Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Kamis, 12 Mei 2016

Kota Banyumas, Kota Pusaka Dalem Kadipaten Banyumas

(Kota Banyumas, Kota Pusaka) Dalem Kadipaten Banyumas



Berawal dari penggabungan Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purwokerto pada 1936, maka atas prakarsa Bupati Banyumas ke 19 yaitu R.A.A Sujiman Gandasubrata (1933-1950), Pendopo Si Panji yang dahulunya berada di Kota Lama Banyumas pada bulan Januari 1937 dipindahkan ke ibukota Kabupaten Banyumas di Purwokerto dan diresmikan pada 7 Januari 1937. Sejak pemindahan ini, maka Kota Lama Banyumas hanya menjadi ibukota Kawedanan Banyumas dan sekarang menjadi ibukota Kecamatan Banyumas. Guna mengingat bahwa keberadaan KotaBanyumas dimasa lalu dan keberadaan Pendopo si Panji beserta Dalem Kadipatennya, maka dibangun Pendopo Duplikat Si Panji di lokasi awalnya.
Dalem Kadipaten Banyumas terdiri dari alun-alun, pintu gerbang, pendopo, longkangan, dalem ageng, griya ageng, boga sasana, senthong kiwa, senthong tengen, bale peni, bale warni hingga tamansari. Bagian dari dalem kadipaten tersebut tidak hanya sebagai artefak sejarah namun juga memiliki kedalaman filosofi yang didasarkan pada ajaran Jawa. Dari sudut pandang arsitektur, bangunan Dalem Kadipaten Banyumas beserta bangunan pendukung lainnya terlihat sangat kentalperpaduan antara arsitektur tradisional Jawa dan arsitektur kolonial Belanda.
Dari sisi filosofis, Dalem Kadipaten Banyumas mengandung ajaran kosmologi Jawa tentang kiblat papat lima pancer (empat arah mata angin dan titik pusat imajiner yang berada di tengah-tengah). Bangunan pendopo dikelilingi empat pintu gerbang utama. Gerbang pada sisi timur dan barat searah dengan terbit dan tenggelamnya matahari yang menjadi simbolisasi dari purwa, madya dan wasana yang menggambarkan kehidupan manusia di dunia dari yang semula tidak ada, menjadi ada, dan pada saatnya akan kembali tidak ada. Sedangkan gerbang pada sisi selatan dan utara searah dengan laut selatan dan Gunung Slamet, mengambarkan arah privasi (Dalem Kadipaten) ke arah publik (masyarakat). Oleh karena itu, di arah depan pendopo terdapat alun-alun yang di sisi kanannya terdapat masjid (menggambarkan sisi kebaikan) dan di sisi kirinya terdapat penjara atau Lembaga Pemasyarakatan (menggambarkan sisi buruk).
Kondisi saat ini Dalem Kadipaten Banyumas tersebut dimanfaatkan sebagai Kantor Kecamatan Banyumas dan pada beberapa bagian lainnya di manfatkan sebagai Museum Wayang Banyumas yang diresmikan pada 31 Desember 1982Koleksi yang ada di Museum Wayang Banyumas ini meliputi wayang kulit gagrak/gaya Jogjakarta, Banyumas (kuno, peralihan, sekarang), wayang krucil, wayang golek purwa, wayang golek menak, wayang kidang kenacan, wayang kancil, wayang dupara, wayang beber, wayang suket, wayang suluh, wayang Bali (akan), wayang Jawa Timuran (akan), benda arkeologi, tosan aji/pusaka-pusaka, lukisan Bupati-Bupati Banyumas, gamelan slendro kuno, calung Banyumas, dan foto Banyumas tempo dulu
Citra Satelit Kota Banyumas

http://tataruangbanyumas.com/?page=detailartikel&id=23#.VzRuLoSLTIU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar