Langsung ke konten utama

Kecap Lokal Tetap Diminati

suaramerdeka.com
Meskipun harus bersaing dengan kecap merek besar, kecap lokal tradisional di Banyumas masih diminati konsumen. Selain rasanya khas, harga terjangkau menjadi pilihan untuk membeli kecap tersebut.
Pemilik toko kelontong di Kecamatan Kemranjen, Yulian Ranto (30) mengatakan, kecap lokal tetap diminati para pembeli meskipun sekarang ini banyak kecap-kecap merek besar beredar di wilayah pinggiran. “Orang kalau sudah mencicipi rasa khaslokal tidak akan berpaling ke merek lain.
Saya juga tidak tahu kenapa, padahal saya juga menjual kecap lain merek besar,” ujar dia, kemarin. Ia menilai, kecap lokal tradisional harganya juga terjangkau.
Hal ini dapat dimanfaatkan konsumen yang memiliki usaha sate, soto, bakso maupun mi ayam. “Kalau membeli kecap botolan, konsumen lebih banyak memilih kecap merek lokal, tapi kalau kecap sachet mereka memilih kecap merek besar,” katanya.
Harga kecap lokal tradisional, kata Ranto, untuk masing-masing merek harganya berbeda, namun masih di bawah Rp 20 ribu per botol. “Harga kecap antara Rp 14.000 hingga Rp 18.000 per botol. Satu botol berisi 625 ml,” katanya.
Pelanggan
Pemilik usaha kecap lokal di Kecamatan Kebasen, Safei Rahmat mengaku rasa dan harga menjadi salah satu pertimbangan konsumen untuk terus mengonsumsi kecap lokal tradisional.
“Saya tidak takut bersaing, karena saya memiliki pelanggan sendiri. Apalagi orang kalau sudah suka pada kecap merek tertentu, ia akan sulit pindah ke merek lain,” ujarnya.
Usaha kecap tradisional warisan dari orang tuanya itu sampai saat ini masih berjalan, bahkan semakin berkembang. Usaha kecap tradisional ini juga sudah dikembangkan oleh anak Safei dengan jangkauan pemasaran di wilayah eks Karesidenan Banyumas.
Sebagian besar produknya di pasarkan ke toko-toko sembako dan pedagang satai ayam dan kambing. Setiap hari jumlah produksinya mencapai 200 botol. Jumlah ini biasanya meningkat saat menjelang Lebaran dan musim hajatan.
“Saya terus menjaga kualitas rasa agar konsumen tidak berpindah ke merek kecap lain,” katanya. Kepala Seksi Industri Hasil Hutan dan Pertanian, Dinperindagkop Banyumas, Sri Gito mengatakan, industri rumahan kecap tradisional di Banyumas jumlahnya mencapai puluhan.
Mereka tersebar di wilayah Kota Purwokerto, Kecamatan Kebasen dan Sumbang. “Jenis kecap yang masih beroperasi antara lain kecap Riboet, kecap Damai, dan kecap Ayam Bentul,” ujar dia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…