Langsung ke konten utama

Pasar Banyumas Diwacanakan Jadi Pasar Terpadu


Suara Banyumas 
Bahu jalan di depan Pasar Banyumas digunakan untuk lahan parkir serta tempat pemberhentian angkutan umum.(Foto: suaramerdeka.com/Fadlan M Zain)
Bahu jalan di depan Pasar Banyumas digunakan untuk lahan parkir serta tempat pemberhentian angkutan umum.(Foto: suaramerdeka.com/Fadlan M Zain)
BANYUMAS, suaramerdeka.com – Pemkab Banyumas mewacanakan akan menjadikan Pasar Banyumas menjadi pasar terpadu. Selain menjual kebutuhan pokok seperti pasar-pasar pada umumnya, di lokasi itu juga sekaligus didirkan pasar hewan.
“Kalau bisa Pasar Banyumas nantinya bisa dibuat terpadu. Selain pasar tradisional, di situ juga ada pasar hewan, seperti yang ada di Pasar Sokaraja,” kata Camat Banyumas, Achmad Suryanto, Minggu (8/5).
Menurutnya selama ini masyarakat Kecamatan Banyumas dan sekitarnya melakukan transaksi jual beli hewan di pasar Sokaraja. Pasalnya, di sekitar wilayah Banyumas sampai saat ini belum tersedia pasar hewan.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Banyumas, Yunianto, mengatakan belum dapat memastikan kapan wacana pemindahan pasar dapat terealisasi. Pasalnya pemindahan pasar itu terkait dengan ketersediaan lahan dan kemampuan anggaran daerah.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab menilai Pasar Banyumas mendesak untuk dipindah ke lokasi lain yang lebih representatif. Pasalnya kondisi pasar saat ini dinilai sudah tidak layak untuk aktivitas jual beli.


Pemkab Banyumas menilai Pasar Banyumas mendesak untuk dipindah ke lokasi lain yang lebih representatif. Pasalnya kondisi pasar saat ini dinilai sudah tidak layak untuk aktivitas jual beli.
Camat Banyumas, Achmad Suryanto, mengutarakan keberadaan pasar juga kerap menimbulkan kemacetan jalan raya. Kondisi lahan parkir yang terbatas, memaksa para pengunjung pasar memarkir kendaraannya di bahu jalan utama Purwokerto-Yogyakarta itu.
“Kondisi pasar saat ini sudah sangat penuh. Lahan parkir yang tersedia juga sempit. Sehingga untuk aktivitas jual beli kurang layak. Selain itu, di sekitar lokasi pasar juga sering terjadi kemacetan karena banyak dilalui kendaraan besar,” katanya, Jumat (6/5).

Mendesak Dipindah

Berdasarkan pantauan, kemacetan di jalan raya sekitar Pasar Banyumas kerap terjadi pada pagi dan siang hari. Kemacetan disebabkan sepanjang bahu jalan digunakan untuk area parkir dan pedagang kaki lima (PKL).
Kondisi itu diperparah dengan kendaraan umum yang berhenti sembarangan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Kondisi jalan yang relatif sempit memaksa kendaraan lain menurunkan laju kendaraannya, sehingga menimbulkan antrean panjang.
Dia mengunkapkan, wacana pemindahan Pasar Banyumas telah bergulir sejak beberapa tahun lalu. Namun, di lain sisi, wacana itu sejauh ini masih terganjal dengan ketersediaan lahan pengganti untuk mendirikan pasar.

Pemerintah Kesulitan Cari Lahan Pasar

radarbanyumas
Warga Enggan Menjual
BANYUMAS-Pemerintah Kecamatan Banyumas hingga kini masih kesulitan mencari lahan untuk mendirikan Pasar Banyumas  yang baru. Sebab, masih banyak warga yang enggan menjual lahan sawahnya karena untuk penghasilan pokok.
foto berita HL
Camat Banyumas, Drs Ahmad Suryanto MSi mengatakan, pemerintah Kecamatan Banyumas sempat mencari lahan untuk pasar di Desa Danaraja. Namun karena warga tidak mau menjual, kini pemerintah kecamatan mencari ke lokasi lain yang juga strategis.
“Ada satu warga Desa Kejawar yang mau menjual tanahnya, namun luasnya belum mencukupi. Pedagang pasar saat ini jumlahnya lebih dari 500,” ujarnya.
Kabid Pasar dan PKL Dinperindagkop Kabupaten Banyumas, Amrin Ma’ruf mengatakan,Dinperindagkop siap merencanakan pembangunan pasar asalkan lahannya sudah ada.
Menurut dia, Dinperindagkop meminta bantuan pada pemerintah Kecamatan Banyumas dan Kepala Desa Kejawar dalam proses pencarian lahan.
“Kami minta bantuan ke kepala desa dan camat untuk melobi pembelian tanah. Kabarnya sudah ada satu pemilik yang mau menjual,” jelasnya.
Amrin menjelaskan, apabila lahan pasar bisa segera didapat, dinperindagkop bisa menganggarkan revitalisasi Pasar Banyumas pada tahun 2017 mendatang.
Apalagi saat ini pemerintah Kabupaten Banyumas berkomiten untuk merevitalisasi pasar dan sebagai priorotas utama.  “Kalau tanahnya sudah dapat, dinas akan merencanakan di perubahan untuk tahun 2017,” ungkapnya.
Dia menegaskan,  Pasar Banyumas tidak boleh dibiarkan begitu saja karena kurang representatif. Kondisi Pasar Banyumas saat ini dianggap masih jauh dari harapan.
Sebab, kios yang ada belum mencukupi untuk menampung seluruh pedagang. “Semakin lama pedagangnya semakin banyak. Karena belum tertampung semua, ada yang berjualan di jalan desa,” imbuhnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…