tahun 2012 sebesar 570 juta rupiah.
Selain itu, Program Sentra Pemberdayaan Tani mendapat dukungan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jateng sebesar 1,1 Milyar rupiah. Dana itu dipergunakan untuk pembuatan Wisma Sekolah Pertanian Terpadu (SPT), persiapan lahan, pemipaan air, pembibitan, penanaman, dan pemupukan.
Tjiptadi menambahkan Embung Mini Kalibagor berukuran lebar 45 m dan panjang 90 m dengan kedalaman 2,5 m. Embung mampu menampung 8.170 kubik air. Pelindung Embung menggunakan Geomembran HDPE 0,75 mm.
“Air dari embung mini sudah dimanfaatkan untuk penyiraman Tanaman Buah Kelengkeng dengan luas lahan ±17 ha. Ada 3.500 pohon buah kelengkeng di lahan tersebut,” jelas Tjiptadi.
Lahan dimiliki oleh masyarakat di sekitar embung. Pengelolaan tanaman Buah Kelengkeng mendapat pendampingan Yayasan Obor Tani Semarang, mulai dari penggalian lobang tanam dan penanaman selama tiga tahun. Setelah itu, warga pemilik lahan kelengkeng bisa membudidayakan secara mandiri
“Jenis Buah Kelengkeng yang ditanam merupakan jenis Kelengkeng Itoh. Itu jenis kelengkeng paling bagus,”
 http://kalibagor.desa.id/desa-kalibagor-kembangkan-sentra-buah-kelengkeng/


Panen Perdana Kelengkeng Desa Kalibagor

Panen Perdana Kelengkeng Desa Kalibagor
BANYUMAS –   Ribuan tanaman kelengkeng di sekitar embung mini  Kalibagor Kecamatan Kalibagor, berpeluang besar menjadi agrowisata. Sabtu (16/1) lalu, Desa Kalibagor melakukan panen perdana kelengkeng dan dipetik langsung oleh Camat Kalibagor, Drs Sudarso.
Kegiatan itu juga diikuti Kepala Desa Kalibagor Tjiptadi, Muspika  Kalibagor, Bappeda Kabupaten Banyumas yang diwakili oleh Joko Madyo dan Andiono, Yayasan Obor Tani Semarang, Kapetan, tokoh masyarakat, serta Gerakan Desa Membangun.
Tanaman kelengkeng tersebut merupakan hasil kerjasama dengan Yayasan Obor Tani semarang serta bantuan hibah dari  Bank Jateng. Kepala Desa Kalibagor, Tjiptadi mengatakan, dari 3.500 tanaman kelengkeng yang ditanam di sekitar embung mini, 175 pohon kelengkeng menghasilkan buah yang melimpah.
Satu pohon bisa menghasilkan tujuh hingga 10 kilogram buah kelengkeng.  Sebelum dilakukan panen perdana, para petani bahkan sudah banyak yang menjuual dengan harga Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu  per kilogram.
Buahnya pun berkualitas bagus dan rasanya manis. “Alhamdulilah kualitasnya bagus, rasanya juga manis,” kata Tjiptadi. Desa berharap nantinya tiga hektare tanah di area embung mini Kalibagor bisa ditanami pohon durian montong.
“Kami berharap akan ada CSR lagi yang bisa mempercayai kami menghibahkan dana untuk pengembangan,” jelasnya. Sekreataris Kecamatan Kalibagor, Drs Wiharyono MSi mengatakan, kelengkeng diperkirakan akan berbuah dua tahun kemudian.
Namun baru 17 bulan terbukti sudah berbuah. Kondisi tersebut mencerminkan keberhasilan pengelolaan tanaman kelengkeng itu. “Yang sudah berbuah itu yang ditanam paling awal. Keberhasilan ini tak luput dari binaan Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas serta PPL pertanian Kalibagor. Karena belum diresmikan, harapan kami nanti diresmikan oleh gubernur atau bupati, “ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar