Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Selasa, 17 Mei 2016

Ramai-Ramai Bersihkan Sungai Kranji



Peringati Hari Air Sedunia - Oleh Agus Wahyudi

 SmCetakSuara Banyumas
RATUSAN orang dari berbagai elemen di Kabupaten Banyumas mulai unsur pemerintah dan masyarakat terlibat bersama bersih-bersih Sungai Kranji yang melintas di tengah Kota Purwokerto, Minggu (15/5).
Kegiatan tersebut mengawali rangkaian peringatan Hari Air Sedunia Ke-24 pada 2016. Unsur yang terlibat, seperti jajaran Pemkab Banyumas, Kodim 0701 Banyumas, TP PKK Kabupaten Banyumas, Pramuka dan berbagai kelompok masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Sungai (FMPS).
Kegiatan diawali dengan apel persiapan, penempelan informasi tentang mayarakat tertib sungai terawat oleh TP PKK dan gerakan membersihkan sungai di sepanjang sungai dari sebelah barat SMP 1 Purwokerto hingga samping kantor Bakorwil III Jawa Tengah.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Pemkab Banyumas Irawadi mengemukakan, bersih-bersih sungai melibat aparat TNI, Polri, PNS, dari sejumlah SKPD Pemkab, camat se-wilayah kota.
Unsur masyarakat seperti Dharma Wanita, Kwarcab Pramuka Banyumas, Rotary Club Purwokerto, Bio Diversity Purwokerto, Bank Sampah Kelurahan Arcawinangun, Mersi, dan Soka Satria Sokanegara. Menurutnya, kegiatan pendukung fun bike, lomba gateball, pameran, dan pentas seni.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Alun-alun Purwokerto pada 21 Mei. Kemudian lomba perahu hias di kompleks Bendung Gerak Seayu. “Untuk puncak peringatan tingkat provinsi juga diadakan di Banyumas, di kompleks Bendung Gerak Serayu pada 22 Mei,” ujar Irawadi.
Irawadi menyebutkan, gerakan bersih-bersih sungai supaya ekosistem di sungai tersebut tetap terjaga dan terpelihara kendati berada di wilayah perkotaan. Targetnya, saat aliran sungai lancar dan kualitas air juga bisa terjaga, potensi banjir bisa diantisipasi dan dicegah.
“Kalau sungai bersih, makakemanfaatan bisa dirasakan oleh masyarakat banyak,” ujarnya. Bupati Achmad Husein mengungkapkan, bersih-bersih sungai diharapkan menjadi kegiatan rutinitas terutama masyarakat yang berada di sepanjang bantaran sungai.
Menjadi Budaya
“Bersih-bersih seperti ini jangan hanya pada saat peringatan Hari Air Sedunia, tapi masyarakat secara terus-menerus melakukan dan dijadikan budaya. Kalau sungainya bersih kan tampak indah dan tidak berbau,” kata Husein.
Bupati minta agar kegiatan bersih-bersih sungai mampu mampu menggugah masyarakat, swasta, dan pemerintah untuk mengapresiasi betapa penting air bagi kehidupan manusia. “Saya minta masyarakat dan swasta untuk mengapresiasi kegiatan ini dalam bentuk tidak membuang sampah dan limbah ke sungai dan saluran.
Kemudian menjaga kelestarian sumber air, menghemat penggunaan air, tidak mendirikan bangunan yang melanggar garis sempadan sungai dan saluran, ikut menjaga sarana dan prasarana pengairan serta mengoptimalkan peran kelompok peduli sungai,” ajaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar