Langsung ke konten utama

Banyumas Akan Terapkan Kota Cerdas

Quote suaramerdeka.com :
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto menginisiasi konsep smart city atau kota cerdas di Kabupaten Banyumas. Tahap awal menuju perwujudan smart city dengan mengimplementasikan smart economy yang merupakan salah satu elemen penting dalam pengembangan smart city.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan, smart economy merupakan salah satu pendekatan dalam memberikan solusi terhadap permasalahan ekonomi di daerah yang salah satu caranya adalah memaksimalkan fungsi teknologi.
Untuk mewujudkan konsep tersebut, pada Oktober-Desember 2016 akan dijadikan momentum untuk menuju smart economy-smart city dengan me-launching beberapa program elektronifikasi di Banyumas. Beberapa pihak yang terlibat dalam inisiasi ini antara lain, BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto, BPMPD Banyumas, Pemkab Banyumas dan perbankan Banyumas.
”Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menerapkan transaksi nontunai di tempat-tempat wisata. Kami juga akan mempelopori transaksi nontunai di Pasar Manis Purwokerto,” katanya kemarin. Dia menambahkan, untuk kesiapan pelaksanaan tersebut, pihaknya telah melatih sekitar 30 pedagang Pasar Manis yang bekerja sama dengan perbankan.
Para pedagang itu dilatih melakukan transaksi nontunai dengan menggunakan mesin EDC atau (electronic data capture). ”Jadi nantinya para pedagang itu menerapkan transaksi nontunai, kemudian akan diikuti oleh pedagang lainnya di pasar itu,” ujarnya.
Pelatihan
Dikatakan, perwujudan smart city menjadi sesuatu yang perlu disegerakan dan mutlak dibutuhkan. Apalagi sekarang ini, arah di dunia termasuk di Indonesia mengarah ke smart city yang berlandaskan dengan teknologi informasi.
”Kalau kota-kota lain sudah menerapkan konsep smart city, sementara kita belum maka kita akan semakin ketinggalan,” ujar Denny. Kabid Pasar dan PKL Dinperindagkop Banyumas, Amrin Ma’ruf mengakui para pedagang memang telah mendapat pelatihan transaksi nontunai dari BRI, bahkan mereka akan memiliki mesin EDC.
”Tapi kami berharap tidak hanya satu bank yang andil, karena masyarakat yang berbelanja di pasar itu merupakan nasabah dari beberapa bank lain,” katanya. Dia mengatakan, penerapan transaksi nontunai selain dapat menekan uang beredar di pasar, keuntungan untuk pengelola pasar adalah dapat mempromosikan pasar rakyat semi modern kepada masyarakat luas.
”Apabila tingkat pengunjung ke pasar rakyat semakin banyak, harapannya kesejahteraan pedagang meningkat. Untuk itu, supaya konsep ini bisa berjalan lancar dibutuhkan dukungan semua pihak,” katanya. Ramdan Denny Prakoso kembali mengatakan, untuk menyukseskan konsep ini pihaknya akan menyosialisasikan tentang manfaat transaksi nontunai kepada masyarakat, di pasar tradisional maupun desadesa.
”Perlu ada sosialisasi, imbauan serta penerapan setengah memaksa untuk mengubah transaksi dari metode pembayaran tunai ke nontunai, serta dari ekslusif ke infklusif. Ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT),” katanya menjelaskan. Denny berharap setelah konsep ini teralisasi, para pedagang ini dapat menggalakkan pasar online.
Pemasaran ini menggunakan layanan sistem informasi manajemen berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi. Terpisah, Wakil Ketua Kadin Banyumas, M Arsad Dalimunte mengatakan, kemudahan yang diakibatkan oleh kemajuan teknologi semacam ini dapat mendorong setiap orang untuk berkarya dan mengembangkan kreativitasnya.
Pada gilirannya mendorong pertumbuhan laju industri kreatif yang mendatangkan multy effect dalam arti positif. ”Kemajuan teknologi telah banyak merubah tata kelola industri yang tadinya manual menjadi serbamodern dan mendatangkan kecepatan yang lebih, serta pembiayaan yang lebih efisien,” katanya.
Namun, untuk mengarah ke sana dibutuhkan proses panjang. Sebab, mengubah budaya masyarakat dari konvensional ke online. ”Terobosan konsep ini bagus, tapi butuh tahapan agar masyarakat terbiasa dengan transaksi nontunai,” katanya. 

Literasi Keuangan Perlu Ditingkatkan

METODE – metode pembayaran nontunai sebagai langkah awal dalam implementasi smart citysmart economy memberi manfaat besar, seperti transaksinya menjadi mudah, aman, efisien dan terhindar dari pemalsuan uang.
Namun demikian, untuk memasyarakatkan layanan transaksi nontunai di pasar tradisional maupun pusat-pusat belanja, Bank Indonesia Purwokerto maupun perbankan harus meningkatkan literasi keuangan kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan, karena sebagian besar masyarakat saat ini masih menggunakan uang tunai dalam bertransaksi.
”Memang manfaatnya sangat besar, tapi kendalanya sebagian masyarakat Banyumas belum memiliki rekening. Padahal, rekening mutlak dibutuhkan untuk bertransaksi nontunai,” kata Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed Purwokerto, Suliyanto.
Belum lagi, apabila konsep ini diterapkan di pasar tradisional, maka edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terus digalakkan. Sebab, seperti diketahui para pengunjung atau pembeli yang berbelanja di pasar tradisional mayoritas adalah masyarakat menengah ke bawah. Artinya, tingkat literasi keuangan pengunjung pasar tradisional lebih rendah daripada pasar modern.
”Di pasar modern saja masih banyak yang menggunakan transaksi tunai, apalagi di pasar tradisional. Untuk itu, perlu keseriusan dalam mengedukasi kepada masyarakat yang melibatkan pihakpihak terkait,” katanya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…