Langsung ke konten utama

Berdayakan Ekonomi dan Ekologi Lewat Tubing Logawa



 Suara Banyumas 
Sejumlah pengunjung Curug Gomblang mengikuti kegiatan wisata Tubing Logawa di Desa Baseh, Kedungbanteng beberapa waktu lalu. (Susanto/sm.dok)
Sejumlah pengunjung Curug Gomblang mengikuti kegiatan wisata Tubing Logawa di Desa Baseh, Kedungbanteng beberapa waktu lalu. (Susanto/sm.dok)
LOGAWA, suaramerdeka.com – Upaya konservasi air dan pemberdayaan bisa dilaksanakan dengan apapun. Asalkan mau berpikir keras dan melihat potensi sekitar, maka konsep dan ide akan muncul. Melaui sinergi bersama, sebuah langkah nyata pemberdayaan ekonomi ekologipun akan muncul.
Begitulah yang kini tengah dilaksanakan oleh para pegiat Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng. Melihat kekayaan dan keindahan alam khususnya Sungai Logawa, timbulah ‘ide pengembangan dan rintisan wisata air berupa ‘Tubing Logawa’
“Orang miskin bukanlah orang yang  tidak punya uang, tetapi orang yang tidak punya ide,” demikian ujar Ketua LMDH Wana Lestari, Agus Setiansah mengutip pernyataan motivasi dan reflektif dari Mochtar Riady, bankir dan pengusaha sukses nasional.
Bersama dengan para pegiat LMDH dan Komunitas Wong Apa, wisata ‘river tubing’ (meluncur bebas menggunakan ban dalam di arus ringan sungai, red) mulai dirintis sejak awal 2016. Melalui rintisan wisata ini, pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi dan ekologi di hulu Sungai Logawa tepatnya di dekat air terjun Gomblang dilaksanakan.
Lokasi ini dipilih karena terbilang masih alami, indah dan mempunyai aneka ragam hayati baik flora maupun fauna. Melalui ‘tubing’ Logawa Desa Baseh inilah kegiatan konservasi alam juga dilaksanakan. Pengunjung dan penikmat wisata, ditawarkan menikmati sensasi terseret arus dan terbentur batu di Sungai Logawa.
“Para pengunjung juga akan diajak untuk turut menanam pohon di sekitar lokasi sehingga flora di wilayah ini semakin kaya dan padat. Karena sebagaimana diketahui, tanpa adanya pohon maka konservasi wilayah khususnya air juga sulit terlaksana,” katanya.
Kegiatan tubing Logawa ini biasanya dilaksanakan tiap Sabtu-Minggu. Adapun paket wisata tubing Logawa ini dilaksanakan dengan pendampingan Komunitas Wong Apa yang beranggotakan para pecinta alam, personel SAR dan sebagainya. Jadi standar keamanan wisata ‘tubing’ ini bisa terjamin.
“Karena memang selain Sabtu-Minggu, para pendamping wisata ini masih beraktivitas mulai dari bekerja, kuliah dan wiraswasta dan seagainya,” katanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…