Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Jumat, 30 September 2016

Warga Diminta Jaga Hulu Sungai Antisipasi Banjir Bandang

Quote suaramerdeka.com :
Warga di wilayah Desa Cidora dan Desa Besuki, Kecamatan Lumbir yang rawan terdampak bencana banjir bandang diminta turut menjaga kawasan hulu sungai di sekitarnya.
Pasalnya, banjir bandang yang terjadi pekan ini tak lepas dari dampak alih fungsi lahan hutan. Perangkat Desa Cidora, Miskam menyatakan, banyak hutan rakyat yang berada di kawasan hulu sungai banyak berubah menjadi lahan dan areal persawahan.
Selain itu kawasan Perhutani di wilayah Desa Cidora terbilang merupakan kawasan hutan pinus yang berumur muda daya tangkap airnya rendah. Akibatnya dengan kondisi sungai yang dangkal, ketika hujan deras terjadi maka banjir bandang berpotensi terjadi.
“Karena itu, kami dorong agar warga semakin waspada dan memperhatikan kondisi lingkungan. Kami juga mendorong warga juga menanam tanaman kayu di lahan kritis,” jelasnya, kemarin. Hingga kemarin, dari data yang diperoleh Kecamatan Lumbir, jumlah rumah warga Desa Cidora yang terendam banjir bandang Sungai Begadung terdata menjadi 17 rumah.
Padahal usai kejadian air Sungai Begadung meluap jumlahnya baru terdata delapan rumah. “Jadi, total rumah yang terendam di Desa Besuki dan Cidora adalah 32 rumah warga di bantaran Sungai Lopasir dan Sungai Begadung. Sekarang ini pembersihan material banjir bandang sudah hampir selesai dilaksanakan warga,” kata Camat Lumbir, Budi Nugroho.
Waspada
Budi juga terus mendorong masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana tanah longsor dan banjir bandang di wilayah Lumbir dapat semakin waspada. Apalagi hingga akhir September ini hujan deras yang memicu banjir bandang dan juga longsor di wilayah Karanggayam juga terjadi.
“Koordinasi antar-RT, RW, perangkat desa, dan jajaran Muspika Lumbir dapat terus ditingkatkan sehingga jika bencana terjadi maka dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” jelasnya. Sementara itu, usai diguyur hujan deras Rabu (28/9) lalu, tanah longsor terjadi sepanjang 10 meter dan tinggi 4 meter di Desa Tamansari Kecamatan Karanglewas.
Tak ada korban jiwa, namun tanah longsor mengancam rumah Sanreja Taswan. Kondisi pondasi rumah warga tersebut kini dalam kondisi menggantung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar