Langsung ke konten utama

bahasa Jawa Banyumasan diwajibkan Madrasah



 suaramerdeka.com
Muatan lokal (mulok) bahasa Jawa Banyumasan kini tidak lagi hanya diajarkan pada jenjang sekolah saja, namun juga pada jenjang madrasah. Seluruh madrasah mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) sampai Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Banyumas, kini diwajibkan untuk memberikan materi mulok bahasa Jawa Banyumasan kepada peserta didik.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, Bambang Sucipto melalui Kasi Pendidikan Madrasah, Ibnu Asaduddin, mengungkapkan sebenarnya untuk muatan lokal bahasa Jawa secara umum sudah berjalan dan diberikan kepada peserta didik di jenjang madrasah sejak beberapa tahun lalu. Namun khusus bahasa Jawa Banyumasan memang baru akan diterapkan tahun ini.
Ini sekaligus sebagai pelaksanaan dari Peraturan Bupati (Perbup) No 50 Tahun 2015 tentang penerapan mapel mulok bahasa Banyumasan pada satuan pendidikan. Selain itu, dalam mengimplementasikan peraturan gubernur tentang muatan lokal bahasa Jawa disebutkan pelaksanaannya harus disesuaikan dengan daerahnya masing-masing.
”Misalnya kalau di wilayah Banyumas, maka materi muatan lokal bahasa Jawanya juga harus bahasa Banyumasan. Demikian pula untuk wilayah kabupaten yang lain. Ini sebagai bentuk upaya melestarikan bahasa daerahnya masing-masing,” terang dia.
Dia menjelaskan, di jenjang madrasah kegiatan pembelajaran muata lokal bahasa Jawa Banyumasan dilaksanakan selama dua jam setiap pekan. Keberadaannya sebagai mata pelajaran yang dialokasikan dalam struktur kurikulum 2013.
Meski madrasah di Kabupaten Banyumas dianjurkan untuk mengajarkan mulok bahasa Jawa Banyumasan, namun sampai sejauh ini sebagian besar madrasah belum memiliki silabus yang akan digunakan.
Adapun silabus tersebut mengacu pada Keputusan Bupati Banyumasa No 430/1111/tahun 2015 tentang kurikulum dan silabus mapel mulok bahasa Jawa Banyumasan untuk jenjang SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/SMK/MA negeri dan swasta di Kabupaten Banyumas.
”Saat ini kami masih mencari salinan atau soft copy dari silabus tersebut. Jika sudah mendapatkan soft copy dan diupload ke blog pendidikan madrasah, nanti masing-masing madrasah dapat mengunduh sendiri silabus tersebut,” tandas Ibnu.

Sekolah Umum Sudah, Madrasah Baru Mulai
Muatan Lokal Bahasa Banyumasan


Meski peserta didik di jenjang sekolah umum di Kabupaten Banyumas telah mendapatkan materi mata pelajaran bahasa banyumasan, namun khusus untuk siswa jenjang madrasah baru mulai mendapatkan materi tersebut pada semester tahun ini.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, Bambang Sucipto melalui Kasi Pendidikan Madrasah, Ibnu Asaduddin, kemarin, mengatakan, untuk muatan lokal bahasa Jawa secara umum, sebenarnya sudah diberikan kepada siswa jenjang madrasah.
Namun khusus bahasa banyumasan memang baru mulai diterapkan pada semester I tahun ini. Dia menjelaskan, pemberian materi muatan lokal bahasa banyumasan tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Bupati (Perbup) No 50 Tahun 2015 tentang Penerapan Mapel Mulok Bahasa Banyumasan pada satuan pendidikan.
Selain itu, menurut dia, dalam mengimplementasikan Pergub tentang muatan lokal bahasa Jawa, dijelaskan pula pelaksanaannya harus disesuaikan dengan masing-masing daerah. ”Misalnya kalau di wilayah Banyumas, maka materi muatan lokal bahasa Jawa juga harus bahasa banyumasan. Demikian pula untuk wilayah kabupaten yang lain,” terang dia.
Dia menambahkan, di jenjang madrasah, kegiatan pembelajaran muatan lokal bahasa banyumasan dilaksanakan selama dua jam pelajaran setiap pekan. Bahkan keberadaannya masuk dalam struktur mapel yang ada dalam Kurikulum 2013.
Meski madrasah di Kabupaten Banyumas dianjurkan untuk mulai memberikan materi pelajaran muatan lokal bahasa banyumasan, namun sampai sejauh ini sebagian besar madrasah belum memiliki silabus yang digunakan sebagai pedoman dalam memberikan materi pelajaran.
”Sebenarnya silabusnya sudah ada dalam Keputusan Bupati Banyumasa No 430/1111/tahun 2015 tentang Kurikulum dan Silabus Mapel Mulok Bahasa Jawa Banyumasan. Namun kami belum mendapatkan salinannya. Bila sudah dapat nanti bisa diberikan kepada masing-masing guru pengampu,” tandasnya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…