Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Kamis, 29 September 2016

Kongres Bahasa Penginyongan I Bakal Dihadiri 100 Tokoh

Quote suaramerdeka.com :
Kongres Bahasa Panginyongan I bakal dihadiri sedikitnya 100 tokoh budayawan, seniman dan pemerhati bahasa. Pertemuan itu, dipusatkan di Kampung Agro Karang Penginyongan, 25-27 Oktober mendatang.
Seniman Padhepokan Cowongsewu, Titut Edi Purwanto mengatakan, daya tampung Kampung Agro Karang Penginyongan sementara ini hanya berjumlah 100 orang. Meski demikian, dia mengaku tidak ingin membatasi jumlah peserta yang hadir. “Antusiasme tokoh dan masyarakat dari berbagai daerah terhadap kongres ini membludak.
Tapi kami sebagai panitia memohon maaf karena daya tampung Kampung Agro yang dikelola bersama masyarakat Desa Karangtengah ini masih terbatas,” kata konsultan seni budaya Kampung Agro Karang Penginyongan ini, dalam rapat koordinasi Kongres Bahasa Panginyongan di Rumah Makan Umaeh Inyong, kemarin.
Dia mengatakan, kongres ini bakal diikuti pemerhati bahasa dan budaya, seniman serta pelaku seni dari wilayah Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, Tegal, Brebes, Pemalang, Wonosobo hingga Kebumen. Pada kegiatan konggres nanti kesenian dan kebudayaan budaya Banyumasan ditampikan baik pada ruang pameran maupun pertunjukan seni selama kegiatan berlangsung.
Sibuk
Budayawan Banyumas, Ahmad Tohari mengemukakan, pihaknya berencana mengundang tiga tokoh untuk menjadi pembicara yakni, Prof Sugeng Priyadi MHum, guru besar Sejarah Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Surasono mantan redaktur majalah dan Ki Enthus Susmono, Bupati Tegal.
Ketiganya dipilih untuk memberi sumbangsih pada pengembangan corak bahasa yang digunakan masyarakat Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen, Cilacap, sebagian Brebes dan sebagian Wonosobo.
“Semoga nanti mereka tidak terlalu sibuk. Saya segera konfirmasi kehadirannya,” kata dia. Keputusan diselenggarakannya Kongres I Basa Pengiyongan di Banyumas, menurut novelis ini, merupakan marwah bahasa panginyongan berpusat di Kabupaten Banyumas.
Peserta kongres juga akan merumuskan rekomendasi tentang pelestarian dan pengembangan bahasa Panginyongan. Sementara itu, pemilik Kampung Agro Karang Penginyongan, Liem Kuswintoro mengaku siap memfasilitasi kegiatan peserta kongres.
Dia berharap, pertemuan tersebut dapat menghasilkan keputusan yang bermanfaat untuk perkembangan Bahasa Pangiyongan. “Kami selalu mendukung upaya pembentukan karakter dan pelestarian bahasa daerah. Karena hal ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia,” katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar