Langsung ke konten utama

Tour Guide Banyumas Wajib Bersertifikasi, Tahun Depan Mulai Disanksi

pelatihan-pramuwisata1-banyumas

Radar Banyumas
Perbaikan pelayanan di sektor pariwisata terus dilakukan. Salah satunya terhadap pelayanan tour guide. Mulai tahun depan seluruh tour guide harus memiliki sertifikasi. Jika tidak, bahkan sudah ada sanksi yang menanti. Hal tersebut disampaikan Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Banyumas, Herry Narsinto R ditemui di sela-sela acara Pelatihan Pramuwisata Mandiri di aula Bappeda Banyumas, Rabu (31/8). Menurut Herry Narsinto R, sertifikat khusus sebagai tour guide penting, karena setiap tour guide diharapkan mampu memberikan pelayanan prima kepada para wisatawan. “Ini wajib bagi Pramuwisata atau tour guide memiliki sertifikat khusus untuk memandu wisatawan. Tujuannya untuk menghadapi MEA,” kata Herry . Menurutnya dalam praktek di lapangan saat ini, banyak personal ataupun biro yang memandu para wisatawan dengan menggunakan jasa tour guide tidak bersertifikat. Padahal dalam UU No 10 th 2009 setiap tour guide wajib memiliki kompetensi atau memiliki sertifikat. Untuk itulah, lanjut Herry, pihaknya bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi LSP (Pramindo) memfasilatasi pelaksanaan acara Pelatihan, Sertifikasi, dan Lisensi Pramuwisata di Purwokerto selama tiga hari terhitung Rabu (31/8) hingga Jumat (2/9). “Mulai tahun depan sudah ada sweeping. Bagi biro yang mempekerjakan pramuwisata tidak bersertifikat akan kena denda hingga Rp 50 juta,” tegasnya. Pada kesempatan tersebut, kata dia, ada 120 Pramuwisata mengikuti acara pelatihan dan ditargetkan sekitar 150 tour guide mengikuti ujian sertifikasi dan mendapatkan sertifikat. Menurutnya pelatihan tersebut penting bagi mereka (pramuwisata) karena merupakan syarat uji kompetensi harus ada sertifikat pelatihan. “Pelatihan digelar selama 2 hari seperti praktek naik bis dan keliling wisata. Setelah itu baru digelar sertifikasi pada Hari Jumat, tanggal 2 September besok di Hotel Aston. Ini wajib bagi pramuwisata karena dengan lolos sertifikasi maka akan mendapatkan lisensi untuk tour guide,” terangnya. Sekretais DPC HPI Banyumas, Istanto menambahkan, sertifikasi yang digelar kali ini gratis. Namun, peserta diminta untuk membayar biaya konsumsi dan sebagainya. Sementara mulai tahun depan, biaya sertifikasi untuk Pramuwisata dipatok dengan harga sekitar Rp 3,5 juta. “Saat ini masih gratis. Tapi tahun depan biaya sertifikasi cukup tinggi. Sebenarnya ini tamparan bagi pemerintah juga, karena acara kali ini kita selanggarakan secara mandiri,” tandasnya. Menurutnya, profesi Pramuwisata saat ini cukup menjanjikan. Sebab di Banyumas saja terdapat sedikitnya 40 biro perjalanan yang mempekerjakan Pramuwisata. “Itu yang sudah tergabung. Padahal masih banyak yang belum tergabung,” tutupnya. 

Sumber: http://radarbanyumas.co.id/tour-guide-banyumas-wajib-bersertifikasi-tahun-depan-mulai-disanksi/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…