Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Rabu, 20 Januari 2016

Pembangunan Taman Kota Ajibarang

Update Info Rencana Pembangunan Taman Kota Ajibarang Tahap 2

img-20161205-wa0016.jpg

img-20161205-wa0015.jpg

img-20161205-wa0014.jpg

img-20161205-wa0013.jpg

img-20161205-wa0012.jpg


suaramerdeka.com  


Perekonomian di Taman Kota Ajibarang Terus Menggeliat


(SM- 25 /7/2016) Keramaian pengunjung di Taman Kota Ajibarang terus mendorong peningkatan aktivitas perekonomian para puluhan pedagang kaki lima (PKL) di lokasi tersebut.
Untuk itulah rencana pembangunan tahap kedua harus dibarengi dengan penataan. Ketua Paguyuban PKLTaman Kota Ajibarang, Agus Setiawan mengatakan, sejak diperbaiki setahun yang lalu, lokasi Taman Kota Ajibarang makin ramai dikunjungi oleh warga.
Ruang terbuka hijau yang berada di lokasi eks Pasar Ajibarang tersebut kini telah menjadi tempat singgah pelajar, warga dan warga luar kota yang melintas di Ajibarang. Hingga saat ini jumlah PKL yang mangkal ataupun keliling di lokasi tersebut mencapai 47 orang. “Karena itu, hingga sekarang geliat perekonomian di sini juga turut meningkat.
Diharapkan nanti pasca pembenahan tahap kedua maka lokasi ini menjadi semakin diminati oleh masyarakat,” jelas Wawan menanggapi rencana pembangunan tahap kedua Taman Kota Ajibarang, kemarin. Untuk mengatur operasional hingga kebersihan di lokasi taman kota itulah, paguyuban pedagang juga berinisiatif mengumpulkan iuran sukarela.
Melalui iuran inilah, para PKL turut serta menciptakan masyarakat dan lingkungan Taman Kota Ajibarang yang bersih, aman dan tertib. Apalagi mereka juga sadar bahwa aktivitas mereka juga membawa dampak bagi ingkungan dan masyarakat.
“Dalam melangkah dan beraktivitas kami terus berusaha untuk taat terhadap prosedur dan peraturan yang berlaku. Karena itu, dalam memanfaatkan ruang publik, kami juga memperhatikan kebersihan, ketertiban dan sebagainya,” katanya.
Perkembangan
Warga Ajibarang, Rahmat Aziz mengatakan pemerintah daerah dan kecamatan bisa terus memantau perkembangan taman kota. Dengan keramaian yang ada sekarang ini diharapkan taman kota, tidak menjadi tempat yang kumuh. Untuk itulah diharapkan dalam pembangunan tahap kedua nanti, maka penataan taman kota beserta isinya dapat benar-benar dilaksanakan.
“Termasuk juga penataan PKL yang beroperasi di sekitar lokasi taman kota juga diharapkan dapat sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Dengan penataan lebih awal maka diharapkan tidak ada permasalahan PKL di kemudian hari sebagaimana terjadi di tempat-tempat lainnya,” harapnya.
Warga Ajibarang Kulon, Kecamatan Ajibarang, Suharno yang tinggal di sekitar Taman Kota Ajibarang juga terus menghidupkan lokasi ruang publik tersebut. Melalui kegiatan hiburan sulap, wayang edukasi, permainan hingga nonton sepak bola bersama, taman kota semakin ramai oleh pengunjung.
Untuk menanggapi antusiasme masyarakat itulah diharapkan pemerintah dapat melengkapi fasilitas taman kota di pembangunan tahap kedua nanti. “Kami berharap tahap pembangunan taman kota yang kedua dapat semakin melengkapi berbagai fasilitas dan sarana prasarana taman kota.
Jika ini terwujud maka taman kota akan semakin ramai dan menjadi ruang publik bagi masyarakat Ajibarang dan sekitarnya,” katanya. 

Dipertanyakan, Kelanjutan Pembangunan Taman Kota Ajibarang

(SM 20 Januari 2016Warga Ajibarang mempertanyakan kelanjutan pembangunan taman kota Ajibarang pada tahun 2016 ini. Mereka berharap agar ruang publik hijau tersebut dapat lebih representatif bagi warga kota.
Pedagang Taman Kota Ajibarang, Agus Setiawan mengatakan pembangunan tahap kedua taman kota ini diharapkan akan semakin membuat ruang terbuka hijau di pusat Kota Ajibarang ini dapat lebih indah dan terawat. Apalagi dengan kondisi penerangan yang masih terbilang minim saat ini, ruang ini sangat potensial digunakan untuk berbuat mesum di malam hari.
“Kami beberapa kali mendapati sejumlah orang tak dikenal memanfaatkan ruang publik ini untuk berbuat yang tak etis. Lampu penerangan yang dipasang pedagang bahkan beberapa kali diputus sehingga gelap kembali,” katanya.
Warga Ajibarang lainnya, Rahmat  (30) mengapresiasi pemerintah daerah yang telah membangun taman kota di tahun 2014 lalu. Ia berharap pembangunan taman kota ini dapat dilanjutkan kembali oleh pemerintah. Selain membangun, pemerintah diharapkan juga mengatur pemanfaatkan areal di sekitar taman kota khususnya untuk pedagang kaki lima.
“Jangan sampai keberadaan pedagang ini justru membuat kumuh taman kota. Makanya harus ada penataan ataupun pengaturan sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari,” jelasnya.
Kepala Unit Kebersihan dan Pertamanan Ajibarang, Catur Hari Susilo mengatakan, belum ada informasi dari pemerintah daerah terkait dengan pembangunan tahap ke dua Taman Kota Ajibarang. Ia berharap agar semua pihak bisa saling menjaga dan memelihara ruang terbuka hijau yang ada di Ajibarang tersebut.
“Kebersihan, keamanan dan ketertiban harus benar-benar diperhatikan dan dilaksanakan bersama. Jangan sampai ruang publik ini dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak semestinya,” katanya.


Warga Pertanyakan Penambahan Fasilitas Taman Kota

Warga  Ajibarang berharap  pemerintah daerah segera melengkapi fasilitas rekreasi, permainan dan edukasi di kompleks Taman Kota Ajibarang.
Warga dan pedagang di dekat Taman Kota Ajibarang, Andi Rahman (35) mengatakan, saat sore hari banyak warga yang berkunjung ke ruang terbuka hijau (RTH) Ajibarang, mulai dari anak-anak sampai orang tua.
Keramaian itu dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima (PKL) untuk menggelar dagangannya. Tak heran jika saat ini kondisi taman kota Ajibarang makin ramai.
“Setelah diperbaiki tahap pertama ini, kondisinya memang sudah mulai rapi, sehingga minat pengunjung juga mulai meningkat. Biasanya habis waktu asyar hingga maghrib, banyak warga yang datang ke sini untuk bersantai,”kata Andi, Jumat (12/2).
Menurut Andi, geliat ekonomi di sekitar kompleks Taman Kota Ajibarang juga sudah mulai terlihat. Saat ini sejumlah warga sudah ada yang membuka warung makananan. S
Pedagang keliling juga sudah banyak berdatangan dan kerap mangkal meski dalam waktu singkat di kompleks taman kota ini.
“Makanya kalau bisa rencana pembangunan tahap kedua  segera dilaksanakan oleh pemerintah. Kalau nanti ada permainan anak, tempat olahraga, atau panggung, mungkin akan lebih menarik. Dipastikan akan lebih ramai dikunjungi warga,”katanya.
Pelajar sekolah di Pekuncen, Hemananda (16) juga mengaku senang bermain di taman kota Ajibarang. Namun sayangnya, di lokasi tersebut belum ada permainan anak.
“Jadi saya tak harus pergi jauh ke Purwokerto untuk bermain. Apalagi kalau sudah lengkap pasti banyak yang datang dan lebih ramai lagi,”ujarnya.  


jpnn.com

Pedagang Gelisah Taman Kota Rawan jadi Tempat Mesum


(Jpnn 11/05/2016) Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Kota dan warga Ajibarang berharap Pemkab Banyumas memasang lampu penerangan di sekitar Taman Kota Ajibarang. Sebab dengan kondisi yang gelap gulita saat malam hari, pedagang dan warga khawatir taman kota bisa dijadikan arena mesum.Ketua Paguyuban PKL Taman Kota AJibarang, Wawan Sulap mengatakan, setelah dibentuk paguyuban PKL Taman Kota pada awal bulan Mei lalu, pihaknya akan mengajukan pemasangan lampu penerangan di taman kota ke dinas terkait. Sebelumnya, dia sudah bertemu dengan Camat Ajibarang terkait kondisi di taman kota.
"Setelah terbentuk kami sudah menghadap camat dan memberikan gambaran terkait kondisi taman. Lalu kami mengharapkan adanya pemasangan lampu penerangan karena sebelumnya sudah ada dinas yang survei dan realisasi secepatnya. Karena kalau malam hari taman gelap dan dikhawatirkan menjadi tempat mesum,"jelas Wawan, Minggu (10/5).
Menurut Wawan, dalam taman setidaknya ada delapan titik lampu yang menerangi taman kota pada malam hari. Saat ini, penerangan hanya dari lampu rumah yang ada di sekitar taman dan masjid.
"Kalau malam remang-remang dan kalau tidak segera ada realisasi, dikhawatikan kesan taman kota yang indah akan hilang karena ulah oknum tidak bertanggungjawab,"tegasnya.
Selain penerangan taman, paguyuban pedagang juga akan ke Unit Kebersihan dan Pertamanan (UKP) Ajibarang untuk meminta penjelasan terkait retribusi kebersihan.
"Diharapkan dengan paguyuban yang sudah terbentuk, akan melindungi pedagang dan kejelaskan terkait retribusi juga menjadi legal,"ujarnya.
Pengunjung taman kota Ajibarang asal Pekuncen, Falinda (29) mengatakan, sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), taman kota Ajibarang sudah cukup bagus.
Kerindangan pohon sudah cukup membawa kesejukan di tengah suasana kota yang panas. Namun alangkah lebih baik lagi jika pemerintah dapat memberikan faslitas pendukung lainnya.
"Kalau ada tempat permainan anak pasti akan lebih menarik. Sementara itu untuk dewasa keberadaan gazebo, kursi ataupun fasilitas lainnya juga dibutuhkan untuk menembah rasa nyaman. Jangan lupa tempat sampah agar kebersihan juga makin terjaga,"kata Falinda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar