Langsung ke konten utama

Kearifan Lokal Basis Mitigasi Bencana

Quote suaramerdeka.com:
UPAYA mencari selamat bagi orang Jawa khususnya di Banyumas yang terepresentasi dalam berbagai kearifan lokal dapat dijadikan menjadi basis mitigasi bencana.
Di tengah ancaman bencana alam yang saat ini mengancam warga, filosofi mencari keselamatan yang sudah masuk dalam pikiran hingga laku keseharian patut digali dan diangkat kembali.
Demikian disampaikan budayawan sekaligus sastrawan Ahmad Tohari. Di masa lampau orang akan sangat tanggap dengan pertanda alam di sekitar mereka.
Gejala alam adalah ‘sasmita’ yang saling terkait dengan kejadian alam lainya termasuk bencana alam. Terkait hal itulah, mereka akan berusaha melaksanakan penyelamatan diri mereka dari bencana.
“Mereka akan waspada terhadap potensi gempa bumi hingga erupsi gunung, yang biasanya ditandai dengan turunnya binatang dari gunung, semut keluar dari sarang hingga gonggongan anjing yang tidak henti yang tak jelas sebabnya,” katanya.
Perilaku marga satwa yang turun dari gunung terutama dari gajah yang berlari hingga batas lokasi tsunami terjadi juga terjadi saat tsunami dari Aceh hingga Thailand saat Desember 2004 lalu. Meskipun sepintas dianggap kurang rasional, namun buktibukti pengetahuan, filosofi dari kearifan lokal terbukti sangat bermanfaat bagi warga.
Terkait hal itu, dengan pemikiran masyarakat modern sekarang sudah seharusnya mereka dapat merasionalisasi berbagai kearifan lokal yang ada di lingkungan mereka untuk mitigasi bencana. “Saya kira ini masih relevan dalam hal untuk mitigasi kebencanaan.
Angkat kembali kearifan lokal, karena di tengah balutan berbau mitologi, banyak hal yang rasional atau masuk akal. Apalagi filosofi orang Jawa adalah mencari selamat,” ujarnya.
Desa Tangguh
Dikatakan, yang patut diperhatikan dan dilestarikan lagi adalah kesiapsiagaan dan ketangguhan warga hingga pemerintah desa di masa lampau terhadap bencana. Keberadaan perangkat desa sebagai jagabaya (penjaga bahaya) terbukti efektif dalam mendorong dan menggerakkan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana di lingkungan desa.
Jagabaya inilah yang disebut sebagai polisi desa. Pemkab Banyumas terus mendorong masyarakat untuk semakin siaga dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana alam di wilayah Banyumas.
Selain pembentukan lima desa tangguh bencana, komunitas masyarakat peduli bencana hingga praktik kearifan lokal terus digali dan dilaksanakan sebagai basis mitigasi bencana di Banyumas.
“Mulai dari dalam diri sendiri, kita dapat membantu keluarga dan komunitas untuk membangun kesiapsiagaan, maupun pada saat menghadapi bencana dan pulih kembali pasca bencana,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Erry Cahyono.
Pemerintah Kecamatan Lumbir juga terus mengainventarisasi berbagai kearifan lokal baik itu berupa nilai, tradisi, pengetahuan, artefak dan budaya yang ada di masyarakat.
Apalagi seperti diketahui mitigasi bencana berbasis kearifan lokal, seperti yang dipunyai oleh masyarakat Baduy, Banten hingga masyarakat Pulau Nias yang terbukti berhasil meminimalisasi risiko tanah longsor dan tsunami.
“Pantangan menebang pohon tertentu di suatu tempat yang bisa menjadi tanaman konservasi sebagai kearifan lokal patut dikembangkan lagi,” tutur Camat Lumbir, Budi Nugroho.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…