Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 19 September 2016

bahasa Jawa Banyumasan diwajibkan Madrasah



 suaramerdeka.com
Muatan lokal (mulok) bahasa Jawa Banyumasan kini tidak lagi hanya diajarkan pada jenjang sekolah saja, namun juga pada jenjang madrasah. Seluruh madrasah mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) sampai Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Banyumas, kini diwajibkan untuk memberikan materi mulok bahasa Jawa Banyumasan kepada peserta didik.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, Bambang Sucipto melalui Kasi Pendidikan Madrasah, Ibnu Asaduddin, mengungkapkan sebenarnya untuk muatan lokal bahasa Jawa secara umum sudah berjalan dan diberikan kepada peserta didik di jenjang madrasah sejak beberapa tahun lalu. Namun khusus bahasa Jawa Banyumasan memang baru akan diterapkan tahun ini.
Ini sekaligus sebagai pelaksanaan dari Peraturan Bupati (Perbup) No 50 Tahun 2015 tentang penerapan mapel mulok bahasa Banyumasan pada satuan pendidikan. Selain itu, dalam mengimplementasikan peraturan gubernur tentang muatan lokal bahasa Jawa disebutkan pelaksanaannya harus disesuaikan dengan daerahnya masing-masing.
”Misalnya kalau di wilayah Banyumas, maka materi muatan lokal bahasa Jawanya juga harus bahasa Banyumasan. Demikian pula untuk wilayah kabupaten yang lain. Ini sebagai bentuk upaya melestarikan bahasa daerahnya masing-masing,” terang dia.
Dia menjelaskan, di jenjang madrasah kegiatan pembelajaran muata lokal bahasa Jawa Banyumasan dilaksanakan selama dua jam setiap pekan. Keberadaannya sebagai mata pelajaran yang dialokasikan dalam struktur kurikulum 2013.
Meski madrasah di Kabupaten Banyumas dianjurkan untuk mengajarkan mulok bahasa Jawa Banyumasan, namun sampai sejauh ini sebagian besar madrasah belum memiliki silabus yang akan digunakan.
Adapun silabus tersebut mengacu pada Keputusan Bupati Banyumasa No 430/1111/tahun 2015 tentang kurikulum dan silabus mapel mulok bahasa Jawa Banyumasan untuk jenjang SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/SMK/MA negeri dan swasta di Kabupaten Banyumas.
”Saat ini kami masih mencari salinan atau soft copy dari silabus tersebut. Jika sudah mendapatkan soft copy dan diupload ke blog pendidikan madrasah, nanti masing-masing madrasah dapat mengunduh sendiri silabus tersebut,” tandas Ibnu.

Sekolah Umum Sudah, Madrasah Baru Mulai
Muatan Lokal Bahasa Banyumasan


Meski peserta didik di jenjang sekolah umum di Kabupaten Banyumas telah mendapatkan materi mata pelajaran bahasa banyumasan, namun khusus untuk siswa jenjang madrasah baru mulai mendapatkan materi tersebut pada semester tahun ini.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, Bambang Sucipto melalui Kasi Pendidikan Madrasah, Ibnu Asaduddin, kemarin, mengatakan, untuk muatan lokal bahasa Jawa secara umum, sebenarnya sudah diberikan kepada siswa jenjang madrasah.
Namun khusus bahasa banyumasan memang baru mulai diterapkan pada semester I tahun ini. Dia menjelaskan, pemberian materi muatan lokal bahasa banyumasan tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Bupati (Perbup) No 50 Tahun 2015 tentang Penerapan Mapel Mulok Bahasa Banyumasan pada satuan pendidikan.
Selain itu, menurut dia, dalam mengimplementasikan Pergub tentang muatan lokal bahasa Jawa, dijelaskan pula pelaksanaannya harus disesuaikan dengan masing-masing daerah. ”Misalnya kalau di wilayah Banyumas, maka materi muatan lokal bahasa Jawa juga harus bahasa banyumasan. Demikian pula untuk wilayah kabupaten yang lain,” terang dia.
Dia menambahkan, di jenjang madrasah, kegiatan pembelajaran muatan lokal bahasa banyumasan dilaksanakan selama dua jam pelajaran setiap pekan. Bahkan keberadaannya masuk dalam struktur mapel yang ada dalam Kurikulum 2013.
Meski madrasah di Kabupaten Banyumas dianjurkan untuk mulai memberikan materi pelajaran muatan lokal bahasa banyumasan, namun sampai sejauh ini sebagian besar madrasah belum memiliki silabus yang digunakan sebagai pedoman dalam memberikan materi pelajaran.
”Sebenarnya silabusnya sudah ada dalam Keputusan Bupati Banyumasa No 430/1111/tahun 2015 tentang Kurikulum dan Silabus Mapel Mulok Bahasa Jawa Banyumasan. Namun kami belum mendapatkan salinannya. Bila sudah dapat nanti bisa diberikan kepada masing-masing guru pengampu,” tandasnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar