Langsung ke konten utama

Banyumas “Terbuka” Untuk Bangunan Tinggi

Banyumas “Terbuka” Untuk Bangunan Tinggi

credit to dewa_renkong » panoramio

14 January 2016, Radar Purwokerto

Ada 24 Pengajuan Izin Hotel dan Penginapan

PURWOKERTO – Kabupaten Banyumas masih terbuka terhadap bangunan-bangunan tinggi. Jika didasarkan pada Perda Nomor 3 Tahun 2011 tentang Bangunan Gedung, maksimal ketinggian gedung baru saat ini mencapai 90 meter atau kurang lebih 20 lantai. Dengan demikian, hingga saat ini di Banyumas khususnya Purwokerto, masih memungkinkan tumbuh bangunan-bangunan tinggi baru.
Kepala BPMPP Kabupaten Banyumas Drs Asis Kusumandani MHum mengatakan, sampai saat ini aturan terkait ketinggian bangunan masih merujuk pada Perda Nomor 3 Tahun 2011 tentang Bangunan Gedung dan Perda Tentang Tata Ruang Wilayah Banyumas. Sampai saat ini belum ada perubahan aturan, sehingga hal tersebut masih mengacu pada aturan sebelumnya.
“Masih sama seperti sebelumnya. Ketinggian maksimal gedung bangunan yaitu 90 meter atau 20 lantai,” katanya.
Meski demikian, sampai saat ini belum ada pengajuan perizinan pembangunan gedung bangunan yang mencapai ketinggian maksimal tersebut.
Dari data yang ada, awal tahun 2016 ini, belum ada pengajuan perizinan bangunan tinggi seperti hotel dan penginapan yang masuk ke BPMPP. Namun berdasarkan data terakhir di akhir tahun 2015 lalu, saat ini setidaknya ada 24 pengajuan perizinan untuk hotel dan penginapan, baik bangunan baru maupun balik nama.
Seperti diketahui, pada tahun 2015 lalu, setidaknya ada empat pengajuan perizinan baru untuk pembangunan hotel di Purwokerto. Di antaranya Hotel Karlita, Hotel Papilon, Hotel Whiz, dan Hotel Zodiak. “Beberapa di antaranya sudah ada yang mulai melakukan pembangunan,” katanya.
Terbaru, pengajuan Purwokerto City Center sebelumnya sudah masuk dari PT KAI. Namun saat ini masih dalam proses pengajuan berkas. “Sekarang belum masuk lagi. Kita hanya menunggu,” katanya.
Dikatakan, untuk pengajuan beberapa hotel dan penginapan, saat ini belum ada yang mencapai batas maksimal ketinggian bangunan. Sehingga sampai saat ini dinilai cukup aman.
Menurutnya, perkembangan investasi di Purwokerto saat ini diakui cukup baik. Hal itu ditunjukan dengan peningkatan nilai investasi pada akhir tahun 2015 lalu. “Dengan berkembangannya investasi di Purwokerto, tidak menutup kemungkinan nantinya akan bermunculan gedung-gedung tinggi disini,” ujarnya.



Pembangunan Diarahkan Vertikal

 

  14 January 2016 Radar Purwokerto,

Dewan Usulkan Raperda Rusun


Pembangunan perumahan di Purwokerto saat ini semakin tidak terbendung. Para pengembang berbondong-bondong mendirikan perumahan. Untuk itu, Komisi B DPRD Banyumas tengah mengusulkan adanya Raperda tentang Rumah Susun (Rusun) yang diharapkan mampu mencegah adanya penyempitan lahan hijau yang selama ini digunakan sebagai pemukiman.
“Rusun di sini belum ada aturannya, jadi kita mau atur supaya memungkinkan kalau ada yang mengembangkan usaha tentang rusun,” kata Ketua Komisi B DPRD Banyumas Subagyo, Rabu (13/1).
Politisi dari Partai PDI Perjuangan itu mengatakan, selama ini kebutuhan rumah di Purwokerto tumbuh pesat. “Jadi kita memandang perlu adanya aturan soal rusun. Karena hampir di setiap kota juga sudah merencanakan dan mengalokasikan, baik itu pada perencanaan adanya rumah-rumah susun maupun perencanaan yang lainnya,” terangnya.
Pertimbangan lain adanya perda soal rusun, karena kebutuhan pemukiman masyarakat dan pengembangan kota. Setiap perkembangan kota, menurutnya, selalu membutuhkan pemukiman untuk masyarakat.
“Rumah dengan model perumnas yang dikembangkan secara horizontal selama ini kan memakan tempat. Apalagi untuk Purwokerto yang merupakan kota berkembang. Jadi sangat tepat kalau kita inisiasi adanya perda tentang rusun. Supaya pembangunannya tidak lagi memakan tempat yang cukup luas, tapi bermafaat bagi masyarakat banyak,” tuturnya.
Dia menambahkan, perumahan di Purwokerto sangat berkembang dan membutuhkan tempat yang banyak. Bahkan daerah hijau pun di lobi agar menjadi pemukiman. “Jadi kita mengantisipasi itu semua. Agar ke depan menjadi lebih siap, kalau ada pembuatan rusun sudah ada penetapan hukumnya. Terutama buat masyarakat. Kalau pengembang justru orientasinya untuk perumahan konvensional. Tapi kalau dibiarkan terus lama-lama akan habis lahannya. Jadi ini langkah antisipasif saja,” katanya.
Ia berharap, dengan adanya perda tentang rusun yang dilanjutkan dengan banyaknya rusun di Purwokerto, dapat menampung masyarakat dari kalangan menegah ke bawah. “Jadi nanti masyarakat mendapatkan perumahan yang layak dengan harga terjangkau, dan dengan penataan dan sanitasi lingkungan yang baik tentunya,” ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…