Langsung ke konten utama

LSM pesanan pembuat gaduh ?

Sekedar buka arsip lama, ada yang tahu LSM seperti ini apa manfaatnya bagi  masyarakat? ada yang merasakan dampak positif kehadiran mereka? Intinya mereka cari makan, itu logikanya. Tapi ya sadar sedikitlah, jangan menghambat kemajuan dengan pola pikir arus pendek. 

Aston Lolos Tanpa Amdal , Bupati : Dulu Cukup UKL-UPL 

Quote Radar Banyumas SELASA, 11 AGUSTUS 2015  :
PURWOKERTO – Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GNPK) Kabupaten Banyumas mengirim surat ke Bupati Banyumas Ir Achmad Husein, Senin (10/8). Dalam surat tersebut, mereka mempertanyakan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Hotel Aston Imperium Purwokerto, yang dianggap tidak ada saat hotel tersebut dibangun hingga beroperasi sampai sekarang. Berdasarkan hasil penelusurannya, Koordinator GNPK Subroto dalam suratnya mengatakan, pembangunan hotel tersebut dinilai tidak memiliki Amdal, namun hanya mendasarkan pada dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup-Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL). Sehingga Subroto meminta bupati untuk mengecek hal itu. Namun dalam surat tersebut, Subroro juga mengakui kalau hotel Aston bisa beroperasi sampai sekarang karena pemkab sudah memberi izin. Di antaranya diterbitkan dokumen UKL-UPL. Menurutnya, berdasarkan ketentuan Pasal 121 ayat 1, UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup usaha dan atau kegiatan yang telah memiliki izin usaha dan atau kegiatan tetapi belum memiliki dokumen Amdal, wajib menyelesaikan audit lingkungan hidup dalam waktu paling lama dua tahun. “Pemkab, dinas terkait dan pihak pemilik hotel tidak memperhatikan pasal tersebut diatas. Sehingga sampai saat ini tidak melakukan audit lingkungan hidup,” jelasnya. Bupati Banyumas Ir Achamd Husein yang menanggapi surat tersebut mengatakan, saat hotel tersebut mau dibangun dan beroperasi, sudah sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku saat itu. Saat pengajuan izin tahun 2009 lalu, belum ada persyaratan harus memakai Amdal. Namun cukup dengan dokumen UKL-UPL. “Sejak tahun 2012, untuk bangunan-bangunan baru memang ada persyaratan harus melengkapi Amdal. Sehingga untuk rencana pengembangan yang sedang diajukan, kita sarankan harus memakai Amdal,” katanya. Menurut Husein, pihaknya bersama SKPD terkait sudah bertemu dengan pihak Aston. Pihak Aston menyanggupi melengkapi Amdal untuk rencana penambahan bangunan. “Mereka sudah beberapa kali mempertanyakan hal itu, dan sudah diberitahu hasil tindaklanjutnya,” tandas Husein. Owner Hotel Aston, Yuda Wijaya mengatakan, pihaknya tidak mungkin menabrak aturan. Sebab saat mau membangun hotel berkelas internasional tersebut, untuk perizinan juga berkonsultasi dengan pemkab agar sesuai aturan. Untuk persyaratan waktu itu, aturannya hanya dengan dokumen UKL-UPL. “Karena ketentuannya seperti itu, ya kita penuhi dan waktu itu pemkab sudah memberikan izin. Kalau persyaratan waktu itu harus memakai Amdal, pasti kita ikuti,” katanya terpisah. Menurutnya, hasil pertemuan dengan Bupati dan SKPD terkait belum lama ini, pihak pemkab juga tidak mempersoalkan izin saat kali pertama diajukan (berdiri). “Kalau rencana penambahan untuk bar disarankan harus dilengkapi Amdal, ya ini akan kita penuhi. Tapi kalau yang dipertayakan saat Aston berdiri, ya tidak mungkin kita nekat sebelum semua perizinan dikeluarkan,” tandasnya. General Manager Hotel Aston Purwokerto Tommy Agung Kartika mengatakan, tidak mungkin sebuah hotel yang masuk grup Aston internasional bisa diterima masuk jaringan kalau belum ada perizinan. “Ini sudah menjadi persyaratan mutlak dan semua dokumen perizinan saat hotel ini dibangun ada. Kan tidak mungkin manajemen Aston pusat menerima kalau masih ada permasalahan, seperti soal Amdal yang dipertayakan tersebut,” katanya.


Sumber: http://radarbanyumas.co.id/aston-lolos-tanpa-amdal/
Copyright © Radarbanyumas.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…