Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 09 Mei 2016

Pasar Banyumas Diwacanakan Jadi Pasar Terpadu


Suara Banyumas 
Bahu jalan di depan Pasar Banyumas digunakan untuk lahan parkir serta tempat pemberhentian angkutan umum.(Foto: suaramerdeka.com/Fadlan M Zain)
Bahu jalan di depan Pasar Banyumas digunakan untuk lahan parkir serta tempat pemberhentian angkutan umum.(Foto: suaramerdeka.com/Fadlan M Zain)
BANYUMAS, suaramerdeka.com – Pemkab Banyumas mewacanakan akan menjadikan Pasar Banyumas menjadi pasar terpadu. Selain menjual kebutuhan pokok seperti pasar-pasar pada umumnya, di lokasi itu juga sekaligus didirkan pasar hewan.
“Kalau bisa Pasar Banyumas nantinya bisa dibuat terpadu. Selain pasar tradisional, di situ juga ada pasar hewan, seperti yang ada di Pasar Sokaraja,” kata Camat Banyumas, Achmad Suryanto, Minggu (8/5).
Menurutnya selama ini masyarakat Kecamatan Banyumas dan sekitarnya melakukan transaksi jual beli hewan di pasar Sokaraja. Pasalnya, di sekitar wilayah Banyumas sampai saat ini belum tersedia pasar hewan.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Banyumas, Yunianto, mengatakan belum dapat memastikan kapan wacana pemindahan pasar dapat terealisasi. Pasalnya pemindahan pasar itu terkait dengan ketersediaan lahan dan kemampuan anggaran daerah.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab menilai Pasar Banyumas mendesak untuk dipindah ke lokasi lain yang lebih representatif. Pasalnya kondisi pasar saat ini dinilai sudah tidak layak untuk aktivitas jual beli.


Pemkab Banyumas menilai Pasar Banyumas mendesak untuk dipindah ke lokasi lain yang lebih representatif. Pasalnya kondisi pasar saat ini dinilai sudah tidak layak untuk aktivitas jual beli.
Camat Banyumas, Achmad Suryanto, mengutarakan keberadaan pasar juga kerap menimbulkan kemacetan jalan raya. Kondisi lahan parkir yang terbatas, memaksa para pengunjung pasar memarkir kendaraannya di bahu jalan utama Purwokerto-Yogyakarta itu.
“Kondisi pasar saat ini sudah sangat penuh. Lahan parkir yang tersedia juga sempit. Sehingga untuk aktivitas jual beli kurang layak. Selain itu, di sekitar lokasi pasar juga sering terjadi kemacetan karena banyak dilalui kendaraan besar,” katanya, Jumat (6/5).

Mendesak Dipindah

Berdasarkan pantauan, kemacetan di jalan raya sekitar Pasar Banyumas kerap terjadi pada pagi dan siang hari. Kemacetan disebabkan sepanjang bahu jalan digunakan untuk area parkir dan pedagang kaki lima (PKL).
Kondisi itu diperparah dengan kendaraan umum yang berhenti sembarangan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Kondisi jalan yang relatif sempit memaksa kendaraan lain menurunkan laju kendaraannya, sehingga menimbulkan antrean panjang.
Dia mengunkapkan, wacana pemindahan Pasar Banyumas telah bergulir sejak beberapa tahun lalu. Namun, di lain sisi, wacana itu sejauh ini masih terganjal dengan ketersediaan lahan pengganti untuk mendirikan pasar.

Pemerintah Kesulitan Cari Lahan Pasar

radarbanyumas
Warga Enggan Menjual
BANYUMAS-Pemerintah Kecamatan Banyumas hingga kini masih kesulitan mencari lahan untuk mendirikan Pasar Banyumas  yang baru. Sebab, masih banyak warga yang enggan menjual lahan sawahnya karena untuk penghasilan pokok.
foto berita HL
Camat Banyumas, Drs Ahmad Suryanto MSi mengatakan, pemerintah Kecamatan Banyumas sempat mencari lahan untuk pasar di Desa Danaraja. Namun karena warga tidak mau menjual, kini pemerintah kecamatan mencari ke lokasi lain yang juga strategis.
“Ada satu warga Desa Kejawar yang mau menjual tanahnya, namun luasnya belum mencukupi. Pedagang pasar saat ini jumlahnya lebih dari 500,” ujarnya.
Kabid Pasar dan PKL Dinperindagkop Kabupaten Banyumas, Amrin Ma’ruf mengatakan,Dinperindagkop siap merencanakan pembangunan pasar asalkan lahannya sudah ada.
Menurut dia, Dinperindagkop meminta bantuan pada pemerintah Kecamatan Banyumas dan Kepala Desa Kejawar dalam proses pencarian lahan.
“Kami minta bantuan ke kepala desa dan camat untuk melobi pembelian tanah. Kabarnya sudah ada satu pemilik yang mau menjual,” jelasnya.
Amrin menjelaskan, apabila lahan pasar bisa segera didapat, dinperindagkop bisa menganggarkan revitalisasi Pasar Banyumas pada tahun 2017 mendatang.
Apalagi saat ini pemerintah Kabupaten Banyumas berkomiten untuk merevitalisasi pasar dan sebagai priorotas utama.  “Kalau tanahnya sudah dapat, dinas akan merencanakan di perubahan untuk tahun 2017,” ungkapnya.
Dia menegaskan,  Pasar Banyumas tidak boleh dibiarkan begitu saja karena kurang representatif. Kondisi Pasar Banyumas saat ini dianggap masih jauh dari harapan.
Sebab, kios yang ada belum mencukupi untuk menampung seluruh pedagang. “Semakin lama pedagangnya semakin banyak. Karena belum tertampung semua, ada yang berjualan di jalan desa,” imbuhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar