Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 30 Mei 2016

Delapan Kesenian Tradisi Banyumas Terancam Punah

Kesenian-Tradisi

PURWOKERTO – Delapan kesenian tradisi di Kabupaten Banyumas terancam punah. Hal itu disebabkan karena sebagian besar kesenian tidak bisa membangun regenerasi untuk melanjutkan dan melestarikan peninggalan leluhur tersebut.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas Rustin Herwanti melalui Kasi Tradisi, Kebudayaan, dan Purbakala, Carlan menyampaikan revitalisasi kesenian tradisi di Kabupaten Banyumas terhambat dengan tidak adanya regenerasi. Hal itu, bisa membuat sejumlah kesenian tradisi di Banyumas terancam punah. “Rata-rata kesenian tradisi para pemainnya sudah sepuh, anak-anak muda saat ini sangat jarang yang berminat untuk melanjutkan. Ini bisa mengancam keberlangsungan kesenian tradisi di Banyumas,” katanya, kemarin.
Dia menyebutkan, beberapa kesenian tradisi yang hampir punah diantaranya musik Gondolio dari Desa Tambaknegara, Rawalo, Tari Buncis dari Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Dhalang Jemblung Sumpiuh dan Tambak, Sintren dari Purwojati, Rengkong di Kutaliman, Kedungbanteng, Cepetan dari Desa Watu Agung Tambak, Rinding dari Gumelar, dan Baritan Desa Plana, Somagede. “Ini yang baru kami data, mungkin masih banyak lagi yang belum terdata,” ungkapnya.
Dia berharap, generasi muda bisa ikut membantu untuk mengembangkan dan melestarikan kesenian peninggalan leluhur.
“Terus terang kami memang sudah lama melakukan revitalisasi namun proses untuk membangun dan melestarikan butuh proses tidak bisa cepat,” ucapnya.

Salah satu upaya melestarikan seni tradisi di Banyumas, kata dia, yakni Festival Seni Unggulan di 27 kecamatan yang beberapa waktu lalu baru berakhir. Festival tersebut, menurutnya berhasil memunculkan kesenian-kesenian unggulan masing-masing kecamatan. “Ajang itu, hanya sebagai pemantik dan upaya untuk melestarikan kesenian tradisi. Selanjutnya, dari peserta akan di data dan dibantu untuk melakukan pengembangan,” katanya.
Sekadar informasi, untuk hasil Festival Seni Unggulan, juara 1 diraih oleh Kecamatan Rawalo dengan kesenian Gondolio, juara 2 dari Kecamatan Kalibagor dengan kesenian Lengger Kreasi, juara 3 dari Kecamatan Purwojati dengan kesenian Sintren. Sementara, Juara harapan satu dari Kecamatan Banyumas dengan kesenian Muthiet, harapan dua Kecamatan Ajibarang kesenian thek jring, dan harapan tiga Kecamatan Sokaraja kesenian Sendratari Batik. “Hasil ini bukan semata-mata hanya untuk kompetisi, ini juga sebagai penyemangat dan penghargaan untuk kelompok kesenian yang berproses,” jelasnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar