Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Senin, 23 Mei 2016

Berdayakan Ekonomi dan Ekologi Lewat Tubing Logawa



 Suara Banyumas 
Sejumlah pengunjung Curug Gomblang mengikuti kegiatan wisata Tubing Logawa di Desa Baseh, Kedungbanteng beberapa waktu lalu. (Susanto/sm.dok)
Sejumlah pengunjung Curug Gomblang mengikuti kegiatan wisata Tubing Logawa di Desa Baseh, Kedungbanteng beberapa waktu lalu. (Susanto/sm.dok)
LOGAWA, suaramerdeka.com – Upaya konservasi air dan pemberdayaan bisa dilaksanakan dengan apapun. Asalkan mau berpikir keras dan melihat potensi sekitar, maka konsep dan ide akan muncul. Melaui sinergi bersama, sebuah langkah nyata pemberdayaan ekonomi ekologipun akan muncul.
Begitulah yang kini tengah dilaksanakan oleh para pegiat Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng. Melihat kekayaan dan keindahan alam khususnya Sungai Logawa, timbulah ‘ide pengembangan dan rintisan wisata air berupa ‘Tubing Logawa’
“Orang miskin bukanlah orang yang  tidak punya uang, tetapi orang yang tidak punya ide,” demikian ujar Ketua LMDH Wana Lestari, Agus Setiansah mengutip pernyataan motivasi dan reflektif dari Mochtar Riady, bankir dan pengusaha sukses nasional.
Bersama dengan para pegiat LMDH dan Komunitas Wong Apa, wisata ‘river tubing’ (meluncur bebas menggunakan ban dalam di arus ringan sungai, red) mulai dirintis sejak awal 2016. Melalui rintisan wisata ini, pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi dan ekologi di hulu Sungai Logawa tepatnya di dekat air terjun Gomblang dilaksanakan.
Lokasi ini dipilih karena terbilang masih alami, indah dan mempunyai aneka ragam hayati baik flora maupun fauna. Melalui ‘tubing’ Logawa Desa Baseh inilah kegiatan konservasi alam juga dilaksanakan. Pengunjung dan penikmat wisata, ditawarkan menikmati sensasi terseret arus dan terbentur batu di Sungai Logawa.
“Para pengunjung juga akan diajak untuk turut menanam pohon di sekitar lokasi sehingga flora di wilayah ini semakin kaya dan padat. Karena sebagaimana diketahui, tanpa adanya pohon maka konservasi wilayah khususnya air juga sulit terlaksana,” katanya.
Kegiatan tubing Logawa ini biasanya dilaksanakan tiap Sabtu-Minggu. Adapun paket wisata tubing Logawa ini dilaksanakan dengan pendampingan Komunitas Wong Apa yang beranggotakan para pecinta alam, personel SAR dan sebagainya. Jadi standar keamanan wisata ‘tubing’ ini bisa terjamin.
“Karena memang selain Sabtu-Minggu, para pendamping wisata ini masih beraktivitas mulai dari bekerja, kuliah dan wiraswasta dan seagainya,” katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar