Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Jumat, 23 September 2016

Masyarakat Desa Didorong Berkolaborasi Tanpa Batas

Quote suaramerdeka.com:

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi digital saat ini idealnya dapat mendorong masyarakat antara desa di Indonesia untuk saling berkolaborasi tanpa batas. Dengan kolaborasi tersebut diharapkan berbagai potensi desa dapat dikenal dan dikelola untuk kemajuan masyarakat desa.
Menurut Direktur Pengelola Domain Indonesia, Sigit Widodo, borderless colaboration (kolaborasi tanpa batas) lebih baik daripada kompetisi tanpa batas. Melalui teknologi digital saat ini, kolaborasi tanpa batas antara desa di seluruh penjuru nusantara sangat mungkin terjadi. A
palagi dengan kemudahan teknologi digital, dengan mudah internet bisa masuk ke pelosok desa. ’’Era masyarakat digital ini diharapkan dapat dimanfaatkan pemerintah desa, masyarakat desa dan berbagai komunitas lain yang ada di desa untuk semakin maju dan berkembang. Dengan teknologi digital sekarang ini kita bisa dengan bebas menjalin komunikasi, kerjasama dan berbagai kolaborasi yang saling menguntungkan dengan siapa saja,’’ katanya.
Secara konkret, kesempatan desa, lembaga pendidikan, Usaha Mikro Kecil Menengah, dan komunitas untuk bisa memanfaatkan teknologi internet ini semakin luas dengan adanya program 1 juta domain gratis. Melalui relawan-relawan TIK yang ada di daerah dan hingga masuk pelosok desa, diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa untuk bisa saling terintegrasi dan tersinergi.
Pelopor
Ia mengapreasiasi Dermaji yang menjadi salah satu desa pelopor melek internet dan juga pelopor terciptanya domain desa.id. Peran aktif dan partisipasi desa dari wilayah pinggiran untuk membangun bangsa dan negara sangat tepat untuk mendorong program revolusi mental.
’’Pembangunan teknologi informasi dari wilayah pinggiran dan desa ini merupakan bagian dari revoluasi mental. Program pemerintah berupa 1 juta domain gratis selama satu tahun diharapkan tidak disiasiakan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengangkat potensinya,’’ tegasnya.
Direktur Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informasi, Septriana Tangkary saat sarahsehan Pada sarasehan Ekonomi, Budaya dan Teknologi Informasi di Festival Dermaji, Desa Dermaji, Lumbir, akhir Agustus lalu juga mengapresiasi berkembangnya komunitas dan desa melek internet yang ada di Banyumas Raya dan Indonesia.
Ia berharap dengan teknologi internet yang telah masuk desa, desa seluruh nusantara bisa bersuara. Potensi pengembangan ekonomi dan sosial budaya di masa mendatang kata Septri akan semakin luas dengan makin banyaknya masyarakat pengguna internet.
Apalagi selain potensi ekonomi, alam dan sumber daya manusianya, Indonesia juga kaya akan budaya termasuk 14 ribu lebih bahasa daerah. Melalui internet yag bisa menerobos rongga desa, menembus batas sekat geografis maka tantangan kompetisi akan semakin meningkat di dunia global saat ini.
’’Manfaatkan internet dengan positif untuk peningkatan pengetahuan dan teknologi. Kami terus mendorong agar seluruh desa bersama masyarakatnya saling terhubung sehingga potensi ekonomi, sosial, budaya bisa semakin dikenal dan menciptakan daya saing untuk kemajuan desa. Manfaatkan kemudahan dan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah dan swasta,’’ tandasnya.

Bentuk Komunitas Antinarkoba

Menyadari bahaya narkoba yang bisa menyasar seluruh warga di berbagai tempat, , Pemerintah Kecamatan Lumbir kembali menggiatkan komunitas masyarakat khususnya remaja dan pemuda antinarkoba. Diharapkan melalui pembinaan rutin hingga pembentukan komunitas antinarkoba, dapat mengantisipasi peredaran narkoba hingga pelosok pedesaan.
Camat Lumbir, Budi Nugroho dalam pembinaan antinarkoba dan bahaya pergaulan bebas di Pendapa Kecamatan Lumbir mendorong agar solidaritas dan kohesi sosial di kalangan pemuda dan remaja di lingkungan masyarakat atau sekolah dapat terus dipertahankan.
Melalui berbagai kegiatan pemuda atau pelajar yang positif diharapkan dapat mencegah peredaran narkoba dan pergaulan bebas di kalangan generasi muda. ’’Seperti diketahui generasi muda adalah target operasi yang potensial untuk para mafia jejaring narkoba.
Maka kami dorong mereka untuk terus mengikuti kegiatan positif di bidang sosial, budaya, olahraga hingga keagamaan untuk membentengi diri dari godaan narkoba dan pergaulan bebas,’’ jelasnya kemarin. Ia berharap, peran serta remaja dan pemuda dari Kecamatan Lumbir dapat turut mendorong terbentuknya dan regenerasi kader Gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Apalagi hingga saat inipun, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas terus aktif turun ke lapangan untuk menyambangi lingkungan pemuda, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum dalam rangka gerakan P4GN tersebut.
Makin Peduli
’’Jangan hanya pelajar dan pemuda yang mengetahui bahaya narkoba, kami juga dorong agar orang tua dan masyarakat semakin peduli dengan lingkungan di sekitarnya. Solidaritas sosial hingga kepedulian orang terdekat adalah kunci agar anak, remaja dan pemuda tidak tersesat dalam pergaulan yang negatif,’’ tegasnya.
Penyuluh Gerakan Anti Narkoba, BNNK Banyumas, Tony Riyamukti mengatakan, selain kepada masyarakat umum dan pemuda di pelosok pedesaan, BNKK juga terus menjalin kerja sama lembaga pendidikan di Banyumas. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran bersama bahwa Indonesia memang darurat narkoba. Terlebih lagi penyalahguna coba pakai di Indonesia berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
’’Dan perlu menjadi perhatian pula, penyalahgunaan obatobatan biasa untuk memperoleh efek seperti narkoba juga saat ini marak terjadi. Maka kalangan pendidik sekaligus anak didik harus paham akan dampak bahaya penyalahgunaan narkoba ini,’’katanya.
Tony berharap, semakin banyak kader antinarkoba, diharapkan dapat menjadi inspirasi dan pendorong bagi pelajar dan mahasiswa lain untuk menghindar dan menjauhi narkoba. Perubahan paradigma penanganan penyalahguna narkoba melalui rehabilitasi medis ini juga diharapkan membuat pelajar dan mahasiswa tergiur untuk mencoba pakai narkoba tersebut.
’’Karena itu ke depan, kader ini diharapkan tidak hanya menjadi jejaring informasi dan komunikasi bagi kami, namun juga menjadi sarana persuasif bagi pelajar dan mahasiswa lain untuk menjauhi bahaya narkoba,’’ jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar