Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Senin, 05 September 2016

Festival Kuliner & TAHU Kalisari 2016

credit to #66ThJawaTengah ‏@JatengTwit 

Festival Kuliner & TAHU Kalisari 2016 | 28-30 Oktober 2016 | Purwokerto 


Berita tahun lalu

Desa Kalisari Gelar Festival Tahu

 Jumat, 04 September 2015
Quote:

Untuk mendorong perekonomian warga khususnya perajin tahu, Desa Kalisari Kecamatan Cilongok akan menggelar Festival Tahu Kalisari, Sabtu-Minggu (13-14/6) mendatang.
Panitia kegiatan Indra Defandra mengatakan panitia akan menyediakan 46 stand dagangan. Stand atau lapak dagangan itu tidak hanya disediakan kepada para perajin tahu, melainkan pada para pengusaha di wilayah Cilongok dan sekitarnya untuk mempromosikan atau memasarkan produk usahanya.
“Ini menjadi dukungan kami kepada para perajin tahu atau perajin produk lokal lainnya. Kami berharap dengan adanya acara ini maka berbagai produk lokal akan terangkat dan terpromosikan dengan baik,” katanya.
Dikatakan Indra, selain stand dagangan dan berbagai komoditas Usaha Mikro Kecil Menengah, panitia juga mengadakan berbagai kegiatan yang mengundang warga umum. Dalam kegiatan Festival Tahu ini, akan diadakan pula kegiatan berupa Fashion Show Produk Tahu, Medang Madang Tahu, Perang Tahu, Ekspo Produk Tahu, Perang Tahu, Gala Dinner, Lomba Kuliner Tahu.
“Selain itu ada juga pertunjukan seni budaya tradisional dan juga musik modern. Jadi melalui kegiatan ini, seluruh elemen masyarakat, pedagang, seniman, remaja dengan berbagai hobi bisa terfasilitasi sehingga kegiatan ini akan semakin ramai,” jelasnya.
Kepala Desa Kalisari, Aziz Masruri mengatakan sebagai desa sentra industri rumahan tahu, Kalisari mempunyai sekitar tiga ratusan perajin tahu. Dalam waktu sehari sedikitnya 8 ton kedelai diolah oleh para perajin tahu desa setempat. Tahu telah menjadi bagian dari kehidupan dan penghidupan warga desa setempat sejak dulu.
“Pemasaran tahu Kalisari merambah di lokal Banyumas hingga ke wilayah Brebes. Selain tahu, juga ada variasi produk lain seperti keripik tahu, kerupuk ampas tahu, baso tahu dan sebagainya,” katanya.

http://kalisari.cilongokkec.banyumaskab.go.id/read/17547/home#.V80XffmLTIV


‘Perang Tahu’ Festival Tahu Kalisari: Upaya mengangkat produk tahu Kalisari masuk hotel dan restoran

Ditulis 13 Jun 2015 - 17:06 oleh Banyumas1
Quote:
Bila kita mendengar istilah “perang tahu” mungkin di benak kita akan muncul tahu yang berlimpah ruah dan dijadikan amunisi untuk dijadikan alat dalam peperangan. Tentu saja perang yang dimaksud di sini adalah perang dalam artian sesungguhnya dimana beberapa pemuda akan saling berusaha menembak lawannya dengan tahu dengan cara dilemparkan. Di tahun-tahun ke depan mungkin istilah “perang tahu” akan menjadi popular dan menjadi salah satu ikon pariwisata baru bagi Kabupaten Banyumas.
Bagaimana tidak, festival tahu yang diadakan oleh pemerintah desa Kalisari akan menjadi suatu tradisi baru dan akan dikenal oleh khalayak ramai. Tujuan festival “perang tahu” dan dengan seringnya mendengar istilah “perang tahu” maka pikiran kita akan tertuju pada satu desa kecil yang berada di barat Banyumas yaitu desaKalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
Pemerintah desa Kalisari berinisiatif mengadakan Festival Tahu yang didalamnya ada ‘perang tahu’ itu. Festival tahu diadakan, salah satu pendorongnya adalah karena banyak hotel dan rumah makan serta restoran yang ada di Purwokerto dan Banyumas pada umumnya, belum mau menggunakan tahu dari wilayah Banyumas sendiri, namun menggunakan tahu dari luar misalnya tahu Sumedang.
Ini fakta yang miris sekaligus ironis. Mengapa? Karena di Banyumas sendiri, terutama di Kalisari telah menjadi sentra produksi tahu sejak dahulu. Pemerintah desa Kalisari melalui Kepala Desa ingin mengubah pemasaran tahu yang ada di Kalisari, tidak hanya dijual di pasar tradisional, tapi bisa menembus pasaran kelas menengah atas di Purwokerto. “Kita ingin hotel seperti Aston, Horizon, Santika, dan restoran-restoran terkemuka di Banyumas, mau menggunakan tahu produksi desa Kalisari”, kata Wanto lebih lanjut.
Secara hiegienis Wanto mengatakan, tahu Kalisari sudah mendapatkan perijinan dari dinas terkait yang tentunya selalu dimonitor sehingga layak dikonsumsi pula oleh hotel dan restoran.
Suasana festival tahu Kalisari saat pambukaan (twitter Diajeng Sri)
Suasana festival tahu Kalisari saat pambukaan (twitter Diajeng Sri)
Menurut Warto, Kadus di Kalisasri, festival tahu yang diadakan oleh Pemerintah Desa Kalisari ini bertujuan menjadikan sentra usaha tahu di Banyumas menjadi lebih popular dan bisa dibanggakan baik di daerah sendiri maupun di luar daerah. “Pemerintah desa Kalisari akan menyelenggarakan fertival tahu dan jajanan ala tahu pada tanggal 13 dan 14 Juni 2015 dan diikuiti oleh 56 UKM dari 246 UKM yang ada”, kata Warto kepada BanyumasNews.com.
Warto mengakui festival ini masih belum diikuti oleh semua UKM, dikarenakan beberapa UKM masih belum belum tergerak untuk memajukan industri tahu di daerah Banyumas. UKM yang mengikuti festival ini adalah UKM yang tergabung dalam kelompok “Sari Delai” yang ada di Kalisari. Dengan festival ini diharapkan banyak UKM yang akan menjadi bagian dari kelompok yang dibangun oleh desa. (BNC/Adhis/foto atas: Bupati membuka Festival Tahu Kalisari-@iniPurwokerto)


sambutan bupati banyumas di festival tahu (pringmas)

http://banyumasnews.com/87346/perang-tahu-festival-tahu-kalisari-upaya-mengangkat-produk-tahu-kalisari-masuk-hotel-dan-restoran/



0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar