Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 19 September 2016

Museum Pangsar Soedirman Tambah Wahana Permainan

suaramerdeka.com
Museum Panglima Besar Jenderal Soedirman di Karanglewas, bakal menambah permainan untuk anak-anak sebagai wahana hiburan. Rencananya, wahana permainan ini dibuka mulai tahun depan.
Kepala Seksi Objek dan Promosi Wisata, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Kasirun, mengungkapkan, sebenarnya Museum Panglima Besar Jenderal Soedirman sudah memiliki wahana multimedia film perjuangan Jenderal Soedirman.
Akan tetapi, media tersebut dirasa masih kurang menarik bagi anak-anak dan remaja. “Sudah ada film perjuangan yang diputar di dalam kompleks museum. Tetapi memang belum maksimal untuk menarik pengunjung,” kata dia, kemarin.
Kasirun mengatakan, pihaknya mengusulkan penambahan wahana permainan tradisional, agar pengunjung lebih betah bermain di arena museum. Menurut dia, penambahan koleksi permainan anak tradisional akan memancing minat anak-anak untuk mengenal bentuk dolanan masa kecil orang tua mereka.
Arena Bermain
Dia menyebutkan, dolanan bocah itu antara lain egrang, arena sonda manda, gobag sodor, panggalan, benthik, gasing dan alat-alat lainnya. Pengelola museum akan memanfaatkan taman yang berada di belakang museum untuk dijadikan arena bermain. “Kami juga akan melakukan penghapusan aset gedung sinema yang mangkrak.
Selama ini belum bisa dimanfaatkan untuk kegiatan,” ujarnya. Sementara itu, pengamat pariwisata Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Tunjung Linggarwati mengatakan, di kota lain sarana multimedia sudah menjadi wahana yang tersedia di museum.
Anak-anak tentu sangat menyukai sarana pengenalan museum tersebut. “Sarana multimedia ini bisa berupa film atau video tentang Jenderal Soedirman, diorama tiga dimensi dan sebagainya. Pola wisata edukasi ini yang diminati oleh anak-anak,” ujarnya.
Menurut dia, Pemkab sebagai pengelola museum harus mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, apabila menginginkan pengunjungnya tetap stabil. Sebagai media promosi, perlu digelar even semacam lomba menulis cerita, menggambar atau membuat video tentang Jenderal Soedirman. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar