Langsung ke konten utama

Sempadan Serayu dan Logawa Terus Dikonservasi


2 Mei 2016  Suara Banyumas 
Ormas PP PAC Patikraja, Komunitas Wong Apa dan warga Desa/Kecamatan Patikraja melaksanakan tanam pohon di sekitar areal sempadan sungai Serayu Sabtu (30/4). (SM/dok)
Ormas PP PAC Patikraja, Komunitas Wong Apa dan warga Desa/Kecamatan Patikraja melaksanakan tanam pohon di sekitar areal sempadan sungai Serayu Sabtu (30/4). (SM/dok)
BANYUMAS, suaramerdeka.com – Upaya komunitas pemuda dan pecinta lingkungan dalam mengkonservasi lingkungan air sungai di Banyumas terus digiatkan.
Sabtu (30/4), warga bersama puluhan orang yang tergabung dalam Pemuda Pancasila Pengurus Anak Cabang (PP PAC) Patikraja dan Komunitas Wong Apa menanam sekitar 1000 bibit pohon di sempadan dua sungai dan pemukiman warga.
Komandan Komando Inti Mahatidana Pemuda Pancasila, Yuda Wisnu Bakti megatakan sebagai insan Pancasilais, pemuda Pancasila didorong untuk sadar dan peduli terhadap lingkungan.
Kerusakan dan ancaman perusakan lingkungan karena ulah manusia secara individu ataupun masyarakat harus diantisipasi bersama-sama. Apalagi kewajiban menjaga lingkungan adalah kewajiban seluruh masyarakat, di manapun sampai kapanpun.
“Kami berharap upaya ini tidak berhenti sekali ini. Karena menjaga lingkungan harus dilaksanakan terus menerus. Apalagi saat ini kerusakan lingkungan karena berbagai hal terbilang tiap waktu terus terjadi,” katanya.
Adapun kata Yuda, 1000 batang pohon di Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja itu ditanam di sejumlah titik. Selain di sempadan Sungai Serayu dan Sungai Logawa, pohon juga ditanam di depan kantor pemerintah desa, tepi jalan, hingga pemukiman warga. Ia berharap dengan penanaman pohon tersebut maka lingkungan penghasil oksigen akan semakin banyak dan semakin sejuk.
“Kegiatan ini juga menjadi kegiatan peringatan Hari Bumi kemarin. Untuk tanaman yang ditanam antara lain pohon jenitri, mahoni, afrika, pule, trembesi dan kemiri. Kami berharap selain menjadi bagian konservasi, tanam pohon ini semakin menambah penghasilan dari buah atau kayu yang telah besar
nanti,” jelasnya.
Kepala Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Adi Nugroho mengapresiasi langkah dari ormas PP bersama komunitas Wong Apa dalam upaya konservasi lingkungan air di wilayah desa setempat.
Wilayah desa setempat memang dilintasi dua sungai yang cukup besar. Untuk itulah potensi erosi di sekitar sempadan sungai sangat besar terjadi.
“Makanya dengan tanam pohon di sekitar sempadan sungai sangat berguna untuk mengantisipasi dan mengurangi potensi erosi sungai,” katanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…