Langsung ke konten utama

Delapan Kesenian Tradisi Banyumas Terancam Punah

Kesenian-Tradisi

PURWOKERTO – Delapan kesenian tradisi di Kabupaten Banyumas terancam punah. Hal itu disebabkan karena sebagian besar kesenian tidak bisa membangun regenerasi untuk melanjutkan dan melestarikan peninggalan leluhur tersebut.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas Rustin Herwanti melalui Kasi Tradisi, Kebudayaan, dan Purbakala, Carlan menyampaikan revitalisasi kesenian tradisi di Kabupaten Banyumas terhambat dengan tidak adanya regenerasi. Hal itu, bisa membuat sejumlah kesenian tradisi di Banyumas terancam punah. “Rata-rata kesenian tradisi para pemainnya sudah sepuh, anak-anak muda saat ini sangat jarang yang berminat untuk melanjutkan. Ini bisa mengancam keberlangsungan kesenian tradisi di Banyumas,” katanya, kemarin.
Dia menyebutkan, beberapa kesenian tradisi yang hampir punah diantaranya musik Gondolio dari Desa Tambaknegara, Rawalo, Tari Buncis dari Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Dhalang Jemblung Sumpiuh dan Tambak, Sintren dari Purwojati, Rengkong di Kutaliman, Kedungbanteng, Cepetan dari Desa Watu Agung Tambak, Rinding dari Gumelar, dan Baritan Desa Plana, Somagede. “Ini yang baru kami data, mungkin masih banyak lagi yang belum terdata,” ungkapnya.
Dia berharap, generasi muda bisa ikut membantu untuk mengembangkan dan melestarikan kesenian peninggalan leluhur.
“Terus terang kami memang sudah lama melakukan revitalisasi namun proses untuk membangun dan melestarikan butuh proses tidak bisa cepat,” ucapnya.

Salah satu upaya melestarikan seni tradisi di Banyumas, kata dia, yakni Festival Seni Unggulan di 27 kecamatan yang beberapa waktu lalu baru berakhir. Festival tersebut, menurutnya berhasil memunculkan kesenian-kesenian unggulan masing-masing kecamatan. “Ajang itu, hanya sebagai pemantik dan upaya untuk melestarikan kesenian tradisi. Selanjutnya, dari peserta akan di data dan dibantu untuk melakukan pengembangan,” katanya.
Sekadar informasi, untuk hasil Festival Seni Unggulan, juara 1 diraih oleh Kecamatan Rawalo dengan kesenian Gondolio, juara 2 dari Kecamatan Kalibagor dengan kesenian Lengger Kreasi, juara 3 dari Kecamatan Purwojati dengan kesenian Sintren. Sementara, Juara harapan satu dari Kecamatan Banyumas dengan kesenian Muthiet, harapan dua Kecamatan Ajibarang kesenian thek jring, dan harapan tiga Kecamatan Sokaraja kesenian Sendratari Batik. “Hasil ini bukan semata-mata hanya untuk kompetisi, ini juga sebagai penyemangat dan penghargaan untuk kelompok kesenian yang berproses,” jelasnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…