Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Selasa, 26 Januari 2016

Sejarah Pangkalan TNI AU Wirasaba


[banyumasnews.com ] Bandar udara Pangkalan TNI AU Wirasaba di Purbalingga santer diberitakan akan beralih fungsi menjadi bandara komersil. Hal ini menyusul persetujuan Kementrian Perhubungan atas upaya Bupati Purbalingga dan sejumlah bupati tetangga untuk memiliki bandar udara di wilayah eks karesidenan Banyumas yang dapat meningkatkan pertumbuhan di wilayah Jateng selatan barat ini. Tapi, tahukah Anda, kapan mulai berdirinya pangkalan udara Wirasaba atau Bandara Wirasaba ini?
Pangkalan udara Wirasaba dibangun oleh Belanda pada tahun 1938, sebagai upaya Belanda mempercepat mobilitas ke wilayah Karesidenan Banyumas. Saat itu sudah ada rel kereta api yang menghubungkan Jakarta – Cirebon – Purwokerto – Purbalingga – Banjarnegara – Wonosobo. Juga lintasan Purwokerto – Kroya – Jogjakarta. Namun rupanya belum cukup  bagi Belanda, sehingga di wilayah ini pun dibangun pangkalan udara. Dipilihlah suatu lokasi di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, untuk dibangun pangkalan udara.
Bandara Wirasaba dengan latar belakang Gunung Slamet dalam tahap peningkatan landasan (Banjoemas.co.cc)
Bandara Wirasaba dengan latar belakang Gunung Slamet dalam tahap peningkatan landasan (Banjoemas.co.cc)
Pada tahun 1942-1945 pangkalan udara Wirasaba dikuasai oleh Jepang. Lantas pada tahun 1945-1947 dengan bertekuk lututnya Jepang, Pangkalan Udara Wirasaba dikuasai oleh pemerintah RI (TNI AU) dengan Komandan yang pertama adalah Sersan Mayor Udara Soewarno. Pasca proklamasi kemerdekaan, Belanda kembali akan merebut Republik Indonesia. Dengan tidak adanya pasukan pertahanan pangkalan di Pangkalan Udara Wirasaba, maka dengan mudah Pangkalan dikuasai Belanda kembali antara tahun 1947-1950.
Tahun 1950, dengan takluknya Belanda pada waktu itu, maka Pangkalan Udara Wirasaba diserahkan kembali kepada Pemerintah RI (TNI AU) dengan Komandan yang kedua (yang menerima penyerahan dari Belanda) adalah Opsir Muda Oedara (OMO) Warim.
Sri Sultan Hamengkubuwono IX mengunjungi Purbalingga, Purwokerto dan Banyumas turun di Bandara Wirasaba (Banjoemas.co.cc)
Sri Sultan Hamengkubuwono IX mengunjungi Purbalingga, Purwokerto dan Banyumas turun di Bandara Wirasaba (Banjoemas.co.cc)
Momen penting terkait Pangkala Udara Wirasaba adalah ketika pada bulan Juni 1946 Opsir Udara II H. Sujono bersama KASAU Komodor Udara Suryadi Suryadarma terbang ke Wirasaba untuk membuka secara resmi lapangan udara tersebut.
Nama Pangkalan Udara ‘“Wirasaba”’ diambil dari nama seorang pangeran yaitu “Pangeran Wirasaba”. Pangeran Wirasaba adalah salah satu Bupati Banyumas dan pendiri kabupaten Purbalingga yang sangat berkharisma.
Pesawat Dakota menurunkan cadangan pasokan tempur di Wirasaba (Banjoemas.co.cc)
Pesawat Dakota menurunkan cadangan pasokan tempur di Wirasaba (Banjoemas.co.cc)
Bandara terbaik
Sebagai pangkalan TNI AU, bandar udara Wirasaba adalah Pangkalan Udara Militer type C. Peningkatan status Bandara Wirasaba dari type D ke type C secara resmi berubah pada tanggal 24 Maret 2015, bersama dengan bandara lainnya yang dikelola TNI AU yaitu Lanud Sugiri Sukani dan Singkawang ll. Upacara peresmian dilaksanakan di lapangan apel Lanud Wirasaba, dengan Inspektur Upacara Panglima Komando Operasi TNI AU I Marsekal Muda TNI A. Dwi Putranto.
Pada HUT TNI Angkatan Udara Ke-69 tahun 2015, Lanud Wirasaba mendapat penghargaan sebagai Lanud Tipe C terbaik di bawah jajaran Komando Operasi Angkatan Udara I. (BNC/diolah dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar