Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Senin, 26 September 2016

Siswa Gunakan Tembok sebagai Media Lukis

Quote suaramerdeka.com:
Pada umumnya aktivitas melukis dilakukan pada media kertas atau kain, namun siswa SMP 1 Baturraden memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan kemampuan dalam melukis. Mereka menggunakan tembok sekolah untuk dijadikan sebagai media untuk melukis, Sabtu (24/9) lalu.
Tembok kosong sekolah sengaja dibuat kapling untuk media lukis bagi kelompok siswa yang terlebih dulu dilakukan pembagian. Guru seni lukis, Prikhono, mengatakan tembok sekolah menjadi media alternatif untuk mengekpresikan kemampuan melukis siswa.
Selain untuk pembelajaran, sekaligus memperindah lingkungan sekolah, sehingga membuat nyaman warga sekolah dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Supaya ada keseragaman dalam berkarya, lanjut dia, para siswa diminta untuk melukis dengan tema batik. Sebelum melukis di tembok, siswa diwajibkan melukis dalam kertas.
Setelah mendapat persetujuan dari guru, hasil lukisan itu diwujudkan dalam lukisan tembok. ‘’Dipilihnya tema batik, sebab batik telah menjadi budaya bangsa. Karena itu, siswa wajib mencintai, mengenal dan bisa melukis batik,’’jelasnya.
Mendukung
Kegiatan melukis ini sengaja dijadwal sesuai jam pelajaran seni budaya, sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Kepala sekolah, Herry Nuryanto Widodo, mendukung kegiatan melukis pada media tembok sekolah, sebab itu merupakan bagian dari inovasi dalam kegiatan pembelajaran.
‘’Yang pasti hasil dari kegiatan tersebut sekolah menjadi indah. Selain itu, karya siswa dapat dilihat oleh warga sekolah, sehingga bisa menjadi kebanggaan bagi mereka,’’terangnya.
Dia menambahkan, pada dasarnya sekolah yang maju dan sehat, harus mendapat dukungan dari seluruh warga sekolah. Terkait kebersihan misalnya, sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, siswa diwajibkan melakukan operasi sampah, sedangkan guru mendapat kewajiban untuk memonitor kebersihan.
‘’Sebenarnya tujuan akhir dari kegiatan tersebut adalah mewujudkan pola hidup bersih dan sehat bagi warga sekolah,’’ tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar