Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Jumat, 16 September 2016

Produksi Batik Tulis Dioptimalkan

suaramerdeka.com
Kelompok Usaha Bersama (KUB) Batik Pringmas Desa Papringan, Kecamatan Banyumas, mulai mengoptimalkan produksi batik tulis, guna mempersiapkan diri mengikuti pameran produk di luar kota.
Wakil Ketua KUB Batik Prapringan, Iin Susiningsih, mengatakan, sekarang kelompok sedang fokus pada peningkatan produksi batik tulis, karena persediaannya mulai menipis. ”Sekarang kami mulai dari awal lagi, setelah sebelumnya barang yang dipamerkan banyak dibeli pengunjung pameran,” katanya, kemarin.
Kain batik tulis yang banyak diproduksi adalah motif banyumasan, seperti sidamukti, sidaluhur, dan babon angrem. Adapun kombinasi warna hanya dua, yaitu cokelat dan hitam. ”Motif pakem banyumasan ini yang paling diminati konsumen. Kombinasi dua warna ini memiliki nilai seni tinggi dan terlihat lebih elegan,” ujar dia.
Iin menambahkan, dalam sebulan ini kelompok menargetkan memproduksi batik tulis 300 lembar. ”Kami sengaja membuat banyak untuk mempersiapkan pameran produk di luar kota. Pengalaman ikut pameran di Jakarta dalam dua hari mencapai 202 lembar dengan nilai pendapatan Rp 71.865.000,” katanya.
Kualitas Produk
Harga yang ditawarkan untuk batik tulis dengan kain biasa mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 350.000 per lembar, sedangkan batik tulis kain kereta kencana mulai Rp 500.000 per kembar, menyusul batik kombinasi dan batik cap Rp 115.000 per lembar. Selain meningkatkan produksi, KUB Batik Pringmas terus berupaya meningkatkan kualitas produk, dengan menggunakan bahan kain berkualitas.
Bahan kain batik ini dipasok dari Yogyakarta dengan harga berkisar Rp 100.000 per potong. Penggunaan bahan kain yang mahal tentu akan meningkatkan harga jual yang dibebankan kepada konsumen. ”Kami sekarang mulai membidik konsumen menengah atas dalam memasarkan produk.,” kata Iin.
Manajer Unit Akses Keuangan dan UMKM Bank Indonesia Purwokerto yang juga menjadi pendamping KUB Pringmas, Noeniek Reediati, mengungkapkan, selama tiga tahun terakhir permintaan kain batik terus meningkat. Sebelumnya pesanan kain batik hanya 30 lembar, namun sekarang sudah mencapai 100 lembar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar