Langsung ke konten utama

Lima Tahun, Kualitas Air Tak Diuji



PURWOKERTO radarbanyumas – Hampir lima tahun, sungai yang ada di Kabupaten Banyumas tidak diuji kualitas dan kadar airnya. Hal itu disebabkan, keterbatasan dana untuk pelaksanaan pengujiannya.
FOTO A
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Banyumas Suyanto melalui Kasi Pengendalian Dampak Lingkungan Djoko Setiono mengatakan, pengujian kualitas dan kadar air di semua sungai di Kabupaten Banyumas terakhir dilakukan pada tahun 2011.
Pasca pengujian tersebut, hingga tahun ini tidak ada anggaran untuk pengujian kualitas dan kadar air meski skala kecil. Pasalnya untuk pengujian membutuhkan dana yang relatif besar. “Data hasil pengujian kualitas dan kadar air terakhir adanya data 2011,” kata Djoko.
Ia mengatakan, pengajuan pengujian kualitas dan kadar air baru akan dilakukan pada APBD 2017. Ia mengakui, data hasil pengujian kualitas dan kadar air sangat perlu pemutakhiran sebagai bahan evaluasi. Untuk itu, dia berharap pengujian kualitas dan kadar air bisa terlaksana tahun depan.
“Tahun depan kita ajukan untuk pemutahiran data kualitas dan kadar semua air sungai di Banyumas,” ujarnya.
Dikatakan, berdasarkan data terakhir pengujian kualitas dan kadar air sungai, tingkat pencemaran tertinggi berasal dari limbah domestik, kemudian limbah pertanian, dan limbah pabrik.
“Limbah domestik mencemari kurang lebih sampai 70 persen, kemudian limbah pertanian 20 persen dan limbah pabrik 10 persen,” katanya.
Untuk limbah domestik yang paling dominan limbah padat manusia. Di Sungai Kranji total colifromnya mencapai 78 ribu, Sungai Banjaran 23.100, Sungai Logawa 17.200, dan Sungai Mengaji mencapai 24.600.
“Padahal batas maksimal kadar microbiologi di Sungai Kranji, Banjaran, Logawa dan Mengaji hanya 10 ribu. Jumlah ini sudah di atas batas aman,” ungkapnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, solusi yang dilakukan dengan membuat Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) komunal untuk masyarakat sekitar sungai dan lingkungan kumuh. Namun diakui Djoko, hasil dari solusi tersebut belum diketahui.
“Kita belum tahu keefektivitasan solusi tersebut, sebelum ada uji kualitas dan kadar air lagi,” tuturnya.
Sementara terkait pencemaran limbah deterjen, Djoko mengatakan, tak ada uji akibat limbah deterjen. Padahal dalam kualifikasi standar pengujian kualitas dan kadar air, limbah deterjen termasuk limbah domestik yang masuk daftar perlu diuji.
“Limbah deterjen memang berbahaya bagi manusia dan biota sungai. Jika terkena manusia akan mengakibatkan penyakit kulit. Sedangkan untuk biota sungai dapat menimbulkan efek fatal, yakni kematian. Jangka panjangnya ekosistemnya rusak. Jika tahun depan dilakukan pengujian, pencemaran atas limbah deterjen akan kami teliti,” kata Djoko.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…