Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Jumat, 13 Mei 2016

Pembebasan Lahan menuju Jembatan Linggamas

Pembebasan Lahan Diusulkan Rp 20 M

RADARMAS
DILEBARKAN : Akses menuju Jembatan Linggamas bakal dilebarkan - DIMAS PRABOWO - RADARMAS
DILEBARKAN : Akses menuju Jembatan Linggamas bakal dilebarkan – – 
PURWOKERTO – Pemkab Banyumas mengusulkan Rp 20 miliar untuk pembebasan lahan. Hal itu dilakukan untuk merealisasikan pengembangan akses menuju Jembatan Linggamas. Akses tersebut diharapkan dapat mempermudah dalam menghubungkan antara Banyumas-Purbalingga, terutama berkaitan dengan informasi Kementerian Perhubungan terkait realisasi Bandara Wirasaba tahun 2017.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Kabupaten Banyumas, Irawadi menjelaskan, tanpa adanya informasi tersebut, pihaknya memang sudah merencanakan pembangunan akses menuju Linggamas. Rencananya usulan tersebut akan diajukan dalam perubahan anggaran mendatang.
“Perencanaan pembangunan akses baru akan dilakukan tahun ini. Meski demikian, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk mempersiapkan pembangunan akses menuju Linggamas tersebut, seperti pembebasan lahan yang akan digunakan,” katanya.
Sementara ini, akses menuju Linggamas masih menggunakan jalur Sokaraja-Kalianja yang relatif masih sempit. Meski sudah ada peningkatan dan pelebaran jalan, kondisinya saat ini masih belum cukup memadai. Dari pantauan Radarmas, di beberapa titik masih kerap terjadi kemacetan akibat kendaraan yang berpapasan, mengingat kondisi jalannya yang dinilai terlalu ngepas.
Menurut rencana, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan memberikan bantuan dalam proses pembangunan jalur, yaitu untuk pembangunan fisik jalan sebagai ganti uang yang digunakan untuk pembebasan lahan.
Irawadi menambahkan jika Bandara Wirasaba benar-benar direalisasikan menjadi bandara komersial tahun depan, maka akses Linggamas dipastikan akan menjadi pusat kepadatan lalu lintas yang menghubungkan dua kabupaten tersebut.
“Setelah pembebasan lahan, nanti provinsi diharapkan bisa langsung mengerjakan pembangunan fisiknya. Sehingga tahun depan diharapkan juga sudah bisa dilakukan pengerjaannya,” katanya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar