Langsung ke konten utama

Festival Burung Migran Diperingati di Banyumas


 SmCetakSuara Banyumas 
BANYUMAS – Biodiversity Society bersama Banyumas Wildlife Photography bakal menggelar peringatan hari Burung Migrasi Sedunia dalam rangka festival tahunan World Migratory Bird Day (WMBD), di Bukit Tranggulasih, Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas Sabtu-Minggu (14-15/5).
Pegiat Biodiversity Banyumas, Apris Nur Rakhmadani mengatakan, dalam WMBD, semua tempat di dunia yang menjadi persinggahan burung migran diimbau untuk mendaftar dan merayakan kegiatan ini, termasuk di Banyumas. Seluruh masyarakat dunia mengambil bagian dalam aksi kampanye publik. ”Seperti yang kita ketahui burung migran juga menyinggahi Banyumas,” kata Apris, kemarin.
Dia memaparkan di Indonesia sudah ada beberapa daerah yang berkontribusi dalam kegiatan ini. Mulai dari pulau Sumatera ada kegiatan di Medan Sumatera Utara dan Bangka Belitung. Lalu di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan, Jakarta, Semarang, Wonorejo (Surabaya), Bima (Nusa Tenggara Timur) dan Banyumas.
Adanya burung migran di suatu daerah menandakan daerah tersebut masih memiliki habitat tempat tinggal burung yang nyaman dan memiliki ketersediaan pakan. Kedatangan mereka juga menjadi atraksi wisata, dengan mengamati perilaku burung, jenis pengembara dari belahan bumi utara yang paling banyak.
Pengembaraan burung ini juga merupakan bahan pembelajaran bagi masyarakat untuk mengetahui respons mereka terhadap perubahan cuaca. Lebih jauh lagi, pengamatan dilakukan untuk mengetahui perjuangan mereka untuk bertahan hidup dari cuaca ekstrem.
”Tahun ini kami mengambil tema ”Stop Berburu Burung” yang bertujuan untuk menyoroti angka yang luar biasa dari burung migran yang hilang setiap tahun sebagai akibat dari pembunuhan, mengambil dan perdagangan ilegal,” ujarnya.
Setiap Bulan Mei
Sementara itu, Hariyawan Agung Wahyudi, pengamat keragaman hayati dari Biodiversity Society Banyumas mengungkapkan, akhir-akhir ini berbagai kasus perdagangan satwa liar, pembunuhan di Indonesia mulai viral di media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp dan sebagainya.
”Penghobi senapan angin yang tidak memperdulikan jenis burung yang mereka buru dan masih sering dijumpai beberapa jenis burung yang diperdagangkan di pasar hewan,” kata dia.
Dia menambahkan, Hari Migrasi Burung Sedunia berlangsung setiap bulan Mei pada minggu kedua yang dimulai sejak 2006 oleh African-Eurasian Migratory Waterbird Agreement (AEWA) yang bekerjasama dengan Convention of Migratory Species of Wild Animals (CMS).
”Adanya kegiatan peringatan ini diharapkan masyarakat sadar pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alamnya dengan mengurangi risiko kehilangan sumber daya berharga yang merupakan bagian dari warisan alam dunia,” tambahnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…