Langsung ke konten utama

Wisata Mina Situ Elok untuk Wisata dan Irigasi

Wisata Mina Situ Elok Terus Dikembangkan

23 November 2016 Suara Banyumas

Pemerintah Desa Pernasidi Kecamatan Cilongok terus mengembangkan potensi wisata waduk Situ Elok yang berada di dekat Jalan Raya Ajibarang-Purwokerto. Saat ini pengembangan wisata air tersebut telah banyak menyasar para pemancing dari berbagai daerah.
Sejak ditebar ikan sebanyak 180 kilogram oleh Bupati Banyumas, Achmad Husein, pertengahan Oktober lalu, hingga sekarang Situ Elok ramai dikunjungi ratusan pemancing tiap hari. Apalagi saat ini ada program mancing seminggu penuh dengan hanya cukup membayar Rp 10 ribu. Setiap minggu, pengelola Situ menebar kembali ikan sebanyak 100 kilogram untuk dipancing.
OperasionalKepala Desa Pernasidi Sunarso mengatakan berbagai cara dilaksanakan oleh pemerintah desa bersama pengelola Situ Elok untuk meramaikan wisata air tersebut. Pemerintah desa juga terus menggandeng kerja sama dengan Pemkab Banyumas serta dinas terkait dalam mengoptimalkan keberadaan Situ Elok. Saat ini kata Sunarso, pengelolaan Situ Elok dilaksanakan oleh masyarakat tepatnya oleh Karang Taruna desa setempat.
Konsep Situ Elok sebagai tempat wisata mina atau pemancingan saat ini terus dikembangkan dan disebarluaskan ke berbagai wilayah. ‘’Ke depan dari retribusi pemancing dan hasil ikannya bisa masuk ke desa dan pengelola untuk selanjutnya bisa untuk operasional dan pengadaan benih.
Kemudian ada bebek genjot yang bisa menjadi wahana wisata masyarakat dalam mengelilingi setiap sudut Situ Elok,î katanya. Pedagang makanan di areal Situ Elok, Sumardi mengatakan ramainya pemancing yang datang setiap hari ke Situ Elok juga membuka peluang bagi masyarakat untuk berdagang.
Ia mengaku sejak pertengahan Oktober hingga ini, warung makanan sederhana yang dibuka di tepi Situ Elok tak sepi pengunjung. ”Ini menjadi berkah tersendiri bagi kami warga. Kami berharap ke depan Situ Elok ini terus dikembangkan sehinga peluang ekonomi bagi masyarakat sekitarnya semakin terbuka,” katanya.

Situ Elok Dimaksimalkan untuk Wisata dan Irigasi

6 February 2016 | Radar Banyumas
Setelah dilakukan normalisasi, Situ Elok Pernasidi Kecamatan Cilongok sudah mulai dipersiapkan sebagai tempat wisata dan memaksimalkan irigasi dari air Situ tersebut.
Saat ini, tiga titik senter lokasi Situ Elok sudah dipasang setelah pihak PSDA Provinsi Jateng mengukurnya beberapa waktu lalu.
Salah satu perangkat Desa Prnasidi, Kamsi menjelaskan, Situ Elok menjadi salah satu dari empat lokasi embung di wilayah Banyumas yang masuk proyek untuk wisata dan irigasi.
Usai normalisasi yang selesai awal bulan Januari lalu, Situ Elok diukur untuk mencari titik senter.
“Normalisasi dilakukan 90 hari kerja dengan pengerjaan seperti mengeruk bagian pinggir dan perbaikan tepian. Setelah itu, diukur untuk mencari titik senter untuk persiapan tahapan dalam proyek wisata dan irigasi,”jelas Kamsi, Jumat (5/2).
Terkait normalisasi dan pengukuran, beberapa pohon yang berada di tepi Situ ditebang. Namun penanaman pohon akan segera dilaksanakan supaya kondisi Situ Elok kembali teduh dan menunggu desain gambar selesai.
“Direncanakan Situ Elok akan seperti Embung Sintren di Jogja, sehingga pohon yang akan ditanam menunggu desain gambar rencana Situ Elok selesai supaya nantinya sesuai dengan lokasi dan tidak kembali ditebang,”ungkapnya.
Kepala Desa Pernasidi, Sunarso mengatakan, terjadinya pendangkalan Situ Elok disebabkan karena lumpur yang terbawa arus dari irigasi. Sejak pembangunan tahap satu yaitu tahun 2008 dan tahap dua pada tahun 2010, kedalaman Situ Elok menurun
Usai normalisasi yang selesai awal bulan Januari lalu, Situ Elok diukur untuk mencari titik senter.“Normalisasi dilakukan 90 hari kerja dengan pengerjaan seperti mengeruk bagian pinggir dan perbaikan tepian. Setelah itu, diukur untuk mencari titik senter untuk persiapan tahapan dalam proyek wisata dan irigasi,”jelas Kamsi, Jumat (5/2).Terkait normalisasi dan pengukuran, beberapa pohon yang berada di tepi Situ ditebang. Namun penanaman pohon akan segera dilaksanakan supaya kondisi Situ Elok kembali teduh dan menunggu desain gambar selesai.“Direncanakan Situ Elok akan seperti Embung Sintren di Jogja, sehingga pohon yang akan ditanam menunggu desain gambar rencana Situ Elok selesai supaya nantinya sesuai dengan lokasi dan tidak kembali ditebang,”ungkapnya.Kepala Desa Pernasidi, Sunarso mengatakan, terjadinya pendangkalan Situ Elok disebabkan karena lumpur yang terbawa arus dari irigasi. Sejak pembangunan tahap satu yaitu tahun 2008 dan tahap dua pada tahun 2010, kedalaman Situ Elok menurun


4 January 2016 |  Radar Banyumas

BANYUMAS-Sejak dibangun pada tahun 2008 lalu, Situ Elok Pernasidi Kecamatan Cilongok, mengalami pendangkalan. Dari kedalaman awal 5 meter, saat ini hanya 3 meter. Dengan kondisi tersebut membuat volume air juga mengalami penurunan debit dan berdampak pada pengairan pesawahan.
Kepala Desa Pernasidi, Sunarso mengatakan, terjadinya pendangkalan Situ Elok disebabkan karena lumpur atau tanah yang terbawa arus dari saluran irigasi.
Sejak pembangunan tahap 1 yaitu tahun 2008 dan tahap II pada tahun 2010 menyebabkan kedalaman Situ Elok menurun. “Ada pendangkalan di Situ Elok yang membuat kedalamannya berkurang. Penyebabnya sedimentasi dari aliran irigasi di sebelah utara Situ Elok. Sehingga, untuk suplai air ke pesawahan yang dialiri menjadi berkurang,”jelas Sunarso, Minggu (3/1).
Namun menurutnya, saat ini dengan bantuan dana aspirasi sebesar Rp 96 juta, Situ Elok sudah mulai dinormalisasi. Dengan masa kerja sampai 3 bulan atau 90 hari kerja, wajah Situ Elok akan dipercantik dan kedalaman menjadi normal kembali yaitu mencapai 5 meter. Sejak seminggu yang lalu, dua alat berat sudah mulai melakukan pekerjaan.
“Untuk pengerjaan ini, arus irigasi dialihkan dan air Situ disedot supaya mempermudah pelaksanaan. Maksimal 90 hari kerja diharapkan volume air bisa maksimal saat musim hujan ini untuk mengairi sawah disekitar Situ Elok,”ungkapnya.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Kamsi mengatakan, normalisasi Situ Elok diharapkan akan mengembalikan luas dan kedalaman. Pasalnya saat ini selain pendangkalan, luasnya juga berkuranga karena tepian Situ ditanami pohon oleh warga.
“Luasnya mencapai 1,2 hektar. Namun karena saat air surat pada musim kemarau, akhirnya warga menanami tepian untuk ditanami pohon seperti pisang dan ketela. Hal itu membuat luasnya menyempit. Diharapkan dengan normalisasi tersebut, Situ Elok sebagai potensi Desa Pernasidi akan menjadi Ekowisata dengan pemanfaatkan yang maksimal juga,”jelasnya


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…