Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 05 September 2016

Tol Dorong Kemajuan Banyumas




BANYUMAS – Infrastruktur transportasi berupa jalan tol potensial untuk mendorong kemajuan ekonomi dan sosial budaya di Banyumas. Apalagi dengan perkembangan Banyumas pesat di masa mendatang, permasalahan transportasi dan tata ruang merupakan masalah yang tak bisa terelakan.

Hal itu disampaikan oleh Bendahara Pengurus Pusat Ikatan Sarjana NU (ISNU), Ifan Haryanto, dalam diskusi Komunitas NU Banyumas, di Purwokerto, Kamis (1/9) pekan lalu. Ifan melihat Banyumas punya segudang potensi ekonomi yang bisa dikembangkan mulai dari perdagangan, pariwisata hingga jasa.

“Dari tiga potensi utama, ada banyak varian turunan ekonomis-bisnis yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Aksesabilitas, infrastruktur disebut jadi salah satu penyebab kendala, makanya perlu ditangani sejak sekarang,” katanya.

Dia mendorong gerakan masyarakat sipil termasuk komunitas Nahdlatul Ulama di Banyumas untuk memajukan infrastruktur, tata ruang dan kota. Kebijakan tata kota wilayah yang bersifat dinamis, progresif dan menyeluruh dibutuhkan untuk mendukung terangkatnya berbagai potensi ekonomi di Banyumas.

Akses Infrastruktur

“Selama akses infrastruktur belum mendukung, saya pikir selamanya Banyumas akan begini saja. Misalnya, kita butuh akses tol. Kenapa (tol) setelah sampai Brebes terus ke Pemalang-Pekalongan (Trans Jawa), bukan Banyumas?” tandas Ifan yang sekarang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Bogor.

Pakar planologi dan tata ruang yang telah mengerjakan land mark, ikon kota, hingga detail enginering design (DED) tata kota di Indonesia ini mengatakan untuk eksplorasi wilayah Banyumas, sangat diperlukan rekayasa wilayah atau konsep tata ruang kota yang visioner. Banyumas yang empumyai kawasan seperti Baturaden, bisa dikembangkan sebagai sentra ekonomi wisata seperti wilayah Kawasan Batu, Malang, Jawa Timur.

“Misalnya, kalau Purwokerto sudah krodit pindahkan saja perkantoran (termasuk bupati) ke Kalibagor atau Gunung Tugel. Kita konsep yang bagus, visioner dan kajian yang mendalam. Soal anggaran, pasti ada jangan bingung,” kata alumnus SMAN 2 Purwokerto tersebut.

Menanggapi pemaparan dari Ifan, Sekretaris MUI Banyumas, Ridwan membenarkan sebagai entitas besar di Banyumas, NU mempunyai peranan yang cukup besar. Dengan keberadaan kader NU yang berada ‘di mana-mana’ baik di lingkungan birokrasi, akademisi, pengusaha dan sebagainya NU punya kontribusi besar untuk mendorong ke arah perubahan Banyumas yang lebih baik. Dia memaparkan, potensi besar warga NU Banyumas di bidang ekonomi.

Melalui lembaga amil zakat infak dan sedekah ini melakukan sejumlah terobosan antara lain melalui program unggulan NU Smart, NU Preneur, dan NU Care. “NU itu besar. Kalau bersatu dan besar, pasti menjadi berkah bagi banyak orang.

Melalui Komunitas NU Banyumas yang dimulai dari jejaring media sosial ini diharapkan menjadi awal langkah yang lebih konkret dan nyata. Apalagi anggota dari komunitas yang ada ini juga berasal berasal dari beragam latar belakang keilmuan dan profesi, struktural dan kultural menjadi satu,” jelasnya.
http://berita.suaramerdeka.com/smcet...juan-banyumas/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar