Langsung ke konten utama

Gerakan Literasi Terbentur Ketersediaan Perpustakaan


Suara Banyumas 
suaramerdeka.com/ doc
suaramerdeka.com/ doc
PURWOKERTO, suaramerdeka.com – Gerakan literasi (membaca) di kalangan peserta didik di Kabupaten Banyumas yang dicanangkan Kemendikbud, saat ini terbentur dengan ketersediaan sarana dan prasarana (Sarpras), khususnya ruang perpustakaan beserta koleksi bukunya.
Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Edy Rahardjo melalui Kasi Sarpras, Gunadi, mengungkapkan saat ini masih ada sekolah di wilayah Banyumas, terutama jenjang SD yang belum memiliki ruang perpustakaan sendiri.
Bahkan data terakhir menyebutkan, dari sebanyak 825 SD yang ada, setidaknya masih ada sekitar 124 sekolah yang belum memiliki ruang perpustakaan sendiri. Padahal keberadaan perpustakaan cukup penting untuk mendorong minat peserta didik agar mau membaca buku.
Menurutnya, ada sejumlah hal yang menjadi penyebab sekolah belum memiliki ruang perpustakaan. Di antaranya belum ada dana maupun belum ada lahan yang bisa digunakan untuk membangun ruang perpustakaan.
Sebenarnya pemerintah telah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK), di mana salah satu alokasinya untuk membangun perpustakaan. Namun diakui, dana tersebut sangat terbatas, sehingga tidak semua sekolah mendapatkan.
Dia menjelaskan, tahun ini dana DAK bidang pendidikan yang diterima Kabupaten Banyumas sebesar Rp 7,9 miliar. Sedangkan dana pendamping yang dialokasikan Pemkab sebesar Rp 158.387.200, sehingga total anggaran DAK yang dikucurkan mencapai Rp 8.077.747.200.
”Dana ini peruntukannya untuk kegiatan rehab sekolah, pembangunan ruang kelas baru, hingga pembangunan ruang perpustakaan. Dana itu sekitar 60 persen digunakan untuk pembangunan fisik dan 40 persen untuk peningkatan mutu sekolah,” jelas.
Sementara guna mendukung gerakan membaca dan menulis, Dinas Pendidikan setempat mewajibkan seluruh siswa di sekolah untuk melakukan aktivitas membaca selama kurang lebih 15 menit.
Hal ini sebagai tindak lanjut dari instruksi Kemendikbud sekaligus penunjukan Banyumas sebagai kabupaten yang dijadikan proyek percontohan program Gerakan Indonesia Membaac-Menulis (GIMM).
Kabid Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Heri Teguh Santosa, mengatakan kebijakan yang mewajibkan siswa untuk membaca ini dituangkan ke dalam surat edaran kepala dinas yang ditujukan ke seluruh sekolah di Kabupaten Banyumas.
”Kebijakan membaca minimal 15 menit di sekolah ini akan diberlakukan pada seluruh jenjang pendidikan, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK,” tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…