Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Senin, 30 Mei 2016

Rencana Pengembangan Balai Kemambang Masih Fokus Pembebasan Lahan

Masih-Fokus-Pembebasan-Lahan-Rencana-Pengembangan-Balai-Kemambang
radarbanyumas
PURWOKERTO – Masyarakat masih harus bersabar untuk menikmati wahana yang lebih komplit di Balai Kemambang. Sampai saat ini rencana perluasan memang terus digodok. Namun, kemungkinan pekerjaan fisik baru akan dilakukan tahun 2017 mendatang. Tahun ini Pemkab Banyumas hanya fokus pada pembebasan lahan.
“Prosesnya masih lama. Itu juga perlu adanya visibility study, sebelum nilainya dihitung oleh tim appraisal,” ujar Kepala Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) Kabupaten Banyumas, Andrie Subandrio kemarin.
Menurutnya, perlu adanya kejelasan lahan antara lahan milik pemerintah dan milik pribadi di lahan yang akan dikembangkan tersebut. Sehingga memang masih butuh proses yang cukup panjang sebelum realisasi pembebasan lahan. “Yang pasti tahun ini tidak ada pembangunan fisik atau semacamnya, karena saat ini fokusnya baru pada pembebasan lahan,” katanya.
Kabid Tata Ruang Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) Kabupaten Banyumas, Puspa Wijayanti mengatakan untuk luasan lahan yang akan dibebaskan pada tahun ini juga masih belum dapat diketahui, mengingat nilai tanah juga masih belum dihitung melalui appraisal. Realisasi pembebasan lahan diharapkan bisa dilakukan Agustus-Oktober mendatang.
“Saat ini kita fokuskan dulu untuk penentuan nilai lahan yang ada terlebih dahulu, mengingat anggaran tahun ini masih sangat terbatas,” jelasnya.
Tahun ini, Pemkab Banyumas menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 4,5 miliar untuk rencana pengembangan Balai Kemambang yang diupayakan untuk proses pembebasan lahan. Meskipun, harus diakui, anggaran tersebut belum cukup untuk membebaskan seluruh lahan. Sehingga pembebasan lahan juga dilakukan secara bertahap.
“Yang terpenting saat ini kita fokuskan untuk penetapan lokasi lahan. Karena kita juga belum tahu lahan-lahan mana saja yang akan dibebaskan. Kita upayakan September nanti lokasi sudah ditetapkan. Kalau bisa lebih cepat malah lebih baik,” jelasnya.
Sambil menunggu proses perencanaan, DCKKTR saat ini juga sedang menyusun tim persiapan yang terdiri dari beberapa instansi. Seperti DCKKTR, Bagian Pemerintahan Setda, Bagian Hukum Setda, SDABM, DPPKAD, BLH, hingga BPN.
Menurut Puspa Wijayanti, tim tersebut akan melakukan proses persiapan sebelum proses pembebasan dilakukan. Proses persiapan baru akan dijalankan pasca penetapan lokasi yang dilakukan melalui SK Bupati. “Kita harapkan bisa segera diselesaikan, sehingga ke depan bisa dilanjutkan dengan upaya pembangunan,” katanya.
Meski saat ini belum ada pembangunan fisik, master plan pengembangan Bale Kemambang sudah ada. Kasi Perencanaan DCKKTR Banyumas, Sudarsono mengatakan dalam master plan pengembangan Balai Kemambang, nantinya akan dibangun beberapa fasilitas baru seperti danau buatan, floating market, kampung wisata dan beberapa wahana lainnya.
“Sebagian area persawahan nantinya juga akan dibiarkan, khususnya untuk sarana edukasi pertanian di Balai Kemambang,” tegasnya.

Pemkab Fokus Pembebasan Lahan
● Pengembangan Bale Kemambang

Suara Banyumas

 Pemkab Banyumas tahun ini akan fokus melakukan pembebasan lahan untuk perluasan Bale Kemambang. Dalam perencanaan yang telah disusun, taman di jalan Karangkobar itu akan memiliki luas mencapai 27 hektare.
Kepala Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR), Andrie Subandrio, mengatakan, realisasi rencana itu masih memerlukan waku panjang. Pembangunan fisik baru akan dilaksanakan setelah pembebasan lahan selesai.
“Prosesnya masih membutuhkan waktu lama, yang pasti tahun ini tidak ada pekerjaan fisik atau semacamnya. Tahun ini kami fokus melakukan pemebasan lahan untuk pengembangan area Bale Kemambang,” katanya, kemarin.
Dari rencana itu, saat ini area Bale Kemambang yang mulai dibangun 2012 itu baru terealisasi kurang dari dua hektare. Pemkab memiliki beberapa petak lahan di kawasan itu sekitar 11 hektare, namun terpisah tanah milik warga.
Pembebasan Lahan
Dia mengatakan, untuk proses pembebasan lahan itu harus melalui tahapan feasibility study. Apabila dinyatakan layak, selanjutnya baru dilakukan penghitungan nilai lahan yang dilakukan tim appraisal.
Sebelumnya, Pemkab akan melakukan pembebasan lahan untuk perluasan area Bale kemambang secara bertahap. Pasalnya anggaran yang disediakan tahun ini sebanyak Rp 4,5 miliar tidak cukup untuk membaskan seluruh lahan.
Kabid Tata Ruang DCKKTR, Puspa Wijayanti, mengatakan, pembebasan lahan itu masih dalam tahap perencanaan. Pihaknya akan membentuk tim persiapan pemnbebasan lahan yang berasal dari lintas sektoral.
“Saat ini kami fokuskan untuk penetapan lokasi lahan, karena kami belum tahu lahan-lahan mana saja yang akan dibebaskan. Kami upayakan September nanti lokasi sudah ditetapkan. Kalau bisa lebih cepat malah lebih baik,” katanya.
Dalam masterplan pengembangan Bale Kemambang, nantinya akan dibangun beberapa fasilitas baru. Antara lain danau buatan, pasar terapung, kampung wisata, dan beberapa wahana lain. Sebagian area persawahan juga akan dipertahankan menjadi sarana edukasi pertanian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar