Langsung ke konten utama

Penggunaan Bahan Tambahan Gula Terus Diminimalkan

Quote suaramerdeka.com:
Untuk mendukung produksi makanan sehat khususnya gula kelapa, sejumah pemerintah desa penghasil gula kelapa terus mendorong para penderes untuk tidak lagi menggunakan bahan tambahan pangan (BTP) kimia pengeras atau pengawet gula.
Diharapkan, kembalinya produksi gula ke proses organik, maka produk gula akan semakin diminati pasar. Kepala Desa Semedo, Kecamatan Pekuncen, Herlina Wijayanti terus mendorong peran kelompok petani gula untuk menjadi pelopor terbebasnya penderes dari BTP berupa natrium bisulfit yang selama ini banyak dipakai penderes.
Melalui larutan pengeras dari bahan organik yang ada di lingkungan, diharapkan produk makanan gula yang dihasilkan petani akan semakin sehat. Apalagi seperti diketahui saat ini pasar produk pangan organik makin berkembang. “Kami terus mendorong peran kelompok petani gula khususnya Manggar Jaya dalam mendorong produksi gula sehat organik.
Kami berharap ini dapat mendorong petani lainnya untuk mengikuti sehingga ke depan produk gula kelapa dari Semedo makin diminati pasar dan mendorong kesejahteraan penderes,” katanya, kemarin. Dijelaskan Herlina, di Semedo 707 warganya bekerja sebagai penderes gula kelapa. Jumlah tersebut hampir mencapai 70 prosen dari total penduduk Semedo.
Terkait hal itulah potensi pendapatan warga di desa setempat sangat tergantung pada perkembangan pasar gula. Makanya pemerintah desa terus mendorong pemerintah daerah, pihak swasta ataupun akademisi yang turut mendorong berkembangnya penghidupan penderes agar semakin baik. “Kami berharap ke depan, dengan dukungan dari berbagai pihak kehidupan penderes gula ini dapat semakin baik.
Karena memang di tengah risiko tinggi pekerjaan ini, regenerasi penderes semakin minim. Makanya harga yang berpihak pada penderes sangat dibutuhkan. Kamipun mendorong terbentuknya koperasi yang bisa menjadi penunjang peningkatan posisi tawar dari penderes,” katanya.
Pengembangan Berbasis Riset
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Suwarto MS, Unsoed sebagai perguruan tinggi negeri di Banyumas terus berusaha mengadakan berbagai riset dan teknologi tepat guna untuk mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi penderes di Banyumas.
Terkait dorongan produksi makanan sehat berupa gula organik, Unsoed juga telah memberikan formulasi larutan pengeras dan pengawet gula kristal organik dari bahan alami baik itu daun sirih, kulit manggis, bunga kecombrang dan daun cengkeh. Selain itu riset tentang teknologi tepat guna bagi perajin gula kelapa hingga pemasaran juga terus dilangsungkan.
“Kami mengapresiasi kesadaran para penderes yang telah beralih dari menggunakan natrium bisulfit menuju larutan organik. Penderes sadar kalau menggunakan natrium bisulfit sama artinya membunuh konsumen gula secara pelan-pelan. Karena seperti diketahui natrium bisulfit ini mempunyai efek korosi yang keras bahkan terhadap logam,” ujarnya.
Rektor Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Ahmad Iqbal menyatakan gula kelapa asal Banyumas menjadi produk yang semakin dilirik dunia. Unsoed terus berupaya mendorong pemberdayaan masyarakat termasuk petani penderes di Banyumas. Melalui pengembangan riset dan teknologi, Unsoed terus mendorong pemberdayaan masyarakat petani secara
berkelanjutan baik ekonomi maupun lingkungan. Dengan peran Ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada, Unsoed telah berkiprah tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. “Dengan riset terintegrasi dan multidisipliner, Unsoed terus berusaha mendorong terwujudnya masyarakat mandiri dan sejahtera.
Kami berharap melalui Iptek inilah akan muncul desadesa mandiri sejahtera dan kami yakin dengan kekuatan Iptek maka bangsa ini akan bangkit,” katanya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…