Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Senin, 23 Mei 2016

Sulap Sampah Sokaraja Lor Jadi Pemandangan Indah



SOKARAJA-radarbanyumas Di tangan Edi Setiono, warga Desa Sokaraja Lor Kecamatan Sokaraja, sampah pelepah pisang dipoles menjadi lukisan yang indah dan bernilai seni. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang cukur itu mengaku ingin memanfaatkan barang-barang yang tidak bermanfaat menjadi berguna.
Di sela-sela menunggu pelanggan, Edi membuat lukisan pelapah pisang dengan detail. Untuk lukisan berukuran kecil, dia membutuhkan pembuatan selama tiga hari.
Sedangkan untuk lukisan yang besar dia bisa menyelesaikannya dalam waktu satu minggu. “Semua harus detail agar hasilnya maksimal, dipandang juga indah,” ujarnya.
Dia menjelaskan, hasil karya yang dibuat berupa lukisan pemandangan alam, mulai dari pegunungan, sungai, pantai, danau, maupun air terjun.
Tak hanya sampah pelepah pisang yang dia gunakan, namun juga ranting daun hingga daun jagung kering. Semua sampah itu mudah dicari di desanya.
Menurut dia, pelepah pisang selalu ada di setiap musim, baik musim hujan maupun musim kemarau. “Semua yang saya pakai sudah tergeletak dan menjadi sampah. Kalau ada pemiliknya, saya biasanya minta dan langsung diberi, karena tidak terpakai,” paparnya.
Dia mengaku mulai membuat lukisan tersebut mulai tahun 2011 lalu. Awalnya dia membuat lukisan dari limbah cangkang telur, namun pembeli lebih tertarik membeli lukisan dari pelepah pisang.
Harga lukisan yang dia buat mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu. “Yang beli biasanya datang ke rumah. Sebab tenaga masih terbatas dan takut belum bisa memenuhi setiap pesanan,” imbuhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar